Drama Laut Padang! Dua Anak Hilang Saat Bermain Air, Pencarian Masih Berlangsung
Petugas SAR Padang mencari 2 orang anak yang hanyut di Pantai Padang, Sabtu siang, 18 April 2026. (ist)
SUMATERA BARAT, SabangMerauke News - Dua bocah hilang terseret ombak di Pantai Ujung Karang, Padang. Pencarian masih berlangsung hingga kini. Sabtu, 18 April 2026, insiden terjadi sekitar pukul 12.40 WIB di kawasan Padang Utara. Peristiwa ini langsung memicu kepanikan warga dan pengunjung yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Kejadian melibatkan enam anak yang sedang berenang bersama di area pantai tersebut. Empat anak berada di tengah laut, sementara dua lainnya masih berada di tepi pantai saat itu. Situasi berubah cepat ketika ombak tinggi datang disertai air keruh yang membatasi jarak pandang.
Kepala Kantor SAR Kelas A Padang, Abdul Malik, menjelaskan bahwa kondisi laut saat kejadian cukup berbahaya.
“Ombak tinggi dan air keruh membuat dua anak terseret saat berusaha kembali ke tepi,” ujar Abdul Malik, Sabtu, 18 April 2026. Ia menyebut empat anak sempat berusaha menyelamatkan diri, namun dua di antaranya gagal bertahan.
Kedua korban diketahui bernama Rasyid (8 tahun) dan Zafran Al Malik Akbar (9 tahun). Keduanya merupakan siswa sekolah dasar yang tinggal di kawasan Gunung Pangilun, Kota Padang. Identitas korban langsung disebarkan untuk mempermudah proses pencarian dan koordinasi tim di lapangan.
Saksi mata di lokasi menggambarkan suasana berubah panik dalam hitungan detik saat kejadian berlangsung. “Ombak tiba-tiba besar, anak-anak terlihat kesulitan kembali ke daratan,” kata Seprisar, saksi di lokasi. Ia menyebut kondisi laut saat itu memang tidak aman untuk aktivitas berenang, terutama bagi anak-anak.
Tim gabungan langsung bergerak setelah laporan diterima dari masyarakat sekitar lokasi kejadian. Pusdalops BPBD Kota Padang mengerahkan personel bersama Basarnas, TNI, Polri, dan nelayan setempat. Penyisiran dilakukan di sekitar lokasi dengan fokus pada titik terakhir korban terlihat sebelum hilang.
Pencarian dilakukan menggunakan perahu nelayan dan pemantauan dari garis pantai secara intensif. Tim juga memperhitungkan arah arus laut untuk memperluas area pencarian kemungkinan korban terbawa. Upaya ini dilakukan secara berkelanjutan meski kondisi ombak masih cukup menantang di lokasi kejadian.
“Hingga saat ini korban masih dalam pencarian dan tim terus menyisir area laut sekitar,” ujar Abdul Malik. Ia menegaskan seluruh unsur gabungan bekerja maksimal demi menemukan kedua korban secepat mungkin. Koordinasi lapangan terus diperkuat agar pencarian berjalan efektif dan terarah sesuai kondisi lapangan.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat keras tentang bahaya ombak laut yang sulit diprediksi. Pantai yang terlihat tenang dapat berubah berbahaya dalam waktu singkat tanpa tanda jelas sebelumnya. Keselamatan menjadi faktor utama yang sering terabaikan saat aktivitas bermain air di kawasan terbuka.
Warga sekitar berharap kedua korban segera ditemukan dalam kondisi terbaik di tengah pencarian intensif. Doa terus mengalir dari keluarga dan masyarakat yang mengikuti perkembangan peristiwa ini. Pencarian masih berlangsung dengan harapan tidak padam meski waktu terus berjalan di lokasi kejadian. R-02

