Zaki Jadi Juru Selamat! PSMS Medan Terhindar dari Kekalahan Memalukan Lawan Askar Bertuah!
Pemain PSPS berusaha menguasai bola ditempel ketat 2 pemain PSMS. (ist)
SABANGMERAUKENEWS, Medan - Stadion Utama Sumatera Utara jadi panggung drama yang menguras emosi jiwa penonton. Tuan rumah PSMS Medan gagal total mengamankan poin penuh saat menjamu PSPS Pekanbaru, Sabtu, 28 Maret 2026. Skor akhir 1-1 terasa seperti kekalahan menyakitkan bagi skuad Ayam Kinantan yang haus kemenangan.
Langkah kaki pemain PSMS Medan tampak berat meninggalkan lapangan hijau yang masih basah itu. Harapan merangkak ke papan atas klasemen kini terasa semakin jauh dan penuh kerikil tajam. Satu poin tambahan hanya cukup membuat posisi mereka terpaku pada urutan keenam klasemen sementara.
Suporter setuju bahwa pertandingan ini adalah ujian jantung paling ekstrem sepanjang musim bergulir. Mulai dari hujan kartu kuning sampai drama Video Assistant Referee (VAR) mewarnai setiap menit laga. Atmosfer stadion yang awalnya membara sempat berubah menjadi sunyi senyap bak kuburan pada babak pertama.
Teror VAR dan Keheningan Stadion Utama
Pertandingan baru berjalan empat menit, wasit Asep Yandis sudah harus merogoh saku untuk Nazar. Pelanggaran brutal sang pemain memaksa pengadil lapangan memberikan peringatan keras melalui kartu kuning pertama. Sejak detik itu, tensi permainan meningkat drastis hingga suhu di lapangan terasa mendidih.
PSPS Pekanbaru yang datang sebagai tamu justru tampil tanpa rasa takut sedikit pun. Menit ke-9, striker asing Francis nyaris membuat publik Medan menangis lebih awal lewat skema serangan balik. Beruntung, sepakan Antonio masih melenceng tipis dari gawang Reky Rahayu yang sudah mati langkah.
Puncak emosi terjadi pada menit ke-26 saat Antonio menggetarkan jala gawang PSMS Medan. Asisten wasit sempat mengangkat bendera offside yang membuat pendukung tuan rumah bernapas lega sejenak. Namun, kegembiraan itu sirna seketika saat wasit memutuskan untuk mengecek layar monitor VAR.
Setelah pengamatan mendalam, wasit menyatakan posisi Antonio sah dan gol tersebut tetap berlaku. Stadion yang tadinya bising langsung hening seketika melihat papan skor berubah menjadi 0-1. Kekacauan koordinasi lini belakang menjadi penyebab utama gawang Ayam Kinantan kebobolan secara tragis.
Memasuki babak kedua, pelatih Eko Purdjianto terlihat tidak mau menanggung malu lebih lama lagi. Ari Maring dan Dani Saputra langsung ditarik keluar demi memasukkan tenaga baru yang lebih segar. Masuknya Zaki menjadi kartu as yang mengubah arah angin pertandingan sore hari itu.
"Pergantian pemain adalah satu-satunya jalan keluar saat kebuntuan melanda tim," ujar Eko Purdjianto singkat. Ia tampak mondar-mandir di pinggir lapangan, memberikan instruksi keras kepada para pemainnya. Strategi ini terbukti jitu karena alur serangan PSMS menjadi jauh lebih hidup dan bertenaga.
Meski begitu, keberuntungan sempat seolah menjauh saat Clayton membuang peluang emas di depan mata. Tendangannya melambung tinggi ke angkasa padahal posisi gawang sudah kosong melompong tanpa penjagaan. Erangan frustrasi dari ribuan pasang mata penonton terdengar nyaring memenuhi seisi stadion megah tersebut.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-65 melalui kaki pemain muda berbakat bernama Zaki. Memanfaatkan kemelut hebat di depan gawang lawan, ia menceploskan bola dengan sangat tenang. Gol penyeimbang ini membuat seisi Stadion Utama Sumut bergemuruh hebat merayakan kembalinya napas kemenangan.
Drama Tujuh Menit
Skor imbang 1-1 membuat tensi pertandingan semakin memanas menuju akhir waktu normal laga. Pelatih PSPS, Aji Santoso, juga tidak tinggal diam dengan memasukkan Vieri Doni untuk memperkuat pertahanan. Kedua tim saling jual beli serangan demi mengejar gol kemenangan yang sangat krusial.
Wasit memberikan tambahan waktu tujuh menit yang terasa seperti selamanya bagi para suporter. Rifal Lastori masuk menggantikan Clayton dengan harapan bisa menjadi pembeda di menit-menit akhir pertandingan. Namun, tembok pertahanan Askar Bertuah tampil sangat disiplin dan sulit sekali untuk ditembus lawan.
Serangan bertubi-tubi dari sayap kanan dan kiri selalu kandas di kaki pemain belakang PSPS. Skor kacamata di babak kedua ini bertahan hingga peluit panjang tanda berakhirnya laga berbunyi. Kedua tim harus puas berbagi satu angka dalam pertemuan ketiga mereka pada musim kompetisi ini.
"Hasil ini sangat adil bagi kedua tim yang sudah berjuang mati-matian," kata Aji Santoso. Meskipun gagal menang, ia mengaku bangga dengan kedisiplinan pemainnya yang meredam agresivitas serangan tuan rumah. PSMS kini harus bersiap melakukan evaluasi total sebelum melakoni laga sisa yang semakin berat. R-02

