Dunia Pers Berduka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Tutup Usia
Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang. Foto: Dok SM News
JAKARTA, SabangMerauke News - Kabar duka menyelimuti dunia jurnalistik nasional. Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang, meninggal dunia pada Sabtu (18/4/2026) dini hari setelah mengalami serangan jantung.
Informasi wafatnya sosok penting di tubuh organisasi wartawan tertua di Indonesia itu langsung menyebar cepat di kalangan insan pers. Zulmansyah mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 00.05 WIB di RS Budi Kemuliaan, setelah sebelumnya sempat mendapatkan penanganan medis intensif dari tim dokter. Kepergiannya yang mendadak mengejutkan banyak pihak, terutama rekan sejawat dan kolega yang selama ini mengenalnya sebagai figur aktif dan berdedikasi tinggi.
Kabar duka ini dibenarkan oleh pengurus PWI Pusat, Novrizon Burman. Ia menyampaikan bahwa almarhum sempat mendapatkan perawatan sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia akibat serangan jantung.
“Benar, beliau meninggal dunia dini hari tadi di RS Budi Kemuliaan akibat serangan jantung,” ujar Novrizon singkat.
Kepergian Zulmansyah Sekedang menjadi kehilangan besar bagi dunia pers Indonesia. Sosoknya dikenal luas sebagai figur yang konsisten memperjuangkan profesionalisme jurnalistik, serta aktif dalam berbagai program pengembangan organisasi. Selama menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PWI Pusat, ia kerap terlibat dalam berbagai agenda strategis yang bertujuan meningkatkan kualitas wartawan di Tanah Air.
Tak hanya dikenal di lingkup organisasi, Zulmansyah juga memiliki rekam jejak panjang dalam dunia jurnalistik. Ia dikenal sebagai pribadi yang tegas namun tetap terbuka terhadap perubahan, terutama di tengah dinamika media yang terus berkembang di era digital. Banyak wartawan muda yang mengaku mendapatkan inspirasi dari gagasan dan pemikirannya terkait masa depan pers Indonesia.
Dalam berbagai kesempatan, almarhum kerap menekankan pentingnya menjaga integritas dan independensi wartawan. Ia juga aktif mendorong pelatihan serta sertifikasi kompetensi bagi anggota PWI guna memastikan kualitas pemberitaan yang dihasilkan tetap terpercaya dan profesional. Baginya, wartawan bukan sekadar profesi, melainkan pilar penting dalam menjaga demokrasi.
Rekan-rekan sejawat mengenang Zulmansyah sebagai sosok pekerja keras yang tidak kenal lelah. Meski memiliki jadwal yang padat, ia tetap meluangkan waktu untuk berdiskusi dan membimbing anggota, khususnya generasi muda di dunia jurnalistik. Dedikasinya terhadap organisasi membuatnya dihormati tidak hanya di internal PWI, tetapi juga oleh berbagai pihak di luar organisasi.
Ucapan belasungkawa pun mengalir dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh pers, pejabat, hingga masyarakat umum. Banyak yang mengungkapkan rasa kehilangan atas sosok yang selama ini dianggap sebagai penggerak kemajuan organisasi wartawan di Indonesia. Media sosial pun dipenuhi dengan pesan duka serta doa untuk almarhum.
Kepergian Zulmansyah juga menjadi refleksi bagi dunia pers tentang pentingnya regenerasi dan keberlanjutan kepemimpinan. Selama ini, ia dikenal sebagai salah satu tokoh yang berperan dalam menjembatani generasi senior dan junior di tubuh PWI. Upayanya dalam menciptakan organisasi yang adaptif terhadap perubahan zaman menjadi warisan penting yang akan terus dikenang.
Hingga saat ini, informasi terkait rencana pemakaman masih menunggu keterangan resmi dari pihak keluarga dan organisasi. Sejumlah rekan dekat menyebutkan bahwa pihak keluarga tengah mempersiapkan proses pemakaman yang akan dilakukan dalam waktu dekat. Banyak pihak yang berencana untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.
Kepergian Zulmansyah Sekedang meninggalkan duka mendalam, namun juga jejak pengabdian yang tidak ternilai. Dunia jurnalistik Indonesia kehilangan salah satu sosok terbaiknya—seorang pemimpin yang tidak hanya bekerja untuk organisasi, tetapi juga untuk masa depan pers yang lebih profesional dan berintegritas.
Warisan pemikiran, dedikasi, serta semangat juangnya diharapkan dapat terus menginspirasi para wartawan di seluruh Indonesia. Di tengah tantangan dunia media yang semakin kompleks, nilai-nilai yang ia perjuangkan menjadi pengingat bahwa jurnalisme yang berkualitas tetap menjadi kebutuhan utama masyarakat. (R-03)

