Gejala Sepele Berujung Mengerikan! Kisah Wanita dengan 10 Tumor di Otak
Jangan sepelekan gejala kesemutan, apa yang dianggap keluhan ringan ternyata bisa menjadi tanda penyakit serius, seperti yang dialami seorang wanita yang didiagnosis memiliki 10 tumor otak. Foto : Istimewa
Riau, SABANGMERAUKE NEWS - Jangan sepelekan gejala kesemutan, apa yang dianggap keluhan ringan ternyata bisa menjadi tanda penyakit serius, seperti yang dialami seorang wanita yang didiagnosis memiliki 10 tumor otak.
Seorang wanita asal Yorkshire, Kerry Brown (54), awalnya hanya merasakan kesemutan dan sensasi panas sejak 2017. Ia mengira keluhan tersebut sekadar perubahan hormon biasa. Namun, kondisi itu perlahan berkembang menjadi gejala yang jauh lebih serius.
Dalam dua tahun berikutnya, Kerry mulai mengalami kelelahan ekstrem hingga gangguan bicara. Kondisinya semakin mengkhawatirkan ketika muncul gangguan penglihatan, termasuk sensasi seperti ada bayangan “sidik jari” di mata kanannya.
Puncaknya terjadi pada 2019, saat pemeriksaan lanjutan mengungkap adanya pembengkakan di belakang mata. Ia kemudian dirujuk untuk menjalani pemindaian MRI. Hasilnya mengejutkan, dokter awalnya menemukan empat tumor di otaknya.
Namun saat operasi berlangsung, fakta yang lebih mengejutkan terungkap. Tim medis menemukan total 10 tumor, jauh lebih banyak dari perkiraan awal.
Kerry kemudian didiagnosis mengidap meningioma, yakni jenis tumor otak yang berkembang di selaput pelindung otak dan sumsum tulang belakang. Dokter berhasil mengangkat lima tumor, sementara sisanya dipantau secara berkala.
Meningioma merupakan tumor otak yang paling umum. Gejalanya sering kali tidak spesifik dan berkembang perlahan, mulai dari sakit kepala, gangguan penglihatan, kejang, hingga penurunan fungsi saraf seperti bicara dan ingatan. Dalam kasus Kerry, sensasi panas yang ia alami ternyata merupakan bentuk kejang ringan.
Meski telah menjalani operasi, kondisi Kerry belum sepenuhnya pulih. Ia masih mengalami kejang dan bahkan kehilangan penglihatan di satu mata. Pemeriksaan lanjutan juga menunjukkan dua tumor kembali tumbuh, sehingga ia harus menjalani terapi radiasi.
Kini, Kerry aktif membagikan kisahnya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya mengabaikan gejala awal. Ia juga mendukung Brain Tumour Research, organisasi yang fokus pada penelitian tumor otak.
Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa gejala ringan seperti kesemutan, perubahan penglihatan, atau kelelahan ekstrem tidak boleh diabaikan. Deteksi dini dan pemeriksaan medis menjadi kunci untuk mencegah kondisi yang lebih serius.(R-04)

