SabangMeraukeNEWS.com

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum
  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan

    https://sabangmeraukenews.com

Copyright ©
sabangmeraukeNEWS.com
All rights reserved

https://sabangmeraukenews.com

  • Daerah
    • Rp1 Miliar Ludes, Tiket Tak Terbit! Bos Travel Bongkar Nama Oknum di Balik Gagalnya Pesparawi Kepri

      Rp1 Miliar Ludes, Tiket Tak Terbit! Bos Travel Bongkar Nama Oknum di Balik Gagalnya Pesparawi Kepri

      29/06/2026  ❘  19:13 WIB
    • Drama Pesparawi Kepri Berujung Laporan Polisi, Dugaan Masalah Tiket Rp1 Miliar Mulai Diusut

      Drama Pesparawi Kepri Berujung Laporan Polisi, Dugaan Masalah Tiket Rp1 Miliar Mulai Diusut

      29/06/2026  ❘  18:59 WIB
    • Kabar Panas OTT KPK di Kuansing, Brimob Bersenjata Amankan Rumah Dinas Sekda Zulkarnain

      Kabar Panas OTT KPK di Kuansing, Brimob Bersenjata Amankan Rumah Dinas Sekda Zulkarnain

      29/06/2026  ❘  18:09 WIB
    • Bos Travel Buka Suara Soal Gagalnya PSW Pesparawi Kepri Terbang ke Manokwari, Sebut Oknum Staf DPRD

      Bos Travel Buka Suara Soal Gagalnya PSW Pesparawi Kepri Terbang ke Manokwari, Sebut Oknum Staf DPRD

      29/06/2026  ❘  18:07 WIB
  • Nasional
    • Magang Nasional 2026 Dibuka 15 Juli, Lulusan Disabilitas Kini Bisa Ikut Daftar

      Magang Nasional 2026 Dibuka 15 Juli, Lulusan Disabilitas Kini Bisa Ikut Daftar

      29/06/2026  ❘  15:25 WIB
    • Kemenperin Ungkap Kawasan Industri Indonesia Tembus 179, Investasi Melonjak Rp6.744 Triliun

      Kemenperin Ungkap Kawasan Industri Indonesia Tembus 179, Investasi Melonjak Rp6.744 Triliun

      29/06/2026  ❘  15:23 WIB
    • Roy Suryo Ajukan Praperadilan atas Penggeledahan Rumah dan Penangkapan

      Roy Suryo Ajukan Praperadilan atas Penggeledahan Rumah dan Penangkapan

      29/06/2026  ❘  14:13 WIB
    • Sidang Praperadilan Roy Suryo Digelar Hari Ini, Nasib Kasus Penangkapan di Tangan Hakim

      Sidang Praperadilan Roy Suryo Digelar Hari Ini, Nasib Kasus Penangkapan di Tangan Hakim

      29/06/2026  ❘  09:18 WIB
  • Ekonomi
    • IHSG Ditutup Turun 1,28 Persen ke Level 5.820, Saham Big Caps Jadi Penekan Utama

      IHSG Ditutup Turun 1,28 Persen ke Level 5.820, Saham Big Caps Jadi Penekan Utama

      29/06/2026  ❘  18:36 WIB
    • Minyak Jinak, Rupiah Mengamuk! Pasar Keuangan Indonesia Bikin Dolar Kehilangan Tenaga

      Minyak Jinak, Rupiah Mengamuk! Pasar Keuangan Indonesia Bikin Dolar Kehilangan Tenaga

      29/06/2026  ❘  18:28 WIB
    • Wujudkan Pernikahan Impian dengan Paket Intimate Wedding Mulai Rp 36 Juta di BATIQA Hotel Pekanbaru

      Wujudkan Pernikahan Impian dengan Paket Intimate Wedding Mulai Rp 36 Juta di BATIQA Hotel Pekanbaru

      29/06/2026  ❘  16:07 WIB
    • Antusiasme Tamu Tinggi, Promo Pekan Rasa Nusantara di BATIQA Hotel Pekanbaru Kini Hadir Setiap Hari

      Antusiasme Tamu Tinggi, Promo Pekan Rasa Nusantara di BATIQA Hotel Pekanbaru Kini Hadir Setiap Hari

      29/06/2026  ❘  15:50 WIB
  • Politik
    • Ganjar Buka Suara usai Jokowi Pasang Target Besar untuk PSI di Pemilu 2029

      Ganjar Buka Suara usai Jokowi Pasang Target Besar untuk PSI di Pemilu 2029

      29/06/2026  ❘  10:06 WIB
    • Melawan Kutukan Partai Gurem, Jokowi Yakin PSI Lolos ke DPR di Pemilu 2029

      Melawan Kutukan Partai Gurem, Jokowi Yakin PSI Lolos ke DPR di Pemilu 2029

      27/06/2026  ❘  21:00 WIB
    • PDIP Nilai Safari Politik Jokowi Bersama PSI Berkaitan Pilpres 2029

      PDIP Nilai Safari Politik Jokowi Bersama PSI Berkaitan Pilpres 2029

      27/06/2026  ❘  14:47 WIB
    • Jokowi Sebut Kemeja dan Topi PSI Merupakan Pemberian Kaesang Pangarep

      Jokowi Sebut Kemeja dan Topi PSI Merupakan Pemberian Kaesang Pangarep

      26/06/2026  ❘  18:14 WIB
  • Hukrim
    • Kuansing Memanas! Bupati Dikabarkan Diperiksa KPK, Deretan Pejabat Ikut Menghilang dari Publik

      Kuansing Memanas! Bupati Dikabarkan Diperiksa KPK, Deretan Pejabat Ikut Menghilang dari Publik

      29/06/2026  ❘  18:12 WIB
    • Teluk Kuantan Mendadak Sunyi! Pagar Ditutup, Isu OTT KPK Bikin Semua Membeku

      Teluk Kuantan Mendadak Sunyi! Pagar Ditutup, Isu OTT KPK Bikin Semua Membeku

      29/06/2026  ❘  14:39 WIB
    • Drama Berakhir, Terduga Penganiaya Maut di Depan SPBU Pekanbaru Datang Sendiri ke Polisi

      Drama Berakhir, Terduga Penganiaya Maut di Depan SPBU Pekanbaru Datang Sendiri ke Polisi

      29/06/2026  ❘  08:45 WIB
    • Polisi Bongkar Peredaran Sabu di Mandau, Dua Pria Ditangkap dalam Satu Operasi

      Polisi Bongkar Peredaran Sabu di Mandau, Dua Pria Ditangkap dalam Satu Operasi

      28/06/2026  ❘  15:46 WIB
  • Umum
    • 5 Cara Mengontrol Ledakan Emosi Anak dengan ADHD agar Lebih Tenang, Orang Tua Wajib Tahu!

      5 Cara Mengontrol Ledakan Emosi Anak dengan ADHD agar Lebih Tenang, Orang Tua Wajib Tahu!

      29/06/2026  ❘  13:11 WIB
    • Dokter Ungkap Rahasia Pijat Perut 5 Menit Saat Bangun Tidur, Mood Bisa Lebih Baik dan Pencernaan Lancar

      Dokter Ungkap Rahasia Pijat Perut 5 Menit Saat Bangun Tidur, Mood Bisa Lebih Baik dan Pencernaan Lancar

      29/06/2026  ❘  08:58 WIB
    • Kentang vs Nasi, Mana yang Lebih Baik untuk Diet dan Gula Darah? Simak Penjelasan Ahli

      Kentang vs Nasi, Mana yang Lebih Baik untuk Diet dan Gula Darah? Simak Penjelasan Ahli

      29/06/2026  ❘  07:26 WIB
    • Viral Dokter Sebut Betis Adalah

      Viral Dokter Sebut Betis Adalah 'Jantung Kedua', Ini Penjelasan Medis yang Jarang Diketahui

      29/06/2026  ❘  07:24 WIB
  • Riau
    • Usai Divonis Bebas, Mahasiswa Unri Khairiq Anhar Kembali Hadapi Dakwaan Baru, Sidang Ditunda 2 Kali

      Usai Divonis Bebas, Mahasiswa Unri Khairiq Anhar Kembali Hadapi Dakwaan Baru, Sidang Ditunda 2 Kali

      29/06/2026  ❘  19:07 WIB
    • Kursi Unri Mendadak Kosong! 314 Mahasiswa Baru Batal Daftar Ulang, Ada Apa?

      Kursi Unri Mendadak Kosong! 314 Mahasiswa Baru Batal Daftar Ulang, Ada Apa?

      29/06/2026  ❘  18:44 WIB
    • Wako Agung Jemput Peluang PAD, Bertemu DJPb Riau Bahas Strategi Baru untuk Pekanbaru

      Wako Agung Jemput Peluang PAD, Bertemu DJPb Riau Bahas Strategi Baru untuk Pekanbaru

      29/06/2026  ❘  16:02 WIB
    • Indro Tumbang! Gajah Legendaris Penjaga Tesso Nilo Mati Setelah 22 Tahun Hadapi Konflik

      Indro Tumbang! Gajah Legendaris Penjaga Tesso Nilo Mati Setelah 22 Tahun Hadapi Konflik

      29/06/2026  ❘  14:53 WIB
  • Sport
    • Jajaran Pelatih Lengkap, PSPS Mulai Seleksi Pemain Pertengahan Juli

      Jajaran Pelatih Lengkap, PSPS Mulai Seleksi Pemain Pertengahan Juli

      29/06/2026  ❘  16:26 WIB
    • PSPS Pekanbaru Kunci Antonio Gamaroni, Striker Spesialis Gol Menit Akhir Resmi Lanjut Musim 2026/2027

      PSPS Pekanbaru Kunci Antonio Gamaroni, Striker Spesialis Gol Menit Akhir Resmi Lanjut Musim 2026/2027

      29/06/2026  ❘  13:28 WIB
    • Jelang Lawan Argentina, Kapten Cape Verde Ryan Mendes Terseret Dugaan Pemerkosaan

      Jelang Lawan Argentina, Kapten Cape Verde Ryan Mendes Terseret Dugaan Pemerkosaan

      29/06/2026  ❘  11:38 WIB
    • Drama Injury Time! Kanada Bungkam Afrika Selatan dan Lolos ke 16 Besar

      Drama Injury Time! Kanada Bungkam Afrika Selatan dan Lolos ke 16 Besar

      29/06/2026  ❘  11:35 WIB
  • Opini
    • Penilaian FSC Kenapa Berhenti di Tahun 2020, Sementara Deforestasi dan Konflik Sosial di Areal Konsesi APP Group dan APRIL Group Masih Terus Berlanjut

      Penilaian FSC Kenapa Berhenti di Tahun 2020, Sementara Deforestasi dan Konflik Sosial di Areal Konsesi APP Group dan APRIL Group Masih Terus Berlanjut

      29/06/2026  ❘  11:22 WIB
    • Koridor Satwa Menjadi Lorong Maut Kematian Tapir di Konsesi RAPP, Menguji Ketegasan FSC

      Koridor Satwa Menjadi Lorong Maut Kematian Tapir di Konsesi RAPP, Menguji Ketegasan FSC

      21/06/2026  ❘  15:12 WIB
    • Kebangkitan Polandia Menjadi Kekuatan Baru Eropa

      Kebangkitan Polandia Menjadi Kekuatan Baru Eropa

      11/06/2026  ❘  08:29 WIB
    • Proses Remedy Framework FSC: APP Group Bergerak dalam Senyap, APRIL Group Tenggelam dalam Ketidakjelasan

      Proses Remedy Framework FSC: APP Group Bergerak dalam Senyap, APRIL Group Tenggelam dalam Ketidakjelasan

      10/06/2026  ❘  19:27 WIB
  • Internasional
    • Serangan Ukraina Bikin Rusia Kekurangan Bahan Bakar, Putin Akhirnya Buka Suara

      Serangan Ukraina Bikin Rusia Kekurangan Bahan Bakar, Putin Akhirnya Buka Suara

      29/06/2026  ❘  08:53 WIB
    • Trump Ancam Iran Habis Jika Perang Berlanjut, Selat Hormuz Kembali Membara

      Trump Ancam Iran Habis Jika Perang Berlanjut, Selat Hormuz Kembali Membara

      28/06/2026  ❘  12:47 WIB
    • Dua Badai Tropis Kepung Jepang, 120 Penerbangan Dibatalkan dan Risiko Banjir Semakin Meluas

      Dua Badai Tropis Kepung Jepang, 120 Penerbangan Dibatalkan dan Risiko Banjir Semakin Meluas

      27/06/2026  ❘  13:14 WIB
    • Masjid Ibrahimi Hebron Kembali Jadi Sorotan, Israel Larang Azan dan Usir Pengurus Masjid

      Masjid Ibrahimi Hebron Kembali Jadi Sorotan, Israel Larang Azan dan Usir Pengurus Masjid

      27/06/2026  ❘  12:48 WIB
  • lain
      -->
    • Advertorial
    • -->
    • Foto
    • Indeks
Bukan omon omon

Pasar Karbon RI Masih Sepi, BRIN Bongkar Masalah Besar di Balik Bursa Hijau Indonesia

10/05/2026  ❘  13:57 WIB • Nasional
Bagikan :
Pasar Karbon RI Masih Sepi, BRIN Bongkar Masalah Besar di Balik Bursa Hijau Indonesia

Ilustrasi pasar karbon di Indonesia. Foto: SM News/Created by AI

JAKARTA, SabangMerauke News - Pasar karbon Indonesia kembali menjadi sorotan setelah BRIN membuka fakta mengejutkan soal minimnya transaksi karbon nasional. Nilai perdagangan karbon domestik masih berkisar pada puluhan miliar rupiah meski Indonesia memiliki hutan tropis terbesar di dunia. Pemerintah kini mempercepat integrasi sistem digital karbon demi menarik investor global dan memperbesar ekonomi hijau nasional.

Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Ekologi BRIN, I Wayan Susi Dharmawan, mengatakan pasar karbon Indonesia sedang memasuki fase krusial. Bursa Karbon Indonesia memang sudah resmi berjalan sejak 2023, namun performanya dinilai belum mendekati potensi sebenarnya. “Angka transaksi masih kecil dibanding potensi aset alami Indonesia,” ujar I Wayan dalam webinar BRIN, Jumat, 8 Mei 2026.

Kalimat itu terdengar sederhana, namun menyimpan ironi besar pasar karbon nasional. Indonesia memiliki jutaan hektare hutan tropis, gambut, mangrove, serta cadangan penyerap emisi terbesar di dunia. Namun, transaksi karbon domestik masih bergerak pelan seperti mesin besar kekurangan bahan bakar.

Pasar karbon sebenarnya bukan sekadar jual beli angka emisi digital. Sistem ini menjadi arena baru perebutan investasi hijau global bernilai triliunan rupiah. Negara dengan tata kelola karbon yang kuat bakal menjadi magnet bagi perusahaan internasional pemburu kredit emisi.

Indonesia masuk radar dunia karena kekayaan sumber daya alamnya sangat besar. Hutan Kalimantan, Sumatera, Papua, hingga mangrove pesisir dianggap memiliki nilai karbon luar biasa tinggi. Namun, potensi besar itu belum sepenuhnya berubah menjadi keuntungan ekonomi nyata.

I Wayan Susi Dharmawan menilai masalah terbesar terletak pada integrasi sistem dan kualitas data nasional. Banyak proyek karbon masih memakai data historis yang lemah sehingga baseline emisi sulit diverifikasi secara akurat. “Kualitas data memengaruhi kredibilitas proyek karbon,” ujar I Wayan.

Masalah lain muncul dari pembuktian additionality dalam proyek karbon nasional. Investor global ingin memastikan proyek benar-benar menghasilkan pengurangan emisi tambahan, bukan sekadar klaim administratif. Tanpa bukti kuat, nilai kredit karbon Indonesia bisa dipandang rendah oleh pasar internasional.

Ancaman lebih serius datang dari risiko kebocoran emisi dan pembalikan emisi proyek karbon. Kebakaran lahan, deforestasi, serta perubahan fungsi kawasan dapat menghancurkan kredibilitas proyek dalam waktu singkat. Risiko itu membuat investor global lebih selektif memilih proyek karbon Indonesia.

I Wayan mengingatkan perusahaan agar tidak tergesa masuk pasar karbon tanpa kesiapan matang. Proyek karbon membutuhkan hitungan ekonomi, lingkungan, serta kelembagaan yang sangat detail dan ketat. “Pengurangan emisi harus sebanding dengan investasi proyek,” tegas I Wayan.

Pemerintah mulai bergerak untuk memperbaiki fondasi sistem perdagangan karbon nasional secara menyeluruh. Lima tonggak strategis disiapkan untuk memperkuat registrasi karbon, sertifikasi, hingga integrasi perdagangan karbon nasional. Fokus besar diarahkan menuju peningkatan kredibilitas sistem Monitoring, Reporting, and Verification atau MRV.

 

Sistem MRV menjadi tulang punggung kepercayaan pasar karbon modern dunia. Investor global membutuhkan data emisi valid, transparan, dan dapat diuji secara saintifik kapan saja. Tanpa sistem kuat, pasar karbon rawan dipenuhi klaim hijau palsu bernilai spekulatif.

Pemerintah juga mulai membuka pintu perdagangan karbon internasional sejak 2025. Langkah ini menjadi sinyal serius bahwa Indonesia ingin bermain di pasar karbon global bernilai sangat besar. “Perdagangan internasional menjadi pintu ekspansi pasar karbon nasional,” ujar I Wayan.

Transformasi besar juga sedang berlangsung melalui sistem registri karbon berbasis digital nasional. Rully Dhora Carolyn dari Kementerian Lingkungan Hidup menjelaskan bahwa pemerintah sedang mengembangkan Sistem Registri Unit Karbon atau SRUK. Sistem ini terintegrasi langsung dengan SRN PPI untuk mempermudah pelacakan transaksi karbon nasional.

Rully mengatakan integrasi digital bertujuan menciptakan ekosistem karbon yang transparan dan dapat dipantau secara real-time. Pemerintah mulai mengadopsi teknologi blockchain demi mencegah penghitungan ganda kredit karbon. “Integrasi sistem penting demi transparansi dan interoperabilitas global,” ujar Rully.

Blockchain mulai dipandang sebagai senjata baru perdagangan karbon modern di dunia. Teknologi itu memungkinkan setiap unit karbon memiliki jejak transaksi digital yang sulit dimanipulasi. Investor global cenderung memilih sistem karbon dengan keamanan data yang kuat dan transparan.

Indonesia juga mulai menyelaraskan sistem karbon nasional dengan standar internasional seperti Verra dan Gold Standard. Langkah itu penting agar kredit karbon Indonesia diterima pasar internasional tanpa hambatan administratif besar. Integrasi standar global menjadi syarat penting untuk memasuki perdagangan emisi lintas negara.

Perubahan sistem ini tidak berdiri sendiri dalam ruang birokrasi nasional. Pemerintah sedang menyesuaikan arah kebijakan dengan implementasi Article 6 Paris Agreement terkait perdagangan karbon global. Kesepakatan internasional itu membuka peluang besar sekaligus persaingan ketat antarnegara berkembang.

Jika sistem berjalan baik, Indonesia berpotensi menjadi raksasa ekonomi hijau di kawasan Asia Tenggara. Nilai karbon hutan tropis Indonesia diperkirakan mampu menyerap investasi hijau miliaran dolar setiap tahun. Namun, peluang besar itu tetap dibayangi risiko tata kelola dan kualitas proyek lapangan.

Banyak perusahaan mulai tertarik untuk masuk pasar karbon demi menjaga citra bisnis berkelanjutan. Namun, sebagian masih bingung menghadapi metodologi rumit dan regulasi teknis yang terus berkembang cepat. Kondisi itu membuat BRIN mendorong penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang karbon nasional.

I Wayan menilai kesiapan internal perusahaan menjadi faktor penentu keberhasilan proyek karbon masa depan. Strategi karbon tidak bisa berdiri terpisah dari strategi bisnis perusahaan secara menyeluruh. “Panduan teknis dan SDM kuat menjadi kebutuhan mendesak,” ujar I Wayan.

 

Kesalahan metodologi karbon dapat memicu risiko reputasi besar bagi perusahaan maupun negara. Investor global kini semakin kritis terhadap proyek hijau yang tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat. Kredibilitas menjadi mata uang utama dalam pasar karbon modern internasional.

Pasar karbon Indonesia kini berada di persimpangan penting antara potensi besar dan tantangan rumit. Hutan tropis luas bisa berubah menjadi mesin ekonomi hijau baru jika sistem yang berhasil dibangunkan. Namun, tanpa data kuat, teknologi transparan, dan pengawasan ketat, peluang besar itu berisiko menguap perlahan di tengah persaingan global. R-02

Editor: Krisman
Tags :Pasar karbonEkonomi HijauBRINPerubahan IklimInvestasi Hijau

BERITA TERKAIT :

  • Resmi! Warga Hutan Kini Bisa Raup Uang dari Karbon, Bukan Lagi Milik Korporasi

    Resmi! Warga Hutan Kini Bisa Raup Uang dari Karbon, Bukan Lagi Milik Korporasi

    Nasional •
    24/04/2026 ❘ 19:00 WIB
  • Bongkar Rahasia IDX Carbon, Ribuan Orang Diam-Diam Sudah Netralisir Emisi

    Bongkar Rahasia IDX Carbon, Ribuan Orang Diam-Diam Sudah Netralisir Emisi

    Ekonomi •
    23/04/2026 ❘ 11:00 WIB
  • Pemerintah Rilis Permenhut 2026, Pasar Karbon Kehutanan Kini Lebih Transparan

    Pemerintah Rilis Permenhut 2026, Pasar Karbon Kehutanan Kini Lebih Transparan

    Nasional •
    16/04/2026 ❘ 08:40 WIB
  • Roket China Meledak di Langit Banten dan Lampung, BRIN Akhirnya Bongkar Fakta Mengejutkan!

    Roket China Meledak di Langit Banten dan Lampung, BRIN Akhirnya Bongkar Fakta Mengejutkan!

    Nasional •
    05/04/2026 ❘ 11:10 WIB
  • Nasib Anak Cucu Ternyata Bergantung pada Data Awan Hari Ini!
    Hari Meteorologi Sedunia

    Nasib Anak Cucu Ternyata Bergantung pada Data Awan Hari Ini!

    Umum •
    23/03/2026 ❘ 12:54 WIB
Lindawati Tahun Baru Islam HUT 60 tahun BRK syariah Lowongan kerja Novotel Terbaru

TERPOPULER

  • TPP Ribuan Guru PPPK Diduga Digelapkan, Kejari Rohil Tahan PPTK dan Bendahara Dinas Pendidikan

    TPP Ribuan Guru PPPK Diduga Digelapkan, Kejari Rohil Tahan PPTK dan Bendahara Dinas Pendidikan

    22/06/2026  ❘  21:50 WIB
  • Tragis, Pelajar SMP di Selatpanjang Meninggal Dunia Tertimpa Tembok Saat Mengejar Layang-Layang Putus

    Tragis, Pelajar SMP di Selatpanjang Meninggal Dunia Tertimpa Tembok Saat Mengejar Layang-Layang Putus

    22/06/2026  ❘  18:06 WIB
  • Resmi Dimutasi! Kapolres Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi Geser ke Rohil, Sosok AKBP Gede Datang dengan Pengalaman Bongkar Kasus Korupsi

    Resmi Dimutasi! Kapolres Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi Geser ke Rohil, Sosok AKBP Gede Datang dengan Pengalaman Bongkar Kasus Korupsi

    26/06/2026  ❘  11:40 WIB
  • Nahkoda Baru RSUD Kepulauan Meranti Tancap Gas, Romy Haris Bergerak Cepat Atasi Berbagai Persoalan 

    Nahkoda Baru RSUD Kepulauan Meranti Tancap Gas, Romy Haris Bergerak Cepat Atasi Berbagai Persoalan 

    21/06/2026  ❘  21:17 WIB
  • Tak Ada Ruang bagi Predator Anak, Polres Meranti Ringkus Dua Terduga Pelaku di Tebing Tinggi Timur

    Tak Ada Ruang bagi Predator Anak, Polres Meranti Ringkus Dua Terduga Pelaku di Tebing Tinggi Timur

    20/06/2026  ❘  15:43 WIB
Kempo Dojo AKRI cafe Idul adha dprd pekanbaru

    Follow Us

  • Copyright ©
    SabangMeraukeNEWS.com

    Berita

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum

    Berita

  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

    Halaman

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan