Kebakaran Hebat di Marpoyan Damai, 6 Rumah dan Motor Hangus dalam Sekejap
Proses pemadaman api. Foto: Dok SM News
RIAU, SabangMerauke News - Kebakaran hebat menghanguskan enam unit rumah petak di Jalan Gulama, Tangkerang Barat, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Rabu (22/4/2026). Peristiwa ini terjadi secara tiba-tiba dan langsung memicu kepanikan warga sekitar yang berusaha menyelamatkan diri serta barang-barang berharga dari kobaran api yang terus membesar.
Menurut keterangan sejumlah saksi di lokasi, api pertama kali terlihat dari salah satu rumah petak dan dengan cepat merambat ke bangunan lain. Kondisi rumah yang berdempetan menjadi salah satu faktor utama yang membuat api dengan mudah menyebar dan sulit dikendalikan dalam waktu singkat. Dalam hitungan menit, kobaran api sudah membesar dan melahap beberapa unit rumah sekaligus.
Warga yang panik hanya bisa berteriak meminta pertolongan sembari berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun, besarnya kobaran api membuat upaya tersebut tidak membuahkan hasil maksimal. Sebagian warga bahkan terpaksa meninggalkan rumah mereka tanpa sempat menyelamatkan harta benda.
Selain enam unit rumah petak, tiga unit sepeda motor milik warga juga dilaporkan ikut terbakar dalam peristiwa tersebut. Kendaraan yang terparkir di sekitar lokasi kejadian tidak sempat dipindahkan karena api sudah lebih dulu membesar dan mengepung area tersebut.
Tak lama setelah laporan diterima, tim pemadam kebakaran Kota Pekanbaru langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Sebanyak tujuh unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk mengatasi kebakaran yang cukup besar tersebut. Petugas yang tiba di lokasi langsung melakukan upaya pemadaman dan berusaha mencegah api merambat ke bangunan lain di sekitarnya.
Proses pemadaman berlangsung cukup dramatis. Petugas harus berjibaku melawan kobaran api yang terus menyala, ditambah kondisi bangunan yang rapat serta akses jalan yang relatif sempit. Hal ini sempat menjadi kendala dalam proses pemadaman, namun berkat kerja keras dan koordinasi yang baik, api akhirnya berhasil dikendalikan.
Selama kurang lebih dua jam, petugas pemadam kebakaran terus melakukan upaya intensif hingga api benar-benar berhasil dipadamkan. Asap tebal yang membumbung tinggi sempat menyelimuti kawasan tersebut dan menarik perhatian warga sekitar yang berkerumun menyaksikan kejadian.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Pekanbaru, Zarman Candra, melalui Duul Gammar, menyampaikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut. Meski demikian, kerugian materiil diperkirakan cukup besar mengingat jumlah bangunan yang terbakar serta barang-barang milik warga yang ikut hangus.
“Api berhasil dipadamkan setelah dua jam proses pemadaman. Untuk penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan,” ujarnya.
Pihak berwenang saat ini masih melakukan penyelidikan guna mengetahui penyebab pasti kebakaran. Dugaan sementara belum dapat dipastikan, namun berbagai kemungkinan seperti korsleting listrik atau kelalaian masih menjadi fokus pemeriksaan.
Sementara itu, tim terkait juga tengah melakukan pendataan terhadap jumlah kerugian yang dialami para korban. Warga yang kehilangan tempat tinggal untuk sementara waktu terpaksa mengungsi ke rumah kerabat atau tetangga terdekat.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat, khususnya yang tinggal di kawasan padat penduduk dengan bangunan yang saling berdekatan. Risiko kebakaran di lingkungan seperti ini cenderung lebih tinggi, terutama jika tidak diimbangi dengan sistem keamanan dan kewaspadaan yang memadai.
Pemerintah setempat diharapkan dapat meningkatkan sosialisasi terkait pencegahan kebakaran, termasuk pentingnya instalasi listrik yang aman serta kesiapsiagaan warga dalam menghadapi situasi darurat. Selain itu, akses jalan yang memadai juga menjadi faktor penting agar mobil pemadam kebakaran dapat dengan mudah menjangkau lokasi saat terjadi insiden serupa.
Di sisi lain, solidaritas warga terlihat jelas dalam peristiwa ini. Banyak warga sekitar yang turut membantu korban dengan memberikan tempat tinggal sementara serta bantuan kebutuhan dasar. Hal ini menunjukkan kuatnya rasa kebersamaan di tengah musibah yang melanda.
Hingga kini, lokasi kebakaran masih dipenuhi sisa puing bangunan yang hangus terbakar. Beberapa warga terlihat kembali ke lokasi untuk melihat kondisi rumah mereka yang sudah rata dengan tanah. Rasa sedih dan kehilangan tak bisa disembunyikan dari wajah para korban.
Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran. Dengan langkah pencegahan yang tepat dan kesadaran bersama, diharapkan kejadian serupa dapat diminimalisir di masa mendatang. (R-05)

