Bersama Suami Prajurit TNI, Neni Sulap Lahan Kosong Jadi Kebun Cabai Produktif di Selatpanjang
Manfaatkan pekarangan Rumah Dinas, Neni sulap lahan kosong jadi kebun cabai produktif. Foto : SM News
Selatpanjang, SABANGMERAUKE NEWS - Di sela-sela kesibukannya mengabdikan diri sebagai pegawai pemerintah dengan status PPPK bidang kesehatan di Puskesmas Selat Panjang Kota, Kecamatan Tebing Tinggi, Kepulauan Meranti, Neni justru memilih mengisi waktu luangnya dengan aktivitas yang produktif dan inspiratif. Rutinitas pelayanan kesehatan yang padat setiap hari tidak membuatnya berpangku tangan saat hari libur ataupun ketika berada di rumah.
Perempuan tangguh itu terus berupaya menghadirkan inovasi sederhana namun berdampak nyata. Bersama sang suami, Sertu M. Amri, personel Baintel Kodim 0303 Bengkalis yang bertugas di Koramil 02 Tebingtinggi, ia berhasil menyulap lahan kosong di belakang rumah dinas yang sebelumnya terbengkalai menjadi lahan pertanian produktif bernilai ekonomi.
Di lahan yang terletak di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Selatpanjang Kota itu, Neni mulai menanam cabai merah keriting. Dengan ketelatenan dan kesabaran, ia menabur harapan dari tanah yang dulunya tidak terurus. Seiring waktu, usaha kecil yang dimulai dari niat membantu ekonomi keluarga tersebut kini menunjukkan hasil yang menggembirakan.
Awalnya, aktivitas bercocok tanam itu hanya dilakukan sebagai upaya memanfaatkan lahan kosong agar tidak terbengkalai. Namun perlahan, tanaman cabai yang dirawat setiap hari mulai tumbuh subur. Hasil panen pertama menjadi penyemangat bagi Neni dan suaminya untuk terus mengembangkan kebun sederhana tersebut.
Tidak hanya menjadi sumber tambahan penghasilan keluarga, kebun cabai itu juga menjadi inspirasi bagi warga sekitar. Banyak tetangga yang mulai tertarik memanfaatkan pekarangan rumah mereka untuk menanam tanaman produktif serupa.
Bagi Neni, aktivitas bertani bukan sekadar soal hasil panen. Lebih dari itu, ia ingin menunjukkan bahwa keterbatasan waktu bukan alasan untuk berhenti berkreasi dan berkarya. Semangatnya justru lahir dari keinginan sederhana: membantu keluarga sekaligus memberi contoh bahwa lahan kecil pun bisa menjadi sumber harapan jika dikelola dengan sungguh-sungguh.
“Awalnya hanya ingin memanfaatkan lahan kosong saja supaya tidak terbengkalai. Alhamdulillah sekarang bisa membantu kebutuhan rumah tangga, bahkan ada juga yang bisa dibagikan kepada tetangga,” ujarnya dengan senyum penuh syukur.
Ketekunan Neni dan suaminya menjadi bukti bahwa semangat kemandirian bisa tumbuh dari lingkungan paling sederhana. Dari halaman belakang rumah dinas, keduanya menanam bukan hanya cabai merah keriting, tetapi juga harapan bahwa kerja keras, kesabaran, dan kemauan berinovasi mampu membuka peluang ekonomi baru bagi keluarga dan masyarakat sekitar.
Minggu lalu menjadi momen yang paling membahagiakan bagi Neni dan keluarganya. Anggota Persit Kartika Chandra Kirana Cabang LII Kodim 0303 Bengkalis itu bersama suami dan ketiga buah hatinya akhirnya merasakan hasil dari kerja keras yang mereka rawat sejak awal pembibitan. Dari lahan sederhana di belakang rumah dinas mereka di Selatpanjang itu, panen cabai merah keriting yang dinanti-nantikan pun tiba dengan hasil yang menggembirakan.
“Alhamdulillah, dari hasil bercocok tanam itu, kami berhasil memanen lebih kurang tiga kuintal cabai merah keriting. Hasil panennya bagus dan sehat, pastinya sangat diburu pembeli dan seketika ludes dengan harga jual yang menjanjikan,” kata Neni dengan penuh rasa syukur.
Di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok, khususnya cabai yang kerap melonjak di pasaran, hasil panen tersebut seolah menjadi lentera kecil yang memberi harapan bagi masyarakat sekitar. Tidak hanya menghadirkan nilai ekonomi bagi keluarga, keberhasilan panen itu juga memberi manfaat sosial dengan membantu warga mendapatkan cabai berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau.
Cabai hasil panen kemudian dipasarkan langsung kepada masyarakat sekitar dengan harga yang relatif stabil. Langkah itu menjadi bentuk kepedulian Neni dan keluarganya terhadap kondisi ekonomi warga, sekaligus strategi sederhana untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan pasar dan keberlanjutan usaha keluarga.
“Alhamdulillah, hasil panennya bisa kita pasarkan kepada masyarakat dengan harga yang lebih terjangkau untuk menekan lonjakan inflasi, serta tetap memberi keuntungan bagi kami sebagai modal untuk terus melanjutkan budidaya cabai ini di hari-hari mendatang,” ujarnya.
Bagi Neni dan keluarganya, panen tersebut bukan sekadar hasil pertanian biasa. Lebih dari itu, keberhasilan memanen tiga kuintal cabai merah keriting menjadi bukti bahwa ketekunan, kebersamaan keluarga, dan kemauan memanfaatkan lahan sederhana dapat menghadirkan manfaat nyata—bukan hanya bagi ekonomi rumah tangga, tetapi juga bagi masyarakat di sekitarnya. Dari halaman belakang rumah dinas yang dulu terlantar, kini tumbuh harapan baru yang terus berbuah setiap musimnya.
Di balik keberhasilan panen cabai merah keriting yang kini mulai dirasakan manfaatnya, ternyata ada kerja keras lain yang tak kalah menginspirasi dari sosok suami Neni, Sertu M. Amri. Di tengah kesibukannya sebagai personel Baintel yang bertugas dengan penuh tanggung jawab, ia tetap menyempatkan diri mengelola lahan sederhana di belakang rumah dinas menjadi kawasan produktif yang terus berkembang.
Tidak hanya menanam cabai, Sertu M. Amri juga memanfaatkan lahan tersebut untuk beternak ikan lele serta memelihara kambing. Usaha yang dijalankan secara bertahap dan penuh kesabaran itu kini mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan. Ikan lele yang dipelihara tumbuh sehat, sementara ternak kambing juga berkembang biak dengan baik, menjadi tambahan sumber ketahanan pangan sekaligus penopang ekonomi keluarga.
Meski keduanya disibukkan oleh tugas masing-masing Neni sebagai tenaga kesehatan PPPK di Puskesmas Selat Panjang Kota dan Sertu M. Amri sebagai prajurit TNI—keterbatasan waktu tidak menjadi penghalang untuk tetap berkarya. Justru dari kebersamaan dan semangat saling mendukung itulah lahir sebuah usaha keluarga yang tumbuh perlahan namun pasti.
Bagi mereka, lahan yang dulu tampak biasa saja kini menjelma menjadi ruang harapan. Dari kebun cabai, kolam lele, hingga kandang kambing sederhana, semuanya menjadi simbol kerja keras keluarga kecil yang percaya bahwa kemandirian bisa dimulai dari halaman rumah sendiri.
Lebih dari sekadar tambahan penghasilan, usaha tersebut juga menjadi contoh nyata bahwa pemanfaatan lahan pekarangan secara maksimal mampu menghadirkan manfaat berkelanjutan. Dari tangan-tangan sederhana yang bekerja tanpa lelah, tumbuh inspirasi bagi masyarakat sekitar bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berusaha—melainkan peluang untuk terus berinovasi demi masa depan yang lebih baik.
Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang LII Kodim 0303 Bengkalis,Vita Haris memberikan apresiasi atas keberhasilan salah satu anggotanya, Neni yang dinilai mampu menghadirkan kegiatan produktif dan inspiratif bagi masyarakat melalui pemanfaatan lahan pekarangan secara maksimal.
Menurut Vita Haris, apresiasi tersebut bukan semata karena hasil panen yang melimpah, tetapi lebih pada nilai keteladanan dari ide kreatif yang dilakukan Neni bersama keluarganya dalam mengisi waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat dan bernilai ekonomi.
“Kegiatannya memang sampingan, tetapi hasilnya tidak main-main. Aktivitas seperti ini sangat edukatif sekaligus inspiratif, bahkan dapat menjadi salah satu solusi dalam membantu menekan laju inflasi. Sebagai abdi negara, anggota Persit, sekaligus ibu rumah tangga, apa yang dilakukan Ibu Neni sangat baik dan patut dicontoh,” ujar Vita Haris.
Ia juga menyampaikan harapan agar langkah positif yang dilakukan Neni dapat menjadi motivasi bagi anggota Persit lainnya maupun masyarakat luas untuk terus berinovasi dalam meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga dari lingkungan sekitar.
“Terima kasih sudah berbuat yang terbaik. Semoga kebaikan yang dilakukan membawa keberkahan dan terus menyertai keluarga Ibu Neni, baik dalam pelaksanaan tugas maupun dalam kehidupan bermasyarakat,” tutupnya. (R-01)

