Harga Perak Antam Hari Ini 10 April 2026 Naik ke Rp47.650 per Gram
Ilustrasi harga perak hari ini, Jumat 10 April 2026. Foto: Dok SM News
RIAU, SabangMerauke News - Harga perak hari ini, Jumat 10 April 2026, menunjukkan tren positif setelah sebelumnya sempat terkoreksi. Logam mulia berwarna putih ini kembali menarik perhatian investor dan kolektor karena kenaikan harga yang cukup signifikan di tengah pergerakan pasar komoditas global yang dinamis.
Berdasarkan data terbaru dari PT Aneka Tambang Tbk atau Antam, harga perak murni batangan pada perdagangan hari ini naik menjadi Rp47.650 per gram. Kenaikan ini tercatat sebesar Rp600 dibandingkan harga sehari sebelumnya yang sempat turun cukup dalam sebesar Rp1.400 ke level Rp47.050 per gram.
Kondisi ini menjadi sinyal pemulihan yang cukup positif bagi pasar logam mulia, khususnya perak. Dalam beberapa hari terakhir, harga perak memang mengalami fluktuasi yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi ekonomi global, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, hingga sentimen investor terhadap instrumen safe haven.
Kenaikan harga perak hari ini juga sejalan dengan tren penguatan harga emas Antam, yang turut memberikan dorongan psikologis bagi pelaku pasar. Bagi para kolektor maupun investor, momentum ini dianggap sebagai peluang untuk kembali mengoleksi logam mulia, terutama bagi mereka yang sebelumnya menahan diri saat harga mengalami penurunan.
Secara rinci, harga perak batangan Antam pada Jumat, 10 April 2026 adalah sebagai berikut. Untuk ukuran terkecil, yakni 1 gram, dibanderol Rp47.650. Sementara untuk ukuran besar, harga perak 250 gram mencapai Rp12.312.500, dan jika dikenakan pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 11 persen, totalnya menjadi Rp13.666.875. Adapun untuk ukuran 500 gram, harga dasar berada di angka Rp23.825.000 dan menjadi Rp26.445.750 setelah PPN.
Selain perak batangan reguler, Antam juga menawarkan produk perak heritage yang memiliki nilai estetika dan koleksi lebih tinggi. Untuk ukuran 31,1 gram, harga perak heritage hari ini mencapai Rp2.029.715, dan setelah dikenakan PPN 11 persen menjadi Rp2.252.984. Sementara untuk ukuran 186,6 gram, harga tercatat Rp11.056.786 atau Rp12.273.032 setelah pajak.
Kenaikan harga perak ini tak lepas dari meningkatnya minat masyarakat terhadap logam mulia sebagai instrumen investasi alternatif. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, banyak investor mulai melirik perak karena harganya yang relatif lebih terjangkau dibandingkan emas, namun tetap memiliki potensi keuntungan yang menjanjikan.
Selain itu, perak juga memiliki keunggulan sebagai komoditas industri. Permintaan terhadap perak terus meningkat seiring dengan berkembangnya sektor teknologi, terutama dalam produksi panel surya, elektronik, dan kendaraan listrik. Faktor ini turut mendukung harga perak dalam jangka panjang.
Pengamat pasar komoditas menilai bahwa tren kenaikan harga perak masih berpotensi berlanjut, meskipun tetap akan dibayangi volatilitas. Investor disarankan untuk tetap mencermati perkembangan pasar global, termasuk kebijakan suku bunga bank sentral dan pergerakan dolar AS, yang kerap menjadi faktor penentu arah harga logam mulia.
Bagi masyarakat yang ingin berinvestasi perak, penting untuk memperhatikan tujuan investasi serta jangka waktu yang diinginkan. Perak bisa menjadi pilihan menarik untuk diversifikasi portofolio, terutama bagi investor pemula yang ingin masuk ke pasar logam mulia dengan modal lebih rendah dibandingkan emas.
Di sisi lain, kenaikan harga perak hari ini juga menjadi momentum bagi pedagang dan pelaku usaha logam mulia. Dengan tren yang mulai menguat, aktivitas jual beli diperkirakan akan meningkat dalam beberapa hari ke depan, terutama jika harga terus menunjukkan kestabilan atau bahkan kembali naik.
Namun demikian, investor tetap diimbau untuk tidak terburu-buru mengambil keputusan. Analisis yang matang dan pemantauan harga secara berkala menjadi kunci utama dalam memaksimalkan potensi keuntungan dari investasi perak.
Secara keseluruhan, harga perak hari ini memberikan angin segar bagi pasar logam mulia. Setelah sempat mengalami tekanan, perak kini kembali menunjukkan daya tariknya sebagai aset investasi yang tidak hanya stabil, tetapi juga memiliki prospek cerah di masa depan.
Dengan tren yang mulai menguat dan dukungan dari berbagai faktor fundamental, perak berpotensi menjadi salah satu instrumen investasi yang patut dipertimbangkan di tahun 2026 ini. (R-05)

