Kapal Misterius Tanpa Lampu Disergap TNI AL, Bawa CPO Curian!
Prajurit TNI AL memeriksa muatan kapal kayu yang diduga membawa minyak sawit mentah dan turunannya. (lanal dumai)
Riau, SABANGMERAUKE NEWS - Kapal perang Indonesia menggagalkan dugaan pencurian minyak CPO di Selat Rupat, Riau. KRI Beladau-643 mengamankan kapal kargo kayu misterius saat patroli rutin. Kapal tanpa nama itu membawa muatan mencurigakan berupa minyak sawit mentah dan bahan turunan lainnya.
Penindakan tersebut berlangsung Jumat, 3 April 2026, saat tim patroli menyisir wilayah timur Lubuk Gaung. Kapal terdeteksi melintas tanpa penerangan di tengah laut gelap yang minim aktivitas kapal lain. Gerak mencurigakan langsung memicu pengejaran cepat dari unsur patroli laut yang sedang bertugas.
Komandan KRI Beladau-643, Letkol Laut (P) Akbar Suthawijaya Malik, mengungkap awal kejadian tersebut. “Kapal terdeteksi tanpa lampu dan langsung masuk kategori target mencurigakan saat patroli,” ujar Akbar, Minggu, 5 April 2026. Tim langsung melakukan pengejaran dan prosedur pemeriksaan sesuai standar operasi laut yang berlaku.
Setelah dihentikan, kapal tersebut tidak memiliki nama serta tidak dilengkapi dengan dokumen resmi pelayaran. Kondisi ini memperkuat dugaan aktivitas ilegal yang dilakukan awak kapal di wilayah perairan tersebut. Petugas kemudian melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kapal dan muatan di dalamnya.
Kapal berukuran sekitar tujuh meter itu diketahui berbendera Indonesia dan diawaki lima orang ABK. Di dalam kapal ditemukan muatan minyak CPO serta FAME yang diduga berasal dari aktivitas ilegal. Barang tersebut diduga kuat hasil pencurian dari jalur distribusi atau penampungan tertentu di wilayah sekitar.
“Kapal beserta muatan langsung diamankan untuk proses hukum lebih lanjut di pangkalan,” kata Akbar. Kapal kemudian digiring menuju Dermaga Bangsal Aceh Dumai untuk diserahkan ke Lanal Dumai. Seluruh awak kapal ikut diamankan guna menjalani pemeriksaan lanjutan terkait asal muatan tersebut.
Operasi ini menjadi bukti patroli laut aktif menjaga keamanan jalur distribusi sumber daya nasional. Selat Rupat dikenal sebagai jalur strategis yang rawan aktivitas ilegal karena lalu lintas kapal cukup tinggi. Pengawasan intensif terus dilakukan untuk mencegah kerugian negara dari praktik pencurian sumber daya alam.
Akbar menegaskan komitmen TNI Angkatan Laut dalam menjaga kedaulatan serta keamanan wilayah perairan nasional. “Kami terus meningkatkan patroli untuk menekan kejahatan laut termasuk pencurian sumber daya,” ujar Akbar. Langkah ini juga menjadi peringatan keras bagi pelaku kejahatan laut agar tidak beroperasi di wilayah Indonesia.
Kasus ini menambah daftar panjang praktik ilegal di sektor kelautan yang terus menjadi perhatian aparat. Pencurian CPO dinilai merugikan negara karena menyangkut komoditas strategis bernilai ekonomi tinggi. Pengawasan laut akan terus diperkuat guna menjaga stabilitas ekonomi serta keamanan wilayah perairan Indonesia. R-02

