Mapolsek di Kuansing Diserbu, Massa Bebaskan Paksa Tersangka Tambang Emas Ilegal
Massa yang merupakan keluarga tersangka PETI menggeruduk Mapolsek Kuantan Hilir, Selasa (7/4/2026). Foto : Istimewa
Kuantan Hilir, SABANGMERAUKE NEWS - Penangkapan pelaku PETI di Kuantan Singingi berujung ricuh setelah massa menyerbu Mapolsek Kuantan Hilir malam hari.
Penangkapan pelaku penambangan emas tanpa izin memicu kericuhan serius di Kuantan Singingi, Riau.
Puluhan massa menyerbu Mapolsek Kuantan Hilir dan membawa kabur tersangka yang diamankan polisi.
Peristiwa dramatis itu terjadi Selasa malam setelah aparat melakukan penggerebekan aktivitas tambang ilegal setempat.
Penggerebekan dilakukan polisi di Desa Rawang Ogung, Kecamatan Kuantan Hilir sekitar pukul empat belas siang.
Petugas menemukan aktivitas penambangan emas ilegal masih beroperasi menggunakan peralatan lengkap di lokasi tersebut.
Tim langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku yang berusaha melarikan diri saat kedatangan petugas.
Satu pelaku berinisial H berusia tiga puluh empat tahun berhasil diamankan petugas kepolisian setempat.
Pelaku diketahui merupakan warga Desa Seberang Pulau Busuk Kecamatan Inuman berdasarkan hasil pemeriksaan awal.
Satu pelaku lainnya berhasil kabur dan hingga kini masih dalam pengejaran aparat kepolisian.
Kapolsek Kuantan Hilir Iptu Edi Winoto menjelaskan penindakan dilakukan setelah menerima laporan masyarakat setempat.
“Kami melakukan pengecekan lokasi dan menemukan aktivitas PETI masih beroperasi menggunakan mesin lengkap,” ujarnya.
Pelaku langsung dibawa ke Mapolsek Kuantan Hilir untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut secara intensif.
Polisi turut mengamankan berbagai barang bukti dari lokasi tambang ilegal yang digunakan pelaku beroperasi.
Barang bukti meliputi mesin diesel Tianli, mesin robin, spiral, paralon, selang, karpet, dulang tambang.
Seluruh barang bukti kemudian dibawa ke Mapolsek untuk diamankan sebagai bagian proses penyidikan.
Situasi berubah tegang saat puluhan massa mendatangi Mapolsek Kuantan Hilir pada malam hari tersebut.
Massa diketahui berasal dari Desa Seberang Pulau Busuk dan merupakan keluarga tersangka diamankan sebelumnya.
“Kami sudah berkoordinasi dengan kepala desa, namun massa tetap datang dan mencoba masuk,” katanya.
Puluhan massa berhasil menerobos masuk ke dalam Mapolsek sekitar pukul dua puluh empat puluh lima malam.
Mereka langsung membawa kabur tersangka yang sebelumnya diamankan tanpa perlawanan dari aparat bertugas.
Setelah berhasil membawa tersangka, massa langsung membubarkan diri meninggalkan lokasi kejadian tersebut.
Polisi memilih tidak melakukan tindakan represif demi menghindari jatuhnya korban dari pihak masyarakat setempat.
“Kami mempertimbangkan keselamatan semua pihak sehingga tidak melakukan tindakan tegas saat kejadian,” ujarnya.
Langkah persuasif dinilai penting untuk menjaga situasi tetap kondusif di tengah ketegangan warga meningkat.
Aparat kini berkoordinasi dengan Forkopimda dan tokoh masyarakat guna mencegah konflik lanjutan terjadi.
Polisi juga melakukan pengejaran terhadap tersangka yang dibawa kabur massa dari Mapolsek tersebut.
“Kami bekerja sama dengan Polda Riau untuk menangkap kembali tersangka yang melarikan diri,” tegasnya.(R-04)

