Bursa Hijau Membara! IHSG Naik Tajam Dipicu Sentimen Global dan Bank Jumbo
Ilustrasi perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia. (ist)
JAKARTA, SabangMerauke News - IHSG ditutup menguat ke level 7.174 setelah bergerak fluktuatif sepanjang hari, Kamis, 7 Mei 2026. Penguatan indeks terjadi di tengah sentimen global yang mulai menunjukkan arah positif bagi pasar. Pergerakan ini menjadi sorotan karena sebelumnya indeks sempat diprediksi mengalami tekanan koreksi.
Data perdagangan menunjukkan IHSG naik 81,85 poin atau 1,15 persen pada penutupan sesi sore. Indeks sempat menyentuh level terendah 7.107 dan tertinggi 7.207 dalam satu hari perdagangan. Rentang pergerakan ini mencerminkan dinamika pasar yang cukup aktif serta dipenuhi aksi jual beli.
Total transaksi tercatat mencapai lebih dari Rp22 triliun dengan puluhan miliar saham berpindah tangan. Frekuensi transaksi menembus jutaan kali, yang menandakan aktivitas investor cukup tinggi sepanjang hari. Kapitalisasi pasar juga bertahan besar, mencerminkan kepercayaan pelaku pasar terhadap ekonomi domestik.
Sebanyak 370 saham tercatat menguat, sementara ratusan lainnya mengalami pelemahan dan stagnasi. Dominasi saham hijau menunjukkan sentimen positif lebih kuat dibandingkan dengan tekanan jual pada hari ini. Kondisi ini memberi sinyal optimisme meskipun tekanan eksternal masih membayangi pasar global.
Sektor keuangan menjadi motor utama penguatan indeks dengan kontribusi paling signifikan hari ini. Saham perbankan berkapitalisasi besar mendorong indeks bergerak naik secara konsisten hingga penutupan. Performa sektor ini memperkuat keyakinan investor terhadap stabilitas sistem keuangan nasional.
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, memberikan analisis teknikal terbaru terkait IHSG. “IHSG berpotensi menguji resistance 7.100 hingga 7.150, perlu waspada jika gagal menembus,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa potensi koreksi masih terbuka jika tekanan jual kembali mendominasi pasar.
Menurut analisisnya, level support berada di kisaran 6.950 hingga 7.000 dalam jangka pendek. Rentang ini menjadi area penting yang menentukan arah pergerakan indeks selanjutnya ke depan. Investor disarankan mencermati pergerakan teknikal sebelum mengambil keputusan investasi lebih lanjut.
Sementara itu, Head of Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, melihat sentimen global sebagai pendorong utama. “IHSG menguat didorong saham perbankan serta sentimen global dan regional yang positif,” ujarnya. Ia menilai optimisme pasar meningkat seiring potensi meredanya konflik geopolitik internasional.
Isu perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran menjadi katalis penting bagi pergerakan pasar global. Optimisme tersebut mendorong indeks saham dunia mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa hari terakhir. Dampaknya turut terasa pada pasar domestik yang mengikuti tren penguatan dari bursa internasional.
Indeks saham Amerika mencatat kenaikan tajam dengan S&P 500, Nasdaq, dan Dow Jones menguat. Kenaikan ini memperkuat sentimen positif yang kemudian merembet ke pasar Asia, termasuk Indonesia. Bursa Asia seperti Hang Seng dan Kospi juga mencatat penguatan yang cukup signifikan.
Selain faktor global, nilai tukar rupiah yang relatif stabil turut memberikan dukungan terhadap IHSG. Stabilitas mata uang menjadi indikator penting dalam menjaga kepercayaan investor terhadap pasar domestik. Kondisi ini membuat aliran dana tetap terjaga meskipun ada aksi jual dari investor asing.
Data menunjukkan investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih pada perdagangan sebelumnya. Beberapa saham perbankan besar menjadi sasaran aksi jual tersebut dalam beberapa hari terakhir. Namun, tekanan tersebut tidak cukup kuat untuk menahan laju penguatan indeks secara keseluruhan.
Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai pasar masih dalam fase konsolidasi. “Bullish consolidation masih terjadi meskipun ada potensi profit taking menjelang akhir pekan,” ujarnya. Ia menilai investor global masih menunggu data ekonomi penting dari Amerika Serikat.
Data seperti ketenagakerjaan dan aktivitas industri akan menjadi penentu arah kebijakan suku bunga global. Perubahan kebijakan tersebut dapat berdampak langsung pada arus modal ke negara berkembang seperti Indonesia. Karena itu, pelaku pasar cenderung berhati-hati meskipun tren penguatan masih terlihat saat ini.
Untuk perdagangan Jumat, 8 Mei 2026, IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang terbatas. Level support berada di kisaran 7.100, sementara resistance diprediksi mendekati 7.230 hingga 7.300. Pergerakan ini menunjukkan potensi kenaikan masih ada meskipun tidak terlalu agresif dalam waktu dekat.
Beberapa saham unggulan menjadi perhatian investor karena menunjukkan kinerja positif dalam perdagangan hari ini. Saham sektor konsumsi, industri, dan teknologi turut memberikan kontribusi terhadap penguatan indeks. Kombinasi berbagai sektor ini menciptakan fondasi yang cukup kuat bagi stabilitas pasar saham nasional.
Di sisi lain, sektor energi dan bahan baku mengalami tekanan akibat fluktuasi harga komoditas global. Pergerakan harga minyak dan bahan mentah menjadi faktor yang memengaruhi performa sektor tersebut. Kondisi ini menunjukkan tidak semua sektor menikmati sentimen positif secara merata.
Pergerakan IHSG hari ini mencerminkan keseimbangan antara optimisme dan kewaspadaan pelaku pasar. Faktor eksternal dan internal saling memengaruhi arah pergerakan indeks dalam jangka pendek. Situasi ini membuat pasar tetap dinamis dengan potensi perubahan arah yang cepat.
Penguatan IHSG menjadi sinyal penting bagi stabilitas ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global. Investor melihat peluang pertumbuhan meskipun risiko tetap ada dalam dinamika pasar internasional. Ke depan, arah IHSG akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik serta data ekonomi global terbaru. R-02

