Serie A Italia
Keajaiban VAR Selamatkan Muka Milan! Khephren Thuram Menangis Usai Selebrasi Gol Dibatalkan Wasit!
Luka Modric menjaga bola dari kejaran Lloyd Kelly dalam laga Liga Italia antara AC Milan vs Juventus di San Siro, 27 April 2026 (AP Photo)
ITALIA, SabangMerauke News - AC Milan dan Juventus harus puas berbagi angka setelah duel panas berakhir tanpa gol di San Siro, Senin dini hari, 27 April 2026. Laga pekan ke-34 Serie A itu menghadirkan tensi tinggi dengan peluang beruntun tanpa hasil akhir. Skor 0-0 bertahan hingga peluit panjang meski drama terus muncul sepanjang pertandingan berjalan.
Sejak menit awal, kedua tim langsung saling menekan dengan ritme hati-hati namun tetap agresif. Permainan lebih banyak terjadi di lini tengah dengan duel ketat perebutan bola setiap waktu. Peluang bersih baru muncul setelah menit ke-20 ketika tempo mulai meningkat dan ruang mulai terbuka.
Gelandang Milan, Youssouf Fofana, sempat membuka ancaman melalui tembakan keras dari sudut sempit lapangan. Bola meluncur cepat, namun hanya menyentuh sisi luar jaring tanpa mengubah papan skor. Momentum itu membuat Milan semakin percaya diri dalam mengontrol jalannya pertandingan di fase awal.
Juventus perlahan menemukan ritme melalui pergerakan Francisco Conceicao yang aktif menusuk dari sisi kanan lapangan. Beberapa penetrasi tajam berhasil menciptakan ruang berbahaya di area pertahanan lawan. Namun, penyelesaian akhir masih belum cukup tajam untuk menghasilkan gol pembuka.
Peluang emas hadir saat Rafael Leao memanfaatkan bola liar di dalam kotak penalti lawan. Sepakan kerasnya melayang tinggi dan gagal mengarah tepat ke sasaran yang terbuka. Momen itu membuat suporter tuan rumah sempat berdiri sebelum kembali duduk dalam kekecewaan.
Juventus sempat mencetak gol melalui Khephren Thuram setelah menerima umpan matang dari sisi kanan serangan cepat. Bola sempat bersarang di gawang dan memicu selebrasi singkat dari para pemain. Namun, tinjauan VAR membatalkan gol karena posisi offside dalam proses serangan.
Penjaga gawang Milan, Mike Maignan, tampil sigap dengan penyelamatan penting menjelang akhir babak pertama. Ia menutup ruang tembak dari jarak dekat yang hampir mengubah jalannya pertandingan. Skor tetap 0-0 saat jeda turun minum dengan ketegangan masih menggantung.
Memasuki babak kedua, Juventus langsung tampil lebih agresif dengan tekanan dari kedua sisi sayap. Milan merespons melalui kombinasi cepat yang melibatkan lini tengah dan penyerang utama. Pertandingan berubah lebih terbuka dengan jual beli serangan yang semakin intens sepanjang waktu berjalan.
Milan hampir memecah kebuntuan saat sepakan Alexis Saelemaekers menghantam mistar gawang keras dari sisi kiri kotak penalti. Bola memantul keluar dan gagal dimanfaatkan oleh pemain lain di sekitar area berbahaya. Momen itu menjadi peluang terbaik tuan rumah sepanjang pertandingan berlangsung.
Juventus membalas melalui percobaan jarak jauh dari Gleison Bremer yang mengarah tepat ke gawang. Namun, Maignan kembali tampil tenang dengan penyelamatan bersih tanpa memberikan bola liar. Konsistensi penjaga gawang menjadi faktor penting dalam menjaga skor tetap seimbang.
Pertandingan sempat terhenti setelah benturan kepala melibatkan Luka Modric dan Manuel Locatelli di tengah lapangan permainan. Keduanya mendapat perawatan medis sebelum kembali melanjutkan laga dengan pengawasan ketat. Insiden itu sempat menurunkan tempo sebelum kembali meningkat di menit akhir.
Pelatih Juventus melakukan pergantian dengan memasukkan Dusan Vlahovic untuk menambah daya gedor di lini depan. Milan merespons dengan masuknya Christopher Nkunku guna meningkatkan kreativitas serangan. Namun, perubahan tersebut belum mampu memecah kebuntuan hingga waktu hampir habis.
Pelatih Milan menyebut laga berjalan ketat dengan intensitas tinggi dari awal hingga menit terakhir pertandingan. “Tim tampil solid dan menciptakan peluang, namun penyelesaian akhir belum maksimal,” ujar pelatih AC Milan dalam konferensi pers usai laga. Ia menilai hasil imbang mencerminkan keseimbangan kekuatan kedua tim di lapangan.
Dari kubu Juventus, pelatih mengakui pertandingan berjalan sulit dengan tekanan konstan dari lawan sepanjang waktu. “Pertandingan berlangsung keras dan setiap detail kecil menentukan hasil akhir,” ujar pelatih Juventus seusai laga. Ia menegaskan tim tetap menjaga fokus meski gagal mencuri kemenangan di laga tandang.
Hingga peluit panjang berbunyi, skor tetap bertahan 0-0 tanpa perubahan meski tekanan terus meningkat. Kedua tim harus puas membawa pulang satu poin dari duel yang berlangsung penuh tensi. Hasil ini menjaga posisi Milan di peringkat 3 dengan 67 poin dan Juventus di peringkat 4 dengan 64 poin.
Statistik menunjukkan Juventus unggul dalam penguasaan bola dan jumlah tembakan tepat sasaran sepanjang pertandingan. Namun, efektivitas tetap menjadi masalah utama yang membuat peluang gagal dikonversi menjadi gol kemenangan. Milan unggul dalam organisasi permainan dengan pertahanan solid yang sulit ditembus sepanjang laga berjalan.
Duel ini menghadirkan cerita tentang peluang, tekanan, dan kegagalan menyelesaikan momen krusial di depan gawang. Tidak ada gol, namun tensi pertandingan terasa seperti final dengan intensitas tinggi sepanjang waktu. San Siro menjadi saksi laga sengit tanpa pemenang yang meninggalkan rasa penasaran panjang. R-02
BERITA TERKAIT :
-
Liga 2 Championship Pegadaian
Sumsel United Menangis di Rumbai! PSPS Pekanbaru Mengamuk, Misi Balas Dendam Tuntas Lewat Drama Menit Akhir!

