Minyak Rusia Segera Masuk RI, Bahlil: Stok Energi Harus Aman Total
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan minyak mentah Rusia segera tiba di Indonesia. Foto : Istimewa
Jakarta, SABANGMERAUKE NEWS - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan minyak mentah Rusia segera tiba di Indonesia.
Pemerintah menilai pasokan tersebut penting menjaga stabilitas energi nasional menghadapi tekanan global.
Langkah ini diambil setelah komunikasi intensif tingkat tinggi antara Indonesia dan Rusia sebelumnya.
Fokus utama pemerintah saat ini memastikan ketersediaan energi tetap aman bagi masyarakat luas.
Bahlil menegaskan prioritas utama pemerintah memastikan seluruh stok energi tersedia dalam kondisi aman.
Ia menyampaikan pernyataan tersebut usai menghadiri agenda Sinergi Alumni IPB untuk Bangsa akhir pekan.
“Bagi saya yang paling penting adalah semua stok tersedia, Rusia segera masuk,” ujar Bahlil.
Namun Bahlil tidak mengungkap detail harga pembelian minyak mentah dari Rusia tersebut.
Ia hanya menegaskan transaksi dilakukan melalui mekanisme bisnis langsung antar perusahaan terkait resmi.
“Itu B2B saja, nanti dibicarakan, saya tidak mau terlalu mendalam,” kata Bahlil singkat.
Indonesia sebelumnya memperoleh alokasi impor minyak mentah sebesar 150 juta barel dari Rusia.
Kesepakatan tersebut merupakan hasil kunjungan Presiden Prabowo Subianto bersama Bahlil ke Moskow lalu.
Langkah tersebut memperkuat strategi diversifikasi pasokan energi nasional menghadapi ketidakpastian global saat ini.
Selain minyak mentah, pemerintah juga membuka peluang impor LPG dari Rusia ke depan.
Namun rencana tersebut masih berada pada tahap pembicaraan dan belum masuk tahap realisasi konkret.
“Kalau LPG masih pembicaraan karena stok global membutuhkan waktu cukup,” ujar Bahlil menjelaskan.
Bahlil memastikan stok LPG nasional saat ini berada di atas batas minimum ditetapkan pemerintah.
Kondisi tersebut membuat pemerintah belum melihat urgensi mendesak untuk segera melakukan impor tambahan.
Stabilitas pasokan domestik tetap menjadi pertimbangan utama sebelum mengambil keputusan lanjutan kebijakan energi.
Pemerintah saat ini memprioritaskan ketersediaan berbagai jenis bahan bakar minyak untuk kebutuhan nasional.
Mulai dari solar hingga bensin berbagai oktan harus tersedia merata di seluruh wilayah Indonesia.
Kebijakan ini dianggap penting menjaga aktivitas ekonomi tetap berjalan stabil di tengah tekanan global.
Dalam situasi geopolitik global yang dinamis, keamanan pasokan energi menjadi prioritas utama negara.
Langkah strategis seperti impor minyak Rusia dinilai sebagai upaya antisipasi terhadap potensi gangguan pasokan.
“Dalam kondisi seperti ini negara harus menjamin ketersediaan semua jenis BBM,” ujar Bahlil menegaskan.
Ke depan pemerintah akan terus memantau perkembangan pasar energi global secara ketat berkelanjutan.
Evaluasi kebijakan dilakukan untuk memastikan strategi energi tetap adaptif menghadapi perubahan situasi global.
Pendekatan ini diharapkan menjaga ketahanan energi nasional tetap kuat dan berkelanjutan jangka panjang.(R-03)

