Langkah Nyata Purbaya: Mesin Fiskal Digeber, Ekonomi RI Dijamin Tak Akan Runtuh
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan Indonesia tidak akan jatuh ke jurang resesi, apalagi krisis, meski dunia tengah diguncang konflik geopolitik di Timur Tengah. Foto : Istimewa
SABANGMERAUKE NEWS, Jakarta — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan Indonesia tidak akan jatuh ke jurang resesi, apalagi krisis, meski dunia tengah diguncang konflik geopolitik di Timur Tengah. Dengan nada optimistis sekaligus populis, Purbaya memastikan pemerintah telah menyalakan seluruh “mesin ekonomi” untuk menjaga pertumbuhan tetap stabil.
Pernyataan tegas itu disampaikan Purbaya usai pelantikan pejabat pimpinan tinggi madya di lingkungan Kementerian Keuangan, Jumat (27/3/2026). Ia menekankan bahwa kombinasi kebijakan fiskal dan moneter saat ini sedang dioptimalkan untuk mendorong sektor swasta tumbuh hingga 6 persen.
“Saya usahakan perbaikan iklim usaha seoptimal mungkin. Kalau mesin fiskal dan moneter berjalan dan swasta tumbuh 6 persen, harusnya tidak terlalu sulit,” ujar Purbaya.
Menurutnya, pemerintah tidak hanya mengandalkan kebijakan makro, tetapi juga berbagai dorongan tambahan di lapangan agar pertumbuhan ekonomi bergerak lebih cepat. Ia memastikan bahwa seluruh instrumen ekonomi kini tengah diaktifkan secara maksimal.
“Mesin-mesin itu sedang kita hidupkan. Jadi hampir pasti kita tidak menuju resesi apalagi krisis,” tegasnya.
Purbaya juga secara langsung membantah narasi pesimistis yang menyebut ekonomi Indonesia akan hancur. Ia bahkan menyentil pihak-pihak yang mengklaim mendapat pandangan dari mantan pejabat ekonomi negara.
“Iya kalau mereka menterinya. Sekarang ini kan menterinya Purbaya, pasti kita beresin,” ujarnya lugas.
Sebelumnya, dalam pidato pelantikan, Purbaya telah menepis isu yang menyebut Indonesia akan mengalami krisis dalam waktu dekat. Ia menilai prediksi krisis dalam dua hingga tiga bulan ke depan tidak berdasar.
“Kalau orang bilang kita mau krisis 2–3 bulan lagi, itu nggak benar,” katanya.
Lebih jauh, Purbaya mengungkapkan bahwa stabilitas ekonomi saat ini juga ditopang oleh kebijakan pemerintah yang tidak menaikkan harga BBM. Menurutnya, langkah tersebut tidak hanya menjaga daya beli masyarakat, tetapi juga meningkatkan stabilitas politik dan ekonomi nasional.
Ia bahkan menyebut kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya kepercayaan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo, yang pada akhirnya menjadi faktor penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.
“Ini menambah stabilitas ekonomi kita, sehingga kita bisa fokus menjalankan program-program yang ada,” jelasnya.
Purbaya menegaskan bahwa keseimbangan antara kebijakan sebagai peredam gejolak (shock absorber) dan sebagai pendorong pertumbuhan (engine of growth) menjadi kunci utama. Namun, keseimbangan itu hanya bisa tercapai melalui kerja sama lintas sektor.
“Soft absorber sekaligus engine itu harus balance. Itu tidak mungkin tercapai kalau kita kerja sendiri-sendiri,” pungkasnya.(R-04)

