Dada Gosong Tersambar Petir, Nyawa Petani di Nagari Gadut Melayang Seketika!
Ilustrasi tragedi sambaran petir yang menewaskan 1 orang petani di Kabupaten Agam. Foto: SM News/Created by AI
SUMBAR, SabangMerauke News - Nasib malang menimpa rombongan petani di Kabupaten Agam, Sumatera Barat pada Rabu sore, 22 April 2026. Satu orang warga Nagari Gadut mengembuskan napas terakhir setelah tersambar petir saat cuaca buruk.
Kondisi cuaca di Dusun Lurah, Kecamatan Tilatang Kamang, saat itu memang sedang hujan sangat deras. Tiga orang petani memutuskan berteduh dalam tenda sederhana setelah lelah memanen padi di sawah. Kilatan listrik dari langit tiba-tiba menyambar tenda tempat peristirahatan sementara yang mereka gunakan tersebut.
"Tiba-tiba petir menyambar dan mengenai tiga orang di dalam tenda sawah di lokasi kejadian, sekitar pukul 15.30 WIB," ujar Nevrigon, Wali Jorong Tiga Kampung, Nagari Gadut. Menurutnya, satu korban meninggal dunia seketika itu. Dua rekan korban lainnya berhasil selamat meski harus mengalami luka-luka yang tergolong cukup serius.
Korban meninggal dunia yang teridentifikasi bernama Syafrinaldi yang telah menginjak usia 51 tahun. Warga Balai Panjang ini mengalami luka bakar parah pada bagian dada akibat aliran listrik yang tinggi. Jenazah langsung dievakuasi menuju rumah sakit menggunakan mobil ambulans milik Masjid Baiturahman Balai Panjang.
Dua korban selamat, yakni Debi Andika Saputra dan Erizal, masih menjalani perawatan tim medis. Keduanya mengalami gangguan pendengaran yang sangat hebat akibat dentuman keras suara petir yang menyambar. Tim medis sedang memantau kondisi saraf dan jantung mereka guna mencegah adanya komplikasi lanjutan.
Kepala Bidang KL BPBD Agam, Abdul Ghafur, menyebutkan korban sedang membuat aliran air sawah. Hujan deras disertai petir yang datang mendadak membuat para petani tidak memiliki waktu berlindung. Lokasi persawahan yang terbuka memang menjadi tempat paling rawan saat terjadi badai serta guntur.
"Kami membawa korban ke RSAM guna memastikan kondisi kesehatan setelah kejadian sambaran petir," jelas Abdul Ghafur. Kabid KL BPBD Agam tersebut mengingatkan warga untuk segera mencari bangunan kokoh saat hujan. Masyarakat dilarang keras berteduh di bawah pohon atau tenda terbuka di tengah area lapang.
Pemerintah Kabupaten Agam kini sedang menyiapkan bantuan sosial bagi keluarga korban yang ditinggalkan tersebut. Faktor ekonomi sering kali memaksa para petani tetap bekerja meski kondisi langit terlihat sangat tidak bersahabat. BPBD meminta warga lebih waspada mengingat musim penghujan masih akan berlangsung beberapa bulan ke depan.
Kesadaran akan bahaya petir di wilayah pegunungan seperti Agam harus terus ditingkatkan secara masif. Jangan pernah meremehkan tanda-tanda badai jika ingin selamat dari amukan fenomena alam yang mematikan. Tragedi di Nagari Gadut menjadi pengingat keras betapa ganasnya cuaca ekstrem bagi keselamatan nyawa manusia.
Seluruh korban kini sudah mendapatkan penanganan maksimal di fasilitas kesehatan terdekat di wilayah Kabupaten Agam. Keluarga besar Nagari Gadut masih diselimuti duka mendalam karena kehilangan sosok tetangga yang sangat baik hati. Kejadian ini diharapkan tidak terulang kembali dengan peningkatan literasi mitigasi bencana pada tingkat desa. R-02

