Drama Politik Berujung OTT, Nasib Gatut Sunu Kini Jadi Sorotan
Operasi tangkap tangan KPK di Tulungagung menyeret Bupati Gatut Sunu Wibowo bersama pejabat daerah. Foto : Istimewa
Tulungagung, SABANGMERAUKE NEWS - Operasi tangkap tangan KPK di Tulungagung menyeret Bupati Gatut Sunu Wibowo bersama pejabat daerah.
Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan operasi tangkap tangan di lingkungan Pemkab Tulungagung.
Sebanyak enam belas orang diamankan dalam operasi yang berlangsung pada Jumat malam tersebut.
Salah satu yang terjaring merupakan Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, menurut konfirmasi pejabat KPK.
Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto membenarkan penangkapan kepala daerah tersebut dalam operasi senyap.
Ia menyatakan proses hukum masih berjalan dan pihaknya terus mendalami perkara yang terjadi.
“Benar, salah satu yang diamankan adalah Bupati Tulungagung,” ujar Fitroh kepada awak media.
Penangkapan ini mengejutkan publik karena Gatut baru memenangkan Pilkada Tulungagung 2024 lalu.
Ia meraih kemenangan telak bersama Ahmad Baharudin dengan perolehan suara mencapai 50,72 persen.
Kemenangan tersebut mengalahkan tiga pasangan lain dalam kontestasi politik daerah yang berlangsung ketat.
Gatut dikenal sebagai pengusaha sebelum terjun ke dunia politik lokal Tulungagung.
Ia sebelumnya menjabat wakil bupati mendampingi Maryoto Birowo pada periode pemerintahan sebelumnya.
Karier politiknya mengalami dinamika setelah keluar dari PDIP dan maju melalui dukungan partai lain.
Pasangan Gatut dan Ahmad Baharudin diusung koalisi Partai Gerindra, Golkar, serta PKS.
Perubahan rekomendasi sempat terjadi sebelum pendaftaran pasangan calon resmi ke KPU daerah.
Baharudin awalnya diusulkan sebagai calon bupati sebelum akhirnya bergeser menjadi calon wakil bupati.
Meski diusung Gerindra, status kader Gatut masih menjadi perbincangan internal partai tersebut.
Ketua OKK Gerindra Jawa Timur Hidayat menyebut proses keanggotaan belum ditetapkan secara resmi.
“Masih belum resmi menjadi kader karena belum ada keputusan dari DPP,” kata Hidayat.
Operasi tangkap tangan ini juga melibatkan sejumlah pejabat penting di lingkungan pemerintah daerah.
Mereka terlihat mendatangi kantor Polres Tulungagung sebelum dibawa menuju lokasi pemeriksaan lanjutan.
Sejumlah pihak kemudian diterbangkan ke Jakarta guna menjalani proses hukum lebih lanjut.
Seorang anggota kepolisian setempat mengonfirmasi adanya aktivitas tim KPK di wilayah tersebut.
Ia mengaku tidak mengetahui detail perkara namun memastikan kegiatan penegakan hukum berlangsung.
“Informasi kegiatan KPK memang benar, namun detailnya belum diketahui,” ujarnya singkat.
Kasus ini kembali menyoroti integritas pejabat publik setelah proses politik elektoral selesai berlangsung.
Publik menanti langkah lanjutan KPK dalam mengungkap dugaan pelanggaran yang terjadi.
Perkembangan perkara akan menentukan arah penegakan hukum terhadap kepala daerah tersebut.(R-04)

