Bursa RI Menggila, IHSG Tembus 7.160 Ketika Asing Masih Buang Saham Jumbo
Pekerja beraktifitas di depan layar perdagangan IHSG di Main Hall Bursa efek Indonesia (BEI), Jakarta. Foto: Investortrust
JAKARTA, SabangMerauke News - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG membuka perdagangan Kamis, 7 Mei 2026, dengan ledakan tajam. Bursa Efek Indonesia langsung dipenuhi transaksi panas sejak menit pertama perdagangan pagi. Sentimen damai Amerika Serikat dan Iran berubah menjadi bensin baru penggerak reli pasar Asia.
IHSG melompat 68,32 poin menuju level 7.160 pada pukul 09.01 WIB pagi tadi. Nilai penguatan menyentuh 0,96 persen dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya. Investor domestik terlihat agresif memburu saham energi, tambang, hingga saham kapitalisasi jumbo.
Data perdagangan Bursa Efek Indonesia menunjukkan volume transaksi mencapai 3,62 miliar saham pagi tadi. Nilai transaksi menyentuh Rp2,05 triliun dengan frekuensi perdagangan mencapai 259.265 kali transaksi. Sebanyak 382 saham menguat, sementara 145 saham justru bergerak melemah pagi ini.
Pergerakan liar pasar pagi tadi terasa seperti mesin lama mendadak mendapat bahan bakar premium baru. Saham-saham raksasa langsung menjadi sasaran pembelian agresif para pelaku pasar domestik. MLPT, TPIA, AMMN, PTRO, hingga EMAS melesat tajam sejak pembukaan perdagangan berlangsung.
Saham BPTR menjadi primadona sesaat setelah pasar dibuka pagi tadi dengan kenaikan 12,94 persen. Saham PYFA ikut melonjak 11,05 persen, sedangkan saham DEFI menanjak tepat 10 persen. Reli saham kecil membuat suasana perdagangan pagi berubah riuh sejak awal sesi berlangsung.
BRI Danareksa Sekuritas menilai penguatan pasar dipicu pertumbuhan ekonomi Indonesia yang melampaui ekspektasi sebelumnya. Data ekonomi nasional dianggap masih cukup kuat menghadapi tekanan global beberapa pekan terakhir. Kondisi tersebut memicu optimisme baru pada pasar saham domestik sepanjang perdagangan berlangsung.
“Pergerakan IHSG cenderung terbatas karena mendekati area resistance pasca rebound,” tulis riset BRI Danareksa Sekuritas.Support IHSG berada pada rentang 6.920 sampai 7.000 selama perdagangan berlangsung pekan ini. Sementara area resistance diperkirakan bertahan pada level 7.100 hingga 7.160.
Sentimen global juga berubah drastis setelah harapan damai Amerika Serikat dan Iran kembali menguat. Pasar internasional mulai percaya konflik panas Timur Tengah mendekati pintu diplomatik akhir. Kondisi tersebut membuat harga minyak dunia mendadak longsor setelah reli beberapa pekan terakhir.
Iran dilaporkan sedang mengevaluasi proposal damai terbaru dari pemerintahan Presiden Donald Trump saat ini. Proposal tersebut mencakup moratorium pengayaan nuklir sebagai bagian dari kesepakatan penghentian konflik berkepanjangan. Namun, Trump tetap memberi sinyal keras bahwa kesepakatan final masih belum sepenuhnya aman.
“Itu asumsi besar jika Iran benar-benar menyetujui proposal tersebut,” kata Donald Trump melalui Truth Social, Rabu, 6 Mei 2026. Pernyataan tersebut langsung menjadi perhatian utama pelaku pasar global sepanjang perdagangan Asia berlangsung. Bursa saham Asia tetap memilih reli meski ancaman geopolitik belum sepenuhnya menghilang.
Indeks Nikkei Jepang melonjak lebih dari 3 persen hingga menembus level psikologis baru perdagangan. Bursa Hong Kong, China, Singapura, hingga Australia ikut bergerak hijau sepanjang pembukaan perdagangan pagi tadi. Investor Asia tampak mulai meninggalkan kepanikan perang dan kembali memburu aset berisiko tinggi.
Harga minyak mentah dunia justru mengalami tekanan tajam setelah tensi perang mulai terlihat mereda. Minyak West Texas Intermediate turun 7,03 persen menuju posisi US$95,08 per barel perdagangan global. Sementara minyak Brent anjlok 7,83 persen menuju level US$101,27 per barel pagi tadi.
Phintraco Sekuritas melihat peluang penguatan IHSG masih terbuka hingga beberapa hari perdagangan mendatang. Secara teknikal, indikator pasar menunjukkan momentum rebound mulai bergerak semakin kuat menuju area berikutnya. Indikator MACD dan Stochastic RSI mulai mengirim sinyal pembalikan arah pasar domestik.
“IHSG berpotensi melanjutkan penguatan menguji level 7.150 hingga 7.200,” tulis riset Phintraco Sekuritas, Kamis, 7 Mei 2026. Saham pilihan Phintraco meliputi HRTA, PSAB, OASA, TOBA, serta ESSA pada perdagangan hari ini. Saham energi dan tambang masih menjadi magnet utama pembelian investor domestik pagi tadi.
CGS International Sekuritas Indonesia melihat sentimen komoditas ikut memperkuat tenaga reli IHSG pagi ini. Harga emas, timah, hingga tembaga kembali bergerak naik pada perdagangan komoditas internasional terbaru. Reli komoditas membuat saham tambang Indonesia kembali diburu pelaku pasar domestik dan regional.
“Masih berlanjutnya aksi jual investor asing berpotensi menjadi sentimen negatif pasar,” tulis riset CGS International Sekuritas Indonesia, Kamis, 7 Mei 2026. Support IHSG diperkirakan bertahan pada area 6.970 hingga 7.030 selama perdagangan berlangsung hari ini. Sementara resistance diprediksi bergerak menuju area 7.155 sampai 7.215.
Investor asing memang masih terlihat melepas saham-saham perbankan besar Indonesia beberapa hari terakhir perdagangan. Pada penutupan perdagangan sebelumnya, net sell asing mencapai Rp482,07 miliar pada pasar reguler domestik. Saham BMRI, BRPT, dan BBCA menjadi sasaran utama penjualan investor asing kemarin.
Fenomena tersebut membuat pasar terlihat seperti arena tarik tambang dua kepentingan besar berbeda pagi tadi. Investor domestik memilih memborong saham ketika asing perlahan keluar dari pasar Indonesia belakangan ini. Situasi unik tersebut membuat volatilitas pasar meningkat cukup tajam sejak awal perdagangan berlangsung.
Panin Sekuritas melihat bahwa membaiknya premi risiko global ikut membantu penguatan pasar saham Indonesia terbaru. Yield obligasi global mulai bergerak turun setelah ketegangan geopolitik terlihat sedikit mulai mereda. Situasi tersebut memberi ruang napas baru bagi pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.
“Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan menguat,” tulis riset Panin Sekuritas. Saham pilihan Panin meliputi TINS, EMAS, serta saham farmasi KLBF sepanjang perdagangan hari ini. Saham berbasis komoditas diprediksi masih menjadi primadona transaksi pasar domestik sementara waktu.
Dari dalam negeri, perhatian pelaku pasar juga tertuju pada aturan ekspor terbaru pemerintah Indonesia pekan ini. Menteri Perdagangan Budi Santoso menetapkan Permendag Nomor 12 Tahun 2026 akhir April lalu. Regulasi baru memperluas pengendalian ekspor komoditas strategis nasional, termasuk hasil tambang dan pangan.
Aturan tersebut memberi kewenangan lebih besar kepada pemerintah untuk mengontrol aktivitas ekspor komoditas nasional strategis. Kebijakan baru tersebut dianggap penting untuk menjaga stabilitas pasokan domestik menghadapi gejolak ekonomi global saat ini. Pasar terlihat masih mencerna dampak kebijakan tersebut terhadap emiten tambang dan komoditas nasional.
Rupiah sendiri bergerak relatif datar pada perdagangan pagi, menghadapi tekanan dolar Amerika Serikat terbaru. Nilai tukar rupiah bertahan pada posisi Rp17.400 per dolar AS sepanjang pembukaan perdagangan hari ini. Stabilitas rupiah sedikit membantu menjaga optimisme pelaku pasar domestik pagi tadi.
IHSG kini memasuki area kritis setelah reli tajam beberapa hari terakhir perdagangan pasar domestik berlangsung. Jika sentimen damai Timur Tengah benar-benar terwujud, pasar berpotensi mendapat tenaga tambahan cukup besar. Namun, aksi jual asing dan tekanan geopolitik tetap menjadi bom waktu yang mengintai pergerakan bursa. R-02

