Halal Bihalal GP Ansor Kepulauan Meranti Jadi Momentum Penguatan Persatuan dan Deklarasi Sabuk Kamtibmas
Suasana hangat penuh kekeluargaan terasa di halaman Pondok Pesantren Al-Husna, Desa Mantiasa, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Sabtu (11/4/2026) malam. Foto : Istimewa
Selatpanjang, SABANGMERAUKE NEWS - Suasana hangat penuh kekeluargaan terasa di halaman Pondok Pesantren Al-Husna, Desa Mantiasa, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Sabtu (11/4/2026) malam. Ratusan kader dan tokoh masyarakat berkumpul dalam kegiatan Halal Bihalal Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Kepulauan Meranti yang tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum memperkuat komitmen menjaga keamanan dan persatuan daerah.
Dalam kegiatan tersebut, seluruh elemen masyarakat diajak untuk terus mempererat kebersamaan serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap kondusif di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.
Sebagai bagian dari upaya memperkuat komitmen tersebut, turut dilaksanakan deklarasi Sabuk Kamtibmas yang diinisiasi Polres Kepulauan Meranti. Deklarasi ini menjadi simbol sinergi antara aparat keamanan, tokoh agama, organisasi kepemudaan, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas daerah.
Kegiatan tersebut dihadiri berbagai tokoh penting daerah, di antaranya Bupati Kepulauan Meranti yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Febriady Asmara, Wakapolres Kepulauan Meranti Kompol Detis Mayer Silitonga, anggota DPRD Kepulauan Meranti Dr. Taufiqurahman, Kepala Kantor Kemenag Kepulauan Meranti H. Sulman, Ketua MUI Dr. Ghozali, Ketua NU Kepulauan Meranti Asrori, Ketua PBNU Kyai Dalhar, Ketua MKA LAMR H. Darwis, Ketua Khodimul Majelis Dzikrul Ghofilin selaku penceramah yakni Kyai Sirojul Munir serta jajaran pejabat Polres Kepulauan Meranti seperti Kabag Ren Polres AKP Edi Junaidi,S.H, Kasat Intelkam Polres Iptu Roly Irvan,S.H.,MH dan Kapolsek Tebing Tinggi Barat Ipda Dominikus Turnip,S.E dan tokoh masyarakat lainnya
Turut hadir pula para kepala desa, pimpinan pondok pesantren, organisasi kepemudaan, serta kader GP Ansor dan Banser dari berbagai kecamatan di wilayah Kepulauan Meranti.
Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Ansor, dan Syubbanul Wathon yang menambah semangat kebangsaan sekaligus memperkuat nilai-nilai ke-NU-an di tengah peserta yang hadir.
Ketua PC GP Ansor Kepulauan Meranti, Muttaqin, dalam sambutannya menegaskan bahwa GP Ansor sebagai bagian dari Nahdlatul Ulama memiliki tanggung jawab moral dan sosial dalam menjaga akidah serta amaliah Ahlussunnah wal Jama’ah di tengah masyarakat.
Menurutnya, kegiatan Halal Bihalal ini bukan sekadar tradisi pasca-Idulfitri, tetapi menjadi ruang mempererat silaturahmi antar kader, tokoh agama, aparat keamanan, dan masyarakat secara luas.
“Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat kebersamaan serta mempererat hubungan antar kader Ansor, Banser, dan masyarakat. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Muttaqin juga menegaskan komitmen GP Ansor Kepulauan Meranti untuk mendukung program Polres Kepulauan Meranti, khususnya implementasi Sabuk Kamtibmas sebagai bentuk keterlibatan aktif organisasi kepemudaan dalam menjaga stabilitas keamanan daerah.
Ia mengajak seluruh kader Ansor agar terus hadir di tengah masyarakat sebagai garda terdepan dalam menjaga persatuan, menangkal paham radikalisme, serta melawan penyebaran hoaks yang berpotensi memecah belah masyarakat.
“Peran pemuda sangat penting dalam menjaga ketertiban sosial. Kader Ansor harus menjadi contoh dalam menjaga persatuan, merawat kebangsaan, dan memperkuat nilai-nilai moderasi beragama di tengah masyarakat,” tegasnya.
Melalui kegiatan tersebut, GP Ansor Kepulauan Meranti berharap sinergi antara organisasi kepemudaan, tokoh agama, pemerintah daerah, dan aparat keamanan semakin kuat dalam menjaga suasana aman, damai, dan harmonis di Kabupaten Kepulauan Meranti.
Momentum Halal Bihalal malam itu pun tidak hanya menjadi ajang temu kangen antar kader, tetapi juga menjadi penegasan bahwa persatuan dan keamanan daerah adalah tanggung jawab bersama yang harus terus dijaga secara kolektif demi masa depan Meranti yang lebih kondusif dan berdaya saing.
Bupati Kepulauan Meranti yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Febriady Asmara, mengatakan momentum Halal Bihalal tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sarana mempererat ukhuwah Islamiyah serta memperkuat persatuan di tengah masyarakat.
“Momentum ini sangat baik untuk saling memaafkan, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta memperkuat persatuan dan kesatuan,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi peran aktif GP Ansor dalam menjaga nilai keagamaan dan kebangsaan, termasuk dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Febriady menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, ulama, tokoh agama, organisasi kepemudaan, dan seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.
“Kebersamaan ini menjadi kunci untuk membangun Kepulauan Meranti yang lebih maju, religius, dan sejahtera,” jelasnya.
Ia juga mengajak kader GP Ansor untuk terus menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan bangsa, memperkuat nilai toleransi, serta menjadi agen perubahan di tengah masyarakat
Sejumlah tokoh Nahdlatul Ulama dan ulama turut menegaskan pentingnya menjaga persatuan serta stabilitas keamanan masyarakat dalam rangkaian kegiatan Halal Bihalal Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Kepulauan Meranti tersebut.
Ketua PC NU Kepulauan Meranti, Khoisari, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga tiga pilar ukhuwah sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat, yakni ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah.
Menurutnya, ketiga nilai persaudaraan tersebut menjadi kunci dalam menjaga keharmonisan sosial sekaligus memperkuat stabilitas daerah di tengah dinamika kehidupan masyarakat yang terus berkembang.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban sebagai bagian dari ibadah sosial yang memiliki nilai strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Menjaga stabilitas keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi merupakan bagian dari tanggung jawab bersama seluruh masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan dukungan penuh terhadap peran GP Ansor sebagai organisasi kepemudaan yang selama ini aktif berkontribusi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta membantu tugas kepolisian dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.
Hal senada turut disampaikan Ketua Jam’iyyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyyah (JATMAN) Provinsi Riau, Khundori, yang mengingatkan pentingnya menjaga akhlak, persatuan, dan ketenangan hati dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan bermasyarakat.
Ia menilai implementasi program Sabuk Kamtibmas menjadi langkah strategis dalam membangun rasa aman melalui pendekatan keagamaan, kebersamaan, serta keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan sosial.
Dalam kegiatan tersebut juga dilaksanakan deklarasi bersama Sabuk Kamtibmas Polres Kepulauan Meranti sebagai bentuk komitmen GP Ansor dalam mendukung terciptanya stabilitas keamanan daerah.
Deklarasi tersebut berisi kesiapan kader GP Ansor untuk menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing, menolak segala bentuk radikalisme, intoleransi, serta tindakan yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan masyarakat.
Selain itu, GP Ansor juga menyatakan komitmennya untuk terus bersinergi dengan Polri dalam memberikan informasi serta menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif di wilayah Kepulauan Meranti.
Sementara itu, dalam tausiyahnya, Sirojul Munir menegaskan bahwa Halal Bihalal bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan momentum penting untuk saling memaafkan dan membersihkan hati dari rasa dendam, iri, serta dengki antar sesama.
Menurutnya, hubungan antar manusia atau hablum minannas yang terjaga dengan baik akan menjadi fondasi terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis dan tenteram.
Ia juga menekankan bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat bukan semata-mata tugas aparat kepolisian, melainkan tanggung jawab bersama seluruh lapisan masyarakat.
Dalam konteks tersebut, kehadiran program Sabuk Kamtibmas Polres Kepulauan Meranti dinilai sebagai langkah nyata dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat agar lebih peduli terhadap keamanan lingkungan sekitar.
Ia pun mengajak seluruh kader GP Ansor, Banser, serta masyarakat yang hadir agar menjadi teladan dalam menjaga ketertiban sosial, dimulai dari hal-hal sederhana seperti mempererat kerukunan antar tetangga, meningkatkan kepedulian sosial, serta segera melaporkan apabila terdapat potensi gangguan kamtibmas kepada pihak berwajib.
Melalui sinergi antara tokoh agama, organisasi kepemudaan, aparat keamanan, dan masyarakat, diharapkan stabilitas keamanan di Kabupaten Kepulauan Meranti dapat terus terjaga secara berkelanjutan sebagai fondasi pembangunan daerah yang harmonis dan damai.
Di tempat terpisah, Kapolres Kepulauan Meranti Aldi Alfa Faroqi SIk MH menegaskan pentingnya sinergitas antara Polres Kepulauan Meranti dengan organisasi kemasyarakatan, khususnya Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser), dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti.
Menurutnya, keterlibatan organisasi kepemudaan berbasis keagamaan seperti GP Ansor dan Banser menjadi bagian penting dalam membangun kekuatan sosial masyarakat yang mampu menjaga suasana daerah tetap aman, damai, dan harmonis.
Ia menjelaskan bahwa implementasi konsep Sabuk Kamtibmas yang melibatkan organisasi kemasyarakatan merupakan bentuk nyata sinergi antara Polri dan elemen masyarakat sipil dalam menjaga stabilitas keamanan secara berkelanjutan.
“Sabuk Kamtibmas adalah pendekatan kolaboratif. Polri tidak bisa bekerja sendiri. Diperlukan keterlibatan aktif masyarakat melalui organisasi yang memiliki jaringan hingga ke tingkat akar rumput,” ujarnya.
Pendekatan tersebut, lanjutnya, menjadi strategi partisipatif yang mendorong pemberdayaan masyarakat melalui organisasi kemasyarakatan agar mampu berperan langsung dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
Dalam konteks itu, Polri menggandeng GP Ansor dan Banser sebagai mitra strategis dalam memperkuat stabilitas keamanan, khususnya dalam menjaga kerukunan antarumat beragama serta mengantisipasi potensi konflik sosial di tengah masyarakat.
Ia menilai kader Ansor dan Banser memiliki posisi penting sebagai jembatan komunikasi antara kepolisian dan masyarakat. Peran tersebut sangat strategis dalam mendukung deteksi dini terhadap berbagai potensi gangguan keamanan, seperti penyebaran paham radikalisme, informasi hoaks, hingga potensi gesekan sosial di lingkungan masyarakat.
“Kehadiran kader Ansor dan Banser di tengah masyarakat menjadi kekuatan sosial yang sangat membantu kepolisian dalam membangun sistem deteksi dini terhadap potensi gangguan kamtibmas,” jelasnya.
Lebih lanjut, Kapolres menambahkan bahwa melalui program Sabuk Kamtibmas, berbagai persoalan sosial yang muncul di tengah masyarakat diharapkan dapat diselesaikan melalui pendekatan dialogis dengan mengedepankan musyawarah dan mufakat.
Pendekatan tersebut melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, serta organisasi kemasyarakatan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan sosial masyarakat secara kolektif.
Melalui sinergi yang terbangun antara Polri dan organisasi kemasyarakatan seperti GP Ansor dan Banser, diharapkan tercipta sistem pengamanan berbasis partisipasi masyarakat yang tidak hanya responsif terhadap gangguan keamanan, tetapi juga mampu menjaga harmoni sosial sebagai fondasi utama pembangunan daerah yang aman dan berkelanjutan di Kabupaten Kepulauan Meranti. (R-01)

