1.700 Dapur MBG Disetop Mendadak, Temuan Pengurangan Porsi Bikin Geger
Kepala Bappisus Aris Marsudiyanto. Foto : Istimewa
Jakarta, SABANGMERAUKE NEWS - Sebanyak 1.700 SPPG program Makan Bergizi Gratis dihentikan sementara setelah pelanggaran standar ditemukan.
Langkah tersebut diambil Badan Gizi Nasional guna menjaga kualitas layanan pemenuhan gizi masyarakat rentan.
Temuan pelanggaran berupa pengurangan porsi makanan yang tidak sesuai spesifikasi resmi program nasional.
Kepala Bappisus Aris Marsudiyanto menyebut penghentian dilakukan sebagai bentuk pengawasan ketat berkelanjutan nasional.
Ia menegaskan langkah tersebut penting menjaga standar kualitas pangan sesuai ketentuan Badan Gizi Nasional.
“Sebanyak 1.700 SPPG disuspensi untuk diperbaiki sesuai standar yang telah ditetapkan,” ujar Aris.
Aris menjelaskan setiap SPPG wajib mengikuti spesifikasi makanan sesuai standar gizi yang telah ditentukan.
Ia menekankan tidak boleh terjadi pengurangan porsi maupun kualitas dalam penyajian makanan program tersebut.
“Jangan mengurangi ukuran dan kualitas, semua harus dijaga sesuai standar yang berlaku,” tegas Aris.
Menurut Aris, kualitas makanan mencakup bahan, air, proses memasak, hingga penyajian kepada penerima manfaat.
Standar tersebut bertujuan memastikan makanan tetap higienis, sehat, serta memenuhi kebutuhan gizi kelompok sasaran.
Kelompok sasaran meliputi anak-anak, ibu hamil, lansia, serta masyarakat rentan lainnya di berbagai daerah.
Temuan pelanggaran meliputi pengurangan ukuran lauk yang berdampak langsung terhadap nilai gizi makanan.
Aris mencontohkan pemotongan ayam yang seharusnya delapan bagian menjadi lebih banyak potongan kecil.
Kondisi tersebut menyebabkan ukuran daging lebih kecil dan tidak sesuai standar gizi ditetapkan.
Ia menegaskan seluruh bahan makanan harus memenuhi ukuran gramasi sesuai ketentuan resmi pemerintah pusat.
Pengurangan ukuran dinilai berpotensi menurunkan kualitas gizi yang diterima masyarakat penerima program MBG.
“Ukuran harus sesuai spesifikasi agar kebutuhan gizi tetap terpenuhi secara optimal,” kata Aris.
Pemerintah memastikan evaluasi terhadap SPPG dilakukan secara menyeluruh sebelum operasional kembali dijalankan normal.
Langkah ini diharapkan memperkuat sistem pengawasan serta meningkatkan kualitas pelaksanaan program nasional tersebut.
Aris menegaskan komitmen menjaga kualitas pangan demi mendukung kesehatan masyarakat secara berkelanjutan nasional.(R-03)

