47 Hari Setelah Takbir Bergema, Hadiah Pawai Idul Fitri 1447 H di Kepulauan Meranti Masih Menggantung, Belum Dibayar
Pemenang lomba Takbir Idul Fitri beberapa waktu lalu. Foto: SM News
RIAU, SabangMerauke News - Lebih dari sebulan berlalu atau tepatnya 47 hari sejak gema takbir menggema di langit Kepulauan Meranti, namun janji itu masih menggantung. Hadiah bagi para pemenang Lomba Pawai Malam Takbir Idul Fitri 1447 Hijriah belum juga sampai ke tangan mereka yang telah berpartisipasi memeriahkan perayaan suci tersebut.
Padahal malam itu, 20 Maret 2026, suasana begitu hidup. Lampu-lampu hias berkelap-kelip, irama takbir bersahutan, dan kreativitas masyarakat tumpah ruah di sepanjang jalan. Pawai takbir bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi ruang kebersamaan tempat masyarakat dari berbagai penjuru berkumpul, merayakan kemenangan dengan penuh suka cita.
Kegiatan itu bahkan secara resmi dilepas oleh Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, menjadi simbol dukungan pemerintah terhadap tradisi yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat.
Namun kini, kemeriahan itu menyisakan tanya.
Para peserta yang telah mengeluarkan tenaga, waktu, bahkan biaya untuk berpartisipasi, masih menunggu kepastian hak mereka. Hadiah yang seharusnya menjadi bentuk apresiasi, justru berubah menjadi janji yang belum tertunaikan.
Situasi ini semakin menjadi sorotan, terlebih dalam waktu dekat pemerintah daerah kembali bersiap menggelar Pawai Takbir Idul Adha 1447 Hijriah. Bayang-bayang keterlambatan sebelumnya pun menimbulkan keraguan, apakah hal serupa akan kembali terulang?
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdakab Kepulauan Meranti, Syafrizal, tak menampik adanya keterlambatan tersebut. Ia mengakui bahwa hingga kini hadiah memang belum dibayarkan.
“Iya, belum kita bayar. Masih hutang. Tapi sudah kita ajukan untuk bisa dibayarkan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (5/5/2026).
Menurutnya, proses pencairan anggaran saat ini masih berlangsung di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Meski demikian, ia memastikan bahwa pembayaran tengah diupayakan secepatnya.
“Insya Allah minggu ini bisa kita bayarkan. Karena sudah kita ajukan,” tambahnya.
Di tengah penantian itu, masyarakat hanya berharap satu hal sederhana: kepastian. Sebab bagi sebagian peserta, hadiah tersebut bukan sekadar simbol kemenangan, tetapi juga bentuk penghargaan atas partisipasi dan pengorbanan yang telah mereka berikan.
Karena pada akhirnya, sebuah perayaan bukan hanya tentang kemeriahan di awal, tetapi juga tentang bagaimana komitmen diselesaikan hingga akhir.
Terkait belum dibayarkannya hadiah Lomba Pawai Takbir 1447 Hijriah, secercah harapan mulai muncul dari pernyataan pihak pengelola keuangan daerah. Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kepulauan Meranti, Fajar Triasmoko, memastikan bahwa proses pencairan tengah berjalan dan akan segera dituntaskan.
Di tengah kegelisahan para pemenang yang telah lama menunggu, Fajar menegaskan bahwa usulan pencairan sebenarnya sudah masuk dan sedang diproses. Namun, terdapat sejumlah kendala administratif yang membuat proses tersebut belum bisa diselesaikan secepat yang diharapkan.
“Usulannya memang sudah masuk. Tetapi ada beberapa dokumen administrasi yang perlu diperbaiki,” ujarnya.
Meski demikian, ia memastikan bahwa persoalan tersebut bukan hambatan besar, melainkan hanya soal kelengkapan teknis yang sedang dirapikan. Ia bahkan menyebut, pencairan sempat direncanakan dilakukan hari ini, namun harus ditunda karena masih ditemukan kekeliruan dalam dokumen yang diajukan.
“Rencananya hari ini mau dicairkan. Tetapi ada beberapa dokumen yang masih keliru dan perlu perbaikan, belum bisa dicairkan hari ini,” jelasnya.
Lebih lanjut, Fajar menegaskan komitmennya untuk menjadikan persoalan ini sebagai prioritas. Ia memastikan bahwa dalam waktu dekat, pencairan akan segera terealisasi sehingga hadiah dapat dibayarkan oleh Bagian Kesra Setdakab Kepulauan Meranti kepada para pemenang.
“Mudah-mudahan satu atau dua hari ke depan sudah bisa cair. Paling lama pekan depan lah. Ini menjadi prioritas kami untuk dicairkan,” tegasnya.
Pernyataan ini setidaknya memberi sedikit kelegaan di tengah penantian panjang yang telah berlangsung lebih dari satu bulan. Kini, para pemenang hanya berharap janji tersebut benar-benar terwujud agar kemeriahan yang pernah mereka hadirkan tidak berakhir dengan rasa kecewa.
Diberitakan sebelumnya, untuk kategori Meranti Unggul atau kategori masjid, juara pertama berhasil diraih Masjid Al Hidayah Kampung Baru, Kelurahan Selatpanjang Selatan. Posisi juara kedua diraih Masjid Nurul Huda Jalan Kencana, Kelurahan Selatpanjang Selatan, sementara juara ketiga diraih Masjid Al Mutmainah Jalan Alah Cikpuan, Kelurahan Selatpanjang Selatan.
Sementara itu, untuk posisi harapan I diraih Masjid Ar Rahmah Jalan Banglas, harapan II Masjid Al Falah Selatpanjang Kota, dan harapan III Masjid Nurul Iman Jalan Budaya, Kelurahan Selatpanjang Timur.
Pada kategori Meranti Agamis atau kategori mushalla, juara pertama diraih Mushalla Al Ikhlas, disusul juara kedua Mushalla Ar Rahman Kampung Baru, serta juara ketiga Mushalla Al Barokah. Adapun posisi harapan I diraih Safinatul Jannah, harapan II Mushalla Al Muttaqin, dan harapan III Khairiyah Lorong Pisang.
Kemudian pada kategori Meranti Sejahtera atau kategori pelajar, juara pertama berhasil diraih MAN Selatpanjang, juara kedua SMPN 4 Selatpanjang, dan juara ketiga SMAN 2 Selatpanjang.
Selain pawai takbir, rangkaian kegiatan juga dimeriahkan dengan lomba lampu colok dan lampu hias yang diikuti oleh berbagai kelompok masyarakat dari sejumlah desa dan kelurahan di Kabupaten Kepulauan Meranti.
Untuk kategori lampu colok, juara pertama diraih Remaja Masjid Al Huda Desa Kudap, disusul juara kedua Remaja Masjid At-Taqwa, serta juara ketiga Pemuda Kampung Jawa, Desa Bagan Melibur.
Sementara pada kategori lampu hias, juara pertama diraih oleh Santri Pondok Pesantren Al Husna Desa Mantiasa, juara kedua Tanjung Bertanjak Desa Tanjung, dan juara ketiga Pemuda Kamboja Ujung Kelurahan Teluk Belitung. Adapun juara keempat diraih Pemuda Mushalla Al Falah Desa Bantar. (R-01)

