Ratusan BUMN Dibubarkan Diam-Diam, Dony Oskaria Buka Suara
Kepala BP BUMN merangkap COO Danantara Dony Oskaria. Foto : Istimewa
Jakarta, SABANGMERAUKE NEWS - Langkah besar restrukturisasi BUMN kembali digencarkan Danantara dengan membubarkan ratusan perusahaan dalam waktu singkat. Kebijakan ini diklaim meningkatkan efisiensi tanpa mengorbankan tenaga kerja, memicu perhatian publik terkait arah kebijakan ekonomi nasional dan masa depan perusahaan pelat merah Indonesia.
Danantara membubarkan 167 BUMN selama setahun terakhir sebagai bagian strategi efisiensi nasional.
Pemerintah melalui Danantara mempercepat restrukturisasi perusahaan pelat merah demi meningkatkan kinerja bisnis nasional.
Langkah tersebut mencakup pembubaran ratusan entitas usaha yang dinilai tidak lagi efektif beroperasi.
Kebijakan ini langsung menarik perhatian publik karena dampaknya terhadap struktur ekonomi dan tenaga kerja nasional.
Kepala BP BUMN merangkap COO Danantara Dony Oskaria menyampaikan proses likuidasi masih terus berjalan.
Ia menegaskan jumlah perusahaan yang telah dibubarkan mencapai angka signifikan dalam waktu relatif singkat.
“Total yang sudah dilikuidasi hingga hari ini sudah sekitar 167 perusahaan,” ujar Dony di Jakarta.
Dony menjelaskan langkah likuidasi bertujuan meningkatkan efisiensi serta memperbaiki proses bisnis perusahaan negara.
Restrukturisasi difokuskan pada aspek operasional tanpa mengurangi jumlah tenaga kerja yang masih aktif.
Menurutnya, kebijakan ini dirancang agar perusahaan lebih sehat secara finansial dan manajerial ke depan.
Ia memastikan seluruh proses likuidasi dilakukan secara profesional dan sesuai aturan yang berlaku saat ini.
Pendekatan tersebut mengedepankan keberlanjutan operasional serta menjaga stabilitas internal perusahaan terkait.
“Semua dilakukan dengan niat baik serta proses bisnis tetap berjalan optimal,” kata Dony menegaskan.
Isu pemutusan hubungan kerja sempat mencuat seiring kabar pembubaran ratusan perusahaan negara tersebut.
Namun Dony menepis kekhawatiran tersebut dengan menegaskan tidak ada PHK dalam proses berlangsung.
“Karyawan tidak akan di PHK, jadi tidak perlu khawatir terhadap perubahan ini,” ujarnya lagi.
Kebijakan ini disebut sebagai bagian transformasi besar BUMN menuju struktur yang lebih ramping.
Pemerintah menilai langkah tersebut penting untuk menghadapi persaingan global dan tekanan ekonomi saat ini.
Efisiensi dianggap menjadi kunci utama menjaga keberlanjutan perusahaan milik negara dalam jangka panjang.
Meski begitu, Dony belum merinci daftar perusahaan yang telah atau akan dilikuidasi ke depan.
Kurangnya transparansi daftar tersebut memicu pertanyaan publik terkait sektor mana paling terdampak signifikan.
Namun pemerintah menilai proses ini masih berjalan sehingga detail belum dapat dipublikasikan sepenuhnya.
Transformasi ini menjadi sinyal kuat perubahan arah kebijakan pengelolaan BUMN di Indonesia saat ini.
Fokus tidak lagi pada jumlah perusahaan, melainkan kualitas serta kontribusi terhadap ekonomi nasional.
Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan BUMN yang lebih kompetitif dan adaptif menghadapi tantangan global.
Ke depan, program likuidasi dipastikan masih berlanjut sesuai evaluasi kinerja masing-masing perusahaan terkait.
Pemerintah menargetkan struktur BUMN lebih efisien tanpa mengganggu stabilitas tenaga kerja nasional.
Kebijakan ini menjadi bagian penting strategi jangka panjang reformasi sektor ekonomi berbasis negara.(R-03)

