Niat Cuan di Kebun Sawit Malah Diciduk! Pengedar Sabu Kampar Apes Ketemu Polisi
RA, pengedar sabu di Tambang, Kampar, ditangkap saat menunggu pembeli di kebun sawit. (ist)
SABANGMERAUKE NEWS, Kampar - Nasib sial menimpa pria berinisial RA di kebun kelapa sawit pada Senin, 30 Maret 2026. Ia tertangkap basah membawa empat paket sabu murni di Dusun Jawi-jawi, Koto Perambahan. Polisi melakukan penyergapan kilat saat tersangka sedang menunggu pembeli di bawah pohon sawit. Aksi sigap Unit Reskrim Polsek Tambang ini sukses membubarkan sarang transaksi narkoba di wilayah tersebut.
Kapolres Kampar, AKBP Boby Putra Ramadhan, bergerak cepat setelah mendapat laporan keresahan warga. Masyarakat sekitar sering melihat aktivitas mencurigakan orang tidak dikenal yang masuk ke area perkebunan. Polisi segera melakukan pengintaian senyap guna memastikan kebenaran informasi yang masuk ke meja penyidik. Petugas menemukan sosok RA yang tampak sangat gelisah saat duduk sendirian di lokasi tersembunyi.
"Dari pelaku kami mengamankan empat paket sabu berat total sekitar dua gram," ujar Aulia. Pernyataan Kapolsek Tambang, AKP Aulia Rahman, ini mengonfirmasi barang bukti yang berhasil ditemukan petugas. Polisi menggeledah tas milik tersangka dan menemukan kotak rokok berisi plastik klip bening tersebut. RA tidak bisa berkutik sedikit pun saat serbuk kristal putih miliknya berpindah tangan kepada petugas.
Tersangka mengakui semua perbuatan haram itu karena desakan ekonomi yang sangat mencekik leher. Ia berniat menjual paket hemat sabu tersebut kepada para pemakai di sekitar wilayah Kampa. Bisnis kotor ini ternyata sudah dijalankan selama beberapa waktu sebelum akhirnya tercium hidung aparat. Penangkapan ini menjadi peringatan keras bagi pengedar lain yang masih berani bermain api sekarang.
"Pengungkapan kasus berawal dari informasi masyarakat bahwa sering terjadi transaksi narkotika di kawasan kebun sawit," jelasnya. Keberanian warga melapor menjadi kunci utama keberhasilan polisi meruntuhkan jaringan narkoba tingkat desa. Sinergi antara polisi dan warga sangat penting guna menjaga keamanan lingkungan dari pengaruh buruk. Jangan pernah ragu memberikan informasi akurat mengenai peredaran zat terlarang kepada kantor polisi terdekat.
Petugas juga melakukan interogasi mendalam guna melacak asal muasal serbuk setan yang dibawa RA. Tersangka menyebutkan satu nama berinisial GO sebagai pemasok utama barang haram kepadanya kemarin. Kini identitas GO resmi masuk daftar pencarian orang paling dicari jajaran Polres Kampar. Pengejaran terus dilakukan hingga ke lubang semut agar bandar besarnya bisa segera diringkus petugas.
"Pelaku mengaku memperoleh sabu dari seseorang berinisial GO yang saat ini masih dalam pencarian," kata Aulia. Nama GO sudah dikantongi tim opsnal dan tinggal menunggu waktu untuk dijemput paksa segera. Polisi meminta masyarakat tetap waspada terhadap peredaran narkoba yang menyasar kalangan anak muda di daerah. Perang melawan narkotika tidak akan pernah berhenti selama bandar besar masih bebas berkeliaran di sana.
RA kini harus mendekam di sel tahanan Polsek Tambang yang sangat dingin. Ia terancam hukuman penjara cukup lama sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023. Perbuatannya mengedarkan narkoba dianggap merusak masa depan generasi bangsa yang sangat berharga bagi negara. Polisi tidak akan memberikan ampun bagi siapa saja yang berani menjual racun di wilayahnya.
"Polisi juga terus mengembangkan kasus ini untuk mengungkap jaringan peredaran narkotika yang lebih luas," tegasnya. Pengembangan lapangan dilakukan secara intensif guna memutus mata rantai distribusi sabu di Kecamatan Kampa. Fokus utama penyidik adalah menangkap penyuplai besar yang selama ini mengendalikan pengedar kecil di lapangan. Ketegasan aparat menjadi benteng terakhir pertahanan wilayah dari serbuan narkoba internasional maupun lokal.
Warga Desa Koto Perambahan kini bisa bernapas sedikit lebih lega dari biasanya hari ini. Keberhasilan polisi menangkap RA setidaknya mengurangi satu titik rawan peredaran narkoba di kebun sawit. Kebun kelapa sawit seharusnya menjadi tempat mencari nafkah halal, bukan malah lokasi transaksi haram. Mari bersama-sama menjaga desa tetap bersih dari pengaruh buruk narkoba demi kebaikan semua orang.
Penangkapan RA menjadi bukti nyata bahwa polisi tidak pernah tidur menjaga keamanan setiap saat. Kejelian AKP Aulia Rahman bersama tim Unit Reskrim patut mendapatkan apresiasi setinggi langit dari masyarakat. Semoga kejadian ini memberikan efek jera bagi siapa pun yang berniat mencoba bisnis narkotika. Tetaplah hidup sehat tanpa pengaruh sabu yang hanya akan membawa kesengsaraan panjang bagi keluarga.R-02

