Buronan Sembunyi di Medan! Jejak Mantan Menantu Pembunuh Dumaris Boru Sitio Akhirnya Terendus Polisi
Rekaman CCTV detik-detik pembunuhan sadis mantan menantu terhadap Dumaris Boru Sitio di Rumbai, Pekanbaru. (ist)
RIAU, SabangMerauke News - Pembunuhan Dumaris Deniwati Boru Sitio (60 tahun) di Rumbai, Pekanbaru, memasuki fase baru. Polisi telah mengendus jejak pelaku di Kota Medan, Sumatera Utara. Proses pengungkapan kasus ini menjadi perhatian serius Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan.
Bahkan, Herry Heryawan terus memantau langsung perburuan melalui komunikasi dengan tim lapangan. Ia menghubungi Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, AKP Anggi Rian Diansyah, yang sedang memimpin pengejaran tersebut. Percakapan itu memperlihatkan keseriusan aparat dalam memburu pelaku hingga di luar wilayah provinsi.
“Siap! Masih di Medan, Jenderal. Sedang melakukan pengejaran dan pengembangan kasus,” lapor Anggi Rian Diansyah ketika ditelepon Herry Heryawan. Tim gabungan bergerak cepat menyusuri jejak pelaku yang diduga melarikan diri ke Sumatera Utara. Perburuan lintas wilayah dilakukan untuk memastikan pelaku segera ditangkap tanpa celah.
Kapolda Riau menegaskan pengejaran ini bukan sekadar tugas rutin penegakan hukum semata. Ia menyebut setiap langkah aparat berkaitan erat dengan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian. “Sampaikan ke anggota, setiap kerja keras membangun kepercayaan masyarakat,” tegas Herry Heryawan.
Korban, Dumaris Deniwati Boru Sitio (60 tahun), ditemukan tewas setelah menerima kekerasan brutal. Peristiwa terjadi Rabu, 29 April 2026, di rumah korban di kawasan Rumbai, Pekanbaru. Kematian korban menyisakan tanda tanya besar yang kemudian perlahan terjawab melalui rekaman CCTV.
Rekaman memperlihatkan mobil hitam berhenti di depan rumah korban sebelum kejadian berlangsung. Seorang wanita berkaus hitam masuk ke halaman, diikuti wanita lain mengenakan jaket biru. Dua pria kemudian menyusul, membentuk rangkaian kedatangan yang tampak biasa di awal kejadian.
Korban terlihat keluar dari kamar dan membuka pintu menyambut para tamu tersebut. Interaksi awal berlangsung normal, korban bahkan sempat duduk berbincang di ruang tengah rumah. Tidak ada tanda bahaya terlihat sebelum situasi berubah menjadi tragedi yang berujung kematian.
Polisi mengidentifikasi wanita berkaus hitam sebagai menantu korban berinisial AF. Kehadiran AF menjadi titik awal pengungkapan hubungan dekat antara korban dan para pelaku. “Iya, benar, itu menantu korban,” ujar Kombes Pol Muharman Atma, Kapolresta Pekanbaru.
Dugaan keterlibatan orang terdekat memperkuat motif yang kini tengah didalami penyidik secara intensif. Salah satu pria diduga berperan sebagai pelaku utama yang melakukan kekerasan menggunakan balok kayu. Aksi tersebut menyebabkan luka fatal hingga merenggut nyawa korban dalam waktu singkat.
“Sudah ada titik terang, identitas pelaku berhasil kami kantongi,” ujar Muharman Atma. Ia menegaskan tim masih mengembangkan kasus untuk mengungkap motif dan peran masing-masing pelaku. Penyelidikan terus bergerak cepat untuk memastikan konstruksi perkara menjadi lengkap dan kuat.
Keterlibatan lebih dari satu orang menunjukkan perencanaan yang tidak terjadi secara spontan. Pola kedatangan pelaku mengindikasikan adanya koordinasi sebelum aksi dilakukan di lokasi kejadian. Hal ini menjadi fokus utama penyidik dalam mengungkap motif sebenarnya di balik pembunuhan tersebut.
Warga sekitar mengaku terkejut dengan peristiwa yang melibatkan lingkaran keluarga korban sendiri. Lingkungan yang sebelumnya tenang mendadak berubah menjadi pusat perhatian aparat dan masyarakat luas. Kasus ini menjadi peringatan keras tentang potensi konflik yang tersembunyi di balik hubungan dekat.
Polisi kini berpacu dengan waktu untuk menangkap pelaku sebelum jejak semakin sulit dilacak. Pergerakan pelaku ke luar daerah menambah kompleksitas dalam proses pengejaran yang sedang berlangsung. Namun koordinasi lintas wilayah memberi peluang besar bagi aparat untuk segera mengakhiri pelarian tersebut.
Kasus ini membuka lapisan gelap hubungan personal yang berujung pada tindakan kekerasan ekstrem. Motif pasti masih dalam pendalaman, namun indikasi konflik internal menjadi arah utama penyelidikan. Publik menunggu kepastian hukum sebagai jawaban atas tragedi yang mengguncang Pekanbaru ini. R-02

