Coppa Italia
Gila! Lazio Lolos Final, Edoardo Motta Tepis 4 Penalti, Atalanta Tersungkur
Selebrasi Edoardo Motta dkk dalam laga Atalanta vs Lazio di semifinal Coppa Italia 2025/2026, Kamis (23/4/2026). (AP Photo)
ITALIA, SabangMerauke News - SS Lazio memastikan tiket final Coppa Italia usai menyingkirkan Atalanta BC lewat adu penalti yang dramatis, Kamis, 23 April 2026 dini hari WIB. Skor imbang 1-1 bertahan hingga 120 menit, sebelum Lazio menang 2-1 dalam adu penalti. Kemenangan ini langsung mengarahkan Lazio menuju partai puncak menghadapi Inter Milan pada Mei mendatang.
Pertandingan berjalan ketat sejak awal dengan tensi tinggi dan permainan keras yang memancing emosi pemain. Atalanta tampil lebih agresif di awal laga, menekan tanpa henti meski peluang bersih masih jarang terlihat. Lazio terlihat lebih berhati-hati, menunggu celah sambil sesekali melancarkan serangan balik cepat yang belum efektif.
Peluang terbaik babak pertama hadir dari Nicola Zalewski yang melepaskan tembakan keras hasil umpan De Ketelaere. Namun bola masih mampu diblok pertahanan Lazio yang tampil disiplin menjaga area kotak penalti sepanjang laga. Sementara Lazio hanya mengancam lewat sundulan Toma Basic yang melayang tipis di atas mistar gawang lawan.
Babak pertama berakhir tanpa banyak kejutan, hanya satu tembakan tepat sasaran dari kedua tim yang tercipta. Permainan terasa seperti catur panjang, penuh perhitungan, minim risiko, dan menunggu kesalahan kecil lawan. Kedua pelatih tampak lebih memilih stabilitas dibandingkan dengan perjudian taktik di fase awal pertandingan penting ini.
Memasuki babak kedua, Atalanta kembali menekan dan sempat mencetak gol melalui Ederson di dalam kotak penalti. Namun, VAR menganulir gol tersebut karena kiper Edoardo Motta dinilai sudah menguasai bola sebelumnya. Keputusan itu menjadi titik balik yang memberi napas baru bagi Lazio yang sempat berada di bawah tekanan.
Lazio akhirnya memecah kebuntuan pada menit delapan puluh empat lewat sepakan first-time Alessio Romagnoli. Gol itu lahir dari skema sepak pojok Mattia Zaccagni yang dieksekusi dengan presisi tinggi ke jantung pertahanan. Namun, keunggulan tersebut hanya bertahan dua menit sebelum Mario Pasalic menyamakan skor untuk Atalanta.
Gol balasan Atalanta datang cepat melalui tembakan yang sempat membentur pemain dan mengecoh arah bola. Momentum langsung berubah, membuat pertandingan kembali terbuka dengan tekanan tinggi dari kedua kubu hingga akhir waktu normal. Skor imbang bertahan hingga peluit panjang, memaksa laga berlanjut ke babak tambahan yang penuh kehati-hatian.
Di babak extra time, Atalanta kembali mencetak gol melalui sundulan Giacomo Raspadori yang sempat memicu selebrasi. Namun, VAR kembali berbicara, membatalkan gol tersebut akibat posisi offside dalam proses serangan yang terjadi sebelumnya. Keputusan ini semakin menambah drama, seolah pertandingan menolak memiliki pemenang sebelum adu nasib dilakukan.
Adu penalti menjadi panggung utama yang menentukan nasib kedua tim dalam laga penuh tekanan tersebut. Motta tampil seperti tembok hidup, menggagalkan empat eksekusi penalti beruntun dari para pemain Atalanta. Penyelamatan demi penyelamatan membuat stadion terdiam, sementara Lazio perlahan mengunci kemenangan dramatis mereka.
“Dia tampil luar biasa, refleks dan ketenangannya menentukan hasil pertandingan malam ini,” ujar Maurizio Sarri sebagai pelatih Lazio. Sarri menegaskan performa Motta menjadi kunci utama yang mengubah jalannya laga di momen paling krusial. Ia juga menyebut kemenangan ini sebagai hasil kerja keras tim dalam menghadapi tekanan sepanjang musim.
Di sisi lain, pelatih Atalanta, Raffaele Palladino, mengakui timnya kurang efektif dalam penyelesaian akhir. “Kami menciptakan peluang, namun detail kecil membuat hasil akhir tidak sesuai harapan,” ujarnya setelah laga usai. Kegagalan penalti menjadi pukulan telak setelah tampil cukup dominan dalam sebagian besar jalannya pertandingan.
Kemenangan ini membuka peluang besar bagi Lazio untuk meraih trofi Coppa Italia kedelapan sepanjang sejarah klub. Selain itu, tiket final juga memberi keuntungan tambahan dalam perebutan slot kompetisi Eropa musim depan. Final yang akan digelar pada 13 Mei dipastikan menjadi panggung besar menghadapi Inter Milan yang sedang tajam.
Menariknya, laga final akan berlangsung di Stadion Olimpico yang menjadi kandang Lazio sendiri musim ini. Situasi ini memberi keuntungan psikologis, meski dukungan penuh suporter masih menjadi tanda tanya besar. Sarri berharap atmosfer stadion bisa kembali hidup untuk memberi dorongan ekstra di laga puncak nanti.
“Jika suporter datang, energi tim akan berlipat dan suasana akan terasa berbeda di lapangan,” kata Sarri. Ia mengaku menghormati sikap fans, namun tetap berharap dukungan hadir di momen penting musim ini. Final Coppa Italia diprediksi menjadi salah satu laga paling emosional bagi Lazio dalam beberapa tahun terakhir.
Di balik kemenangan dramatis ini, Lazio menunjukkan mental kuat yang teruji dalam situasi tekanan tinggi. Permainan disiplin, pertahanan solid, serta keberanian di momen krusial menjadi fondasi keberhasilan tim. Sepak bola kembali menghadirkan cerita unik, ketika satu kiper mampu mengubah arah sejarah pertandingan besar. R-02
BERITA TERKAIT :
-
La Liga Spanyol
Lamine Yamal Jadi Tumbal Kemenangan Barcelona Atas Celta Vigo

