Niat Nyolong Malah Jadi Predator, Maling di Tapteng Bekap Bocah 8 Tahun Pakai Gunting!
Ilustrasi penangkapan seorang penjahat oleh polisi. Foto: SM News/Created by AI
SUMUT, SabangMerauke News - Aksi kriminal sangat nekad sekaligus menjijikkan baru saja menggemparkan warga Kabupaten Tapanuli Tengah. Seorang pria berinisial WS umur 35 tahun tega menyakiti bocah perempuan mungil. Peristiwa kelam tersebut terjadi pada Kamis, 7 Mei 2026, sekitar pukul tiga subuh.
Pelaku awalnya cuma berniat menggasak harta benda berharga dari dalam rumah incarannya di sana. Ia masuk secara diam-diam setelah berhasil mencongkel jendela rumah menggunakan sepotong kayu berukuran sedang. Namun, niat jahat mencuri mendadak berubah menjadi nafsu bejat saat melihat korban sedang tidur.
Bocah malang berusia 8 tahun itu sedang terlelap bersama saudara-saudaranya di ruang tamu rumah. Pelaku kemudian mendekati korban lalu secara tega menggunting baju yang sedang dikenakan bocah tersebut. WS pun melancarkan aksi pencabulan saat suasana rumah sedang dalam keadaan sangat sunyi sekali.
"Pelaku WS awalnya berniat melakukan pencurian dengan cara mencongkel jendela rumah korban menggunakan kayu," ujar Kasat Reskrim Polres Tapteng, Iptu Dian Agustian Perdana, Sabtu, 9 Mei 2026. Polisi kini bergerak cepat untuk memastikan pelaku menerima hukuman yang sangat setimpal atas perbuatan biadabnya.
Korban yang merasa kesakitan mendadak terbangun dari tidur lelapnya dan berusaha keras untuk berteriak. Namun, pelaku langsung membekap mulut korban secara paksa agar suara teriakan tidak terdengar penghuni. Ancaman menggunakan benda tajam juga dilayangkan pelaku supaya bocah malang itu tetap diam mematung.
"Tersangka membekap mulut korban serta melayangkan ancaman menggunakan benda tajam agar korban tidak bersuara," lanjut Iptu Dian Agustian Perdana. Meski diancam akan mati, korban terus berupaya memberikan perlawanan sekuat tenaga demi menyelamatkan diri sendiri. Teriakan tipis bocah pemberani tersebut akhirnya berhasil didengar oleh salah satu anggota keluarga lainnya.
Panik bukan main, WS langsung memilih langkah seribu melarikan diri melalui jendela semula tadi. Keluarga korban sempat berupaya mengejar pelaku yang lari kencang menembus kegelapan malam di lingkungan. Sayangnya, upaya pengejaran saat subuh buta tersebut gagal karena pelaku sangat hafal medan pelarian.
Keluarga korban tidak tinggal diam dan segera melakukan pencarian mandiri pada keesokan harinya. Pencarian tersebut akhirnya membuahkan hasil manis setelah identitas pelaku berinisial WS berhasil diketahui warga. Massa menemukan pelaku sedang asyik bersantai di salah satu warung sekitar pukul sepuluh pagi.
Warga bersama petugas kepolisian segera mengamankan pelaku tanpa memberikan celah sedikit pun untuk kabur. Saat dilakukan interogasi mendalam, WS akhirnya mengakui semua perbuatan bejat terhadap bocah malang tersebut. Ia bahkan mengaku telah melakukan serangkaian aksi pencurian pada beberapa lokasi berbeda sebelumnya juga.
"Setelah dilakukan interogasi, WS mengakui perbuatannya termasuk serangkaian aksi pencurian di beberapa lokasi berbeda," pungkas Iptu Dian Agustian Perdana. Pelaku kini sudah diboyong menuju Mapolres Tapanuli Tengah guna menjalani proses hukum lebih lanjut. Petugas juga mengamankan sebuah gunting yang digunakan pelaku saat menjalankan aksi kriminalitas sadisnya.
Kini WS harus bersiap menghadapi ancaman pasal berlapis atas kasus pencurian sekaligus pencabulan anak. Polisi menjerat pelaku dengan undang-undang Perlindungan Anak yang memiliki ancaman hukuman penjara sangat lama. Penegakan hukum secara tegas dilakukan demi memberikan rasa aman bagi seluruh masyarakat Tapanuli Tengah.
Keluarga korban sudah resmi membuat laporan polisi sesaat setelah pelaku berhasil ditangkap di warung. Kondisi psikis korban kini menjadi perhatian utama guna memulihkan trauma akibat peristiwa mengerikan itu. Dukungan dari berbagai pihak terus mengalir bagi keluarga agar tetap tabah menghadapi cobaan ini.
Kasus ini menjadi pengingat bagi setiap orang tua agar selalu meningkatkan kewaspadaan di rumah. Pastikan semua akses masuk seperti jendela dan pintu sudah terkunci rapat sebelum beristirahat tidur. Kejahatan sering kali muncul karena adanya kesempatan serta niat buruk yang bertemu dalam satu waktu.
WS kini mendekam di sel tahanan sambil menunggu jadwal persidangan yang akan segera digelar. Rekam jejak pencurian pelaku di lokasi lain juga sedang didalami secara intensif oleh penyidik. Polisi berkomitmen menuntaskan kasus ini sampai tuntas tanpa ada satu pun fakta yang tertinggal. R-02

