RSUD Arifin Achmad Riau Bikin Geger, Operasi Jantung Tanpa Hentikan Detak Berhasil Dilakukan
Tim dokter di RSUD Arifin Achmad melakukan operasi jantung dengan teknik Off Pump. (ist)
RIAU, SabangMerauke News - Ruang operasi RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau menjadi arena sunyi penuh ketegangan dan presisi tinggi. Tim dokter berhasil melakukan operasi bypass jantung modern menggunakan teknik Off Pump tanpa menghentikan detak jantung pasien. Operasi ini langsung menarik perhatian karena teknik tersebut jarang dilakukan di rumah sakit daerah di Indonesia.
Detak jantung pasien tetap berjalan selama proses pembedahan berlangsung di ruang operasi Pekanbaru tersebut. Darah tetap mengalir normal tanpa bantuan mesin pengganti jantung atau Heart-Lung Machine seperti operasi bypass konvensional. Situasi itu membuat proses operasi terasa seperti menaklukkan mesin hidup yang terus bergerak setiap detiknya.
Dokter Spesialis Bedah Thoraks Kardiovaskular RSUD Arifin Achmad, dr Hariadi Hatta, memimpin operasi bersama tim bedah jantung rumah sakit. Proses operasi mendapat supervisi langsung dari dr Wirya Ayu Graha asal RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta. Kolaborasi tersebut menjadi langkah penting penguatan layanan bedah jantung modern di Riau.
Hariadi Hatta menjelaskan bahwa teknik Off Pump memungkinkan operasi bypass dilakukan saat jantung masih aktif berdetak normal. Teknik itu berbeda dibandingkan dengan metode lama yang memakai mesin pengganti fungsi jantung sementara selama operasi berlangsung. “Saat operasi berlangsung, jantung tetap berdetak dan darah tetap mengalir,” ujar Hariadi Hatta.
Tim bedah hanya memakai alat penstabil khusus untuk menjaga posisi jantung tetap aman selama proses penjahitan pembuluh darah. Tantangan terbesar muncul karena dokter harus menjahit pembuluh saat organ utama tubuh terus bergerak aktif. Kondisi tersebut membutuhkan ketelitian, kecepatan, dan pengalaman bedah tingkat tinggi.
Ruang operasi mendadak berubah menjadi tempat pertarungan presisi melawan denyut organ paling vital manusia. Kesalahan kecil dalam hitungan milimeter dapat memengaruhi keberhasilan operasi secara keseluruhan. Karena itu, teknik Off Pump hanya dilakukan oleh dokter dengan keterampilan bedah jantung khusus.
Hariadi Hatta mengatakan teknik Off Pump memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan dengan operasi bypass konvensional memakai mesin jantung. Risiko komplikasi pascaoperasi lebih rendah dan masa pemulihan pasien berlangsung lebih cepat dibandingkan dengan metode biasa. “Risiko stroke pascaoperasi juga lebih rendah menggunakan teknik ini,” katanya.
Teknik tersebut juga mengurangi risiko gangguan pada pembuluh darah aorta pasien selama proses operasi berlangsung. Dalam banyak kasus internasional, metode Off Pump bahkan dapat digunakan pada pasien lanjut usia dengan kondisi tertentu. Dunia medis memandang teknik ini sebagai evolusi modern operasi bypass jantung.
Meski demikian, metode lama menggunakan Heart-Lung Machine tetap dibutuhkan untuk beberapa kasus medis yang rumit. Operasi konvensional dipakai ketika pembuluh darah terlalu kecil atau sumbatan terjadi pada banyak titik sekaligus. Dalam kondisi tertentu, jantung memang harus dihentikan sementara demi mempermudah tindakan operasi.
“Dengan Heart Lung Machine, operasi lebih mudah karena jantung bisa dihentikan sementara,” ujar Hariadi Hatta. Metode tersebut membuat dokter lebih leluasa memperbaiki pembuluh darah yang mengalami kerusakan berat. Karena itu, pemilihan teknik operasi selalu disesuaikan dengan kondisi pasien secara detail.
RSUD Arifin Achmad kini mampu melakukan dua metode bypass jantung sesuai kebutuhan medis masing-masing pasien. Kemampuan tersebut membuat layanan jantung rumah sakit daerah ini semakin diperhitungkan di Sumatra, bahkan nasional. Kehadiran fasilitas lengkap juga mengurangi kebutuhan pasien untuk berobat ke luar negeri.
Wirya Ayu Graha menyebut teknik Off Pump menjadi pendekatan operasi bypass yang lebih modern dibanding metode sebelumnya. Risiko gagal ginjal pascaoperasi dinilai lebih rendah karena tubuh pasien tidak bergantung penuh pada mesin jantung sementara. “Teknik ini membuat risiko stroke dan gagal ginjal lebih rendah,” ujar Wirya Ayu Graha.
Ia juga memuji suasana kerja tim medis RSUD Arifin Achmad yang dinilai solid dan penuh rasa kekeluargaan. Kondisi tersebut membuat koordinasi ruang operasi berjalan nyaman selama tindakan medis berlangsung, yang cukup menegangkan. Kekompakan tim sering menjadi faktor penting keberhasilan operasi jantung kompleks.
Fasilitas bedah jantung rumah sakit juga disebut semakin lengkap untuk mendukung pelayanan medis modern masyarakat Riau. Peralatan operasi, ruang tindakan, hingga dukungan tenaga medis kini mampu menangani kasus jantung yang lebih kompleks dibandingkan sebelumnya. Perubahan itu menjadi sinyal meningkatnya kualitas layanan kesehatan daerah.
“Pelayanan jantung lengkap sudah bisa didapatkan di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau,” ujar Wirya Ayu Graha. Pernyataan itu terdengar sederhana, namun membawa pesan besar bagi pasien jantung di Sumatra. Rumah sakit daerah mulai bergerak memasuki arena layanan medis berteknologi tinggi.
Operasi Off Pump di Pekanbaru menjadi simbol perubahan dunia kesehatan daerah yang terus berkembang cepat beberapa tahun terakhir. Teknik modern, dokter spesialis, dan fasilitas lengkap mulai hadir mendekat ke masyarakat tanpa harus pergi jauh. Di ruang operasi RSUD Arifin Achmad, detak jantung pasien tetap hidup saat harapan baru dunia medis Riau ikut berdetak kuat. R-02

