Surplus Dagang Menyusut, IHSG Kehilangan Tenaga di Sesi Penutupan
Ilustrasi perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia. (ist)
JAKARTA, SabangMerauke News - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan awal pekan ini dengan penguatan tipis namun penuh drama. Posisi indeks bertengger pada level 6.971,95 dengan kenaikan sebesar 0,22 persen sore tadi, Senin, 4 Mei 2026,
Laju indeks sempat gagah melesat hingga menyentuh level tertinggi intraday mencapai posisi 7.069,69. Namun, penguatan tersebut mendadak terpangkas secara signifikan saat memasuki sesi kedua perdagangan bursa domestik. Pergerakan indeks cenderung bergerak dua arah atau sideways akibat tekanan sentimen yang saling bertabrakan.
Total transaksi sepanjang hari tercatat sangat jumbo hingga menembus angka Rp21,17 triliun tersebut. Sebanyak 60,31 miliar lembar saham berpindah tangan melalui frekuensi perdagangan mencapai 2,44 juta kali. Meskipun indeks menghijau, jumlah saham yang melemah justru lebih banyak, yakni mencapai 357 emiten.
Sektor konsumer primer menjadi pahlawan kesiangan yang menopang IHSG agar tidak terjerembab ke zona merah. Saham PT Hero Supermarket Tbk bahkan terbang tinggi dengan kenaikan fantastis mencapai 24,4 persen. Penguatan sektor infrastruktur sebesar 0,96 persen turut membantu menjaga nafas indeks tetap berada di teritori positif.
"Penguatan IHSG semakin terbatas akibat sentimen wacana penurunan komisi ojek online," jelas analis Phintraco Sekuritas. Pernyataan tersebut merujuk pada kejatuhan saham raksasa teknologi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk sore ini. Investor nampaknya mulai kehilangan selera makan akibat bayang-bayang penurunan margin pendapatan emiten teknologi itu.
Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 secara resmi membatasi potongan aplikator maksimal delapan persen saja. Kebijakan baru pemerintah ini langsung menyeret harga saham GOTO ambles lebih dari lima persen. Kecemasan investor terhadap prospek fundamental perusahaan aplikasi tersebut mendominasi perbincangan panas di lantai bursa.
Sementara itu, Badan Pusat Statistik merilis data neraca perdagangan barang Indonesia periode Maret 2026. Hasilnya menunjukkan posisi surplus sebesar US$3,32 miliar yang sekaligus melanjutkan tren positif selama 71 bulan. Sayangnya, angka surplus tersebut merosot jika dibandingkan dengan capaian Maret tahun sebelumnya yang lebih perkasa.
Penyusutan nilai surplus kumulatif bahkan mencapai separuh dari total periode Januari hingga Maret 2025. Ekspor nasional tercatat sebesar US$22,53 miliar atau turun 3,1 persen secara tahunan, yang cukup mengkhawatirkan. Sisi impor justru naik menjadi US$19,21 miliar seiring peningkatan kebutuhan migas dan bahan baku industri.
“Peningkatan nilai impor secara tahunan terutama didorong oleh peningkatan impor nonmigas,” kata Ateng Hartono. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS ini memberikan gambaran jelas mengenai struktur perdagangan terkini. Kenaikan biaya impor migas mencapai 1,34 persen turut menekan ruang gerak surplus perdagangan nasional kita.
Panin Sekuritas mencatat bahwa ketegangan Timur Tengah memperlambat aktivitas ekspor maupun impor secara tahunan. Depresiasi rupiah yang cukup signifikan mengubah pola konsumsi domestik menjadi jauh lebih berjaga-jaga sekarang. Pergeseran pola belanja ini berdampak langsung pada kontraksi impor barang konsumsi yang biasanya sangat deras.
Meskipun kondisi global tidak menentu, arus modal asing masih mengalir deras masuk ke pasar saham. Investor asing mencatatkan pembelian bersih atau net buy sebesar Rp1,92 triliun pada seluruh pasar. Saham PT Timah Tbk menjadi incaran utama koleksi para pemodal mancanegara dengan nilai cukup signifikan.
Kenaikan IHSG hari ini juga mendapat angin segar dari reli saham kecerdasan buatan di Asia. Indeks MSCI Asia-Pasifik menghapus penurunan tajam bulan Maret berkat kesepakatan gencatan senjata Amerika Serikat-Iran. Asia dinilai tetap menjadi pilar utama pengembangan infrastruktur data dan manufaktur semikonduktor dunia masa depan.
Namun, nasib IHSG untuk esok hari diprediksi masih akan rawan terkena aksi koreksi lanjutan. Rentang pergerakan indeks diperkirakan berada pada level support 6.838 hingga titik resistance 7.022 nanti. Pelaku pasar perlu waspada terhadap tingginya nilai impor minyak mentah yang menekan neraca dagang Indonesia.
Minyak sawit mentah atau CPO diharapkan tetap menjadi komoditas andalan dalam menopang surplus perdagangan mendatang. Perjanjian perdagangan bilateral juga menjadi kunci penting guna menjaga stabilitas ekonomi di tengah perlambatan global. Investor disarankan tetap melakukan diversifikasi aset agar portofolio tidak hancur saat pasar sedang bergejolak.
Peluncuran Project Freedom oleh Donald Trump untuk Selat Hormuz memberikan sedikit harapan akan penurunan harga minyak. Namun, ketidakpastian ekonomi global masih sangat tinggi seiring gangguan rantai pasok akibat konflik bersenjata tersebut. Tetaplah memantau pergerakan pasar dengan kepala dingin tanpa harus terjebak emosi sesaat saat trading. R-02

