IHSG Hari Ini Merah Membara! Suku Bunga BI Tetap 4,75% Tapi Saham BREN Malah Terjun Bebas
Ilustrasi perdagangan saham (ist)
JAKARTA, SabangMerauke News - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,24 persen ke level 7.541 saat BI Rate bertahan, Rabu, 22 April 2026. Pergerakan pasar terlihat lesu sejak siang, tekanan datang dari sentimen global dan domestik. Keputusan Bank Indonesia menahan suku bunga membuat investor memilih menunggu arah baru pasar.
Sepanjang sesi kedua, indeks bergerak di zona negatif dalam rentang 7.578 hingga 7.513. Frekuensi transaksi mencapai 2,94 juta kali dengan aktivitas jual beli cukup padat sepanjang hari. Nilai transaksi tercatat Rp18,14 triliun dari total 49,44 miliar saham berpindah tangan.
Meski tekanan terjadi, sebanyak 440 saham masih mencatat penguatan sepanjang perdagangan hari ini. Sebanyak 240 saham melemah dan 141 lainnya stagnan tanpa perubahan berarti. Komposisi ini menunjukkan pasar bergerak tidak merata, cenderung fluktuatif sepanjang sesi.
Nilai tukar rupiah ikut melemah 0,18 persen ke posisi Rp17.175 per dolar Amerika Serikat. Pelemahan mata uang memperkuat tekanan pada pasar saham yang sudah bergerak terbatas. Kondisi ini memperlihatkan hubungan erat antara pasar keuangan domestik dan dinamika global.
Sektor bahan baku menjadi pemberat utama dengan penurunan hingga 0,68 persen hari ini. Sektor energi dan properti juga ikut melemah, masing-masing 0,16 persen dan 0,02 persen. Tekanan sektoral membuat indeks sulit bergerak naik meski ada saham yang menguat.
Saham PT Yanaprima Hastapersada Tbk tercatat turun tajam hingga 9,81 persen dalam perdagangan. Saham PT Asia Pramulia Tbk juga jatuh 7,87 persen, menambah tekanan sektor bahan baku. Kedua saham ini menjadi kontributor utama pelemahan indeks sepanjang sesi perdagangan.
Dari sektor energi, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk turun hingga 9,71 persen. Saham PT Capitol Nusantara Indonesia Tbk ikut melemah dengan penurunan yang sama besar. Sementara saham PT Medco Energi Internasional Tbk turun lebih terbatas sebesar 1,45 persen.
Saham unggulan LQ45 juga tidak luput dari tekanan sepanjang perdagangan hari tersebut. Saham PT Barito Renewables Energy Tbk anjlok 9,62 persen menjadi salah satu top loser. Saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk dan PT Merdeka Battery Materials Tbk ikut tertekan.
Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk melemah 3,11 persen mengikuti tren negatif pasar. Saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk turun 2,44 persen dalam sesi perdagangan hari itu. Saham PT Unilever Indonesia Tbk juga terkoreksi 1,94 persen menambah tekanan indeks.
Analis pasar Herditya Wicaksana menyebut pergerakan IHSG dipengaruhi dinamika global saat ini. “IHSG terkoreksi seiring mayoritas bursa global dan regional bergerak melemah,” ujarnya. Ia menambahkan pelemahan rupiah turut memperbesar tekanan terhadap pasar saham domestik.
Sementara itu, bursa saham Asia menunjukkan pergerakan beragam sepanjang hari perdagangan. Indeks Vietnam, Shenzhen, CSI 300, KOSPI, dan Nikkei mencatat penguatan cukup solid. Sebaliknya, Hang Seng, Sensex, Malaysia, Thailand, dan Singapura bergerak di zona merah.
Bank Indonesia mengumumkan hasil rapat dewan gubernur periode 21 hingga 22 April 2026. Suku bunga acuan tetap di level 4,75 persen, deposit facility 3,75 persen, lending 5,5 persen. Keputusan ini selaras dengan ekspektasi pasar yang sudah terbentuk sebelumnya.
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menjelaskan bahwa arah kebijakan moneter ke depan tetap adaptif. “Stabilitas rupiah dan inflasi menjadi fokus utama dalam kebijakan saat ini,” ujarnya. Ia menegaskan langkah lanjutan akan disiapkan sesuai perkembangan ekonomi global.
Ekonom Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto, menilai keputusan ini menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. “Penahanan suku bunga menjaga stabilitas sekaligus memberi ruang bagi pertumbuhan,” katanya. Ia melihat kondisi global masih penuh ketidakpastian sehingga kebijakan cenderung berhati-hati.
Riset Phintraco Sekuritas menilai tekanan pasar masih berasal dari ketidakpastian global tinggi. Pertumbuhan kredit tercatat 9,49 persen secara tahunan pada Maret 2026. Angka ini sedikit meningkat dibanding Februari yang berada di level 9,37 persen.
Secara teknikal, IHSG belum mampu menembus level MA5 di kisaran 7.591. Indikator MACD menunjukkan pelemahan momentum dengan histogram positif yang terus mengecil. Stochastic RSI berada di area jenuh beli, menandakan potensi koreksi lanjutan.
Phintraco memperkirakan IHSG bergerak konsolidasi pada rentang 7.500 hingga 7.600. Pergerakan ini diprediksi terjadi pada perdagangan Kamis, 23 April 2026 mendatang. Investor disarankan mencermati sentimen global sebelum mengambil keputusan investasi lanjutan. R-02

