Negosiasi Mobil Berujung Brutal, Pria 53 Tahun Babak Belur Dikeroyok Debt Collector
Ilustrasi pengeroyokan di sebuah kedai kopi. Foto: SM News/Created by AI
RIAU, SabangMerauke News - Pengeroyokan brutal di Pekanbaru mengguncang warga pada Sabtu, 25 April 2026 pagi. Seorang pria usia 53 tahun dihajar beramai-ramai saat negosiasi mobil berubah panas dan kacau.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 10.00 WIB di kedai kopi Jalan Belimbing, kawasan ramai. Lokasi tepat berada di Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru.
Korban bernama Sayuti Malik Panai datang ke kedai kopi itu bersama beberapa orang. Mereka bernegosiasi kredit kendaraan yang bermasalah. Pertemuan berlangsung tegang sejak awal, tanpa titik temu, hingga emosi masing-masing orang memuncak.
Menurut cerita korban, suasana berubah panas saat diskusi tak menghasilkan kesepakatan jelas. Ketegangan meningkat cepat, kata-kata tajam muncul, lalu situasi berubah menjadi sangat tidak terkendali.
Korban mengangkat meja saat situasi memanas, memicu reaksi keras dari kelompok lawan tersebut. Gerakan spontan itu seperti sinyal perang, memancing kemarahan sejumlah pria yang hadir di lokasi.
Beberapa orang berinisial D dan AY disebut ikut terlibat dalam aksi pengeroyokan brutal. Mereka menggunakan benda di sekitar, memukul korban tanpa jeda hingga korban terjatuh kesakitan.
Sayuti mengalami luka serius pada bagian kepala dan tangan akibat serangan bertubi-tubi tersebut. Darah terlihat mengalir, suasana kedai berubah sunyi seketika setelah aksi kekerasan berhenti mendadak.
Korban kemudian melapor ke Polresta Pekanbaru untuk mencari keadilan atas insiden mengerikan tersebut. Langkah hukum diambil segera setelah kondisi korban memungkinkan untuk memberikan keterangan awal.
Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, AKP Anggi Rian Diansyah, membenarkan laporan pengeroyokan tersebut. “Benar, laporan dugaan tindak pidana pengeroyokan sudah diterima, masih proses penyelidikan,” ujar Anggi.
Polisi bergerak cepat mengejar para terlapor yang disebut terlibat dalam insiden kekerasan tersebut. Tim lapangan menyisir lokasi, mengumpulkan petunjuk, serta memburu pelaku yang telah teridentifikasi sementara.
Keterangan saksi menjadi fokus utama dalam mengurai kronologi lengkap kejadian tersebut secara rinci. Setiap detail diperiksa untuk memastikan peran masing-masing orang dalam peristiwa pengeroyokan itu.
“Pengejaran masih berjalan, semua bukti dikumpulkan untuk mengungkap peristiwa ini secara terang,” ujar Anggi. Proses hukum terus berlanjut, dengan harapan pelaku segera tertangkap dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Kasus ini menambah daftar kekerasan terkait penarikan kendaraan yang berujung konflik terbuka. Negosiasi yang gagal sering berubah menjadi bentrokan, terutama saat emosi tidak lagi terkendali. R-02

