Anggaran MBG Disorot! Menkeu Ungkap Cara Pangkas Rp40 Triliun Tanpa Kurangi Manfaat
Menteri keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. Foto : Istimewa
SABANGMERAUKE NEWS, Jakarta - Pemerintah membuka peluang efisiensi besar dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menteri Keuangan Purbaya menyebut potensi penghematan anggaran bisa mencapai Rp40 triliun per tahun, melalui skema penyesuaian operasional tanpa mengurangi manfaat bagi masyarakat.
Menteri Keuangan, Purbaya, mengungkapkan bahwa ruang efisiensi pada program MBG masih sangat terbuka di tengah tekanan fiskal global. Salah satu opsi yang tengah dikaji adalah pengurangan hari operasional program dari enam hari menjadi lima hari dalam sepekan.
Menurutnya, skema tersebut dinilai mampu menekan anggaran secara signifikan tanpa mengorbankan kualitas asupan gizi bagi anak-anak sekolah sebagai penerima manfaat utama.
Purbaya menegaskan, usulan efisiensi ini bukan berasal dari inisiatif pribadi, melainkan hasil pembahasan bersama Badan Gizi Nasional (BGN) dalam rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
“Yang penting ada efisiensi dan anak sekolahnya masih bisa makan cukup,” ujarnya.
Ia menambahkan, potensi penghematan Rp40 triliun tersebut merupakan tambahan dari target efisiensi anggaran pemerintah yang sebelumnya telah ditetapkan oleh Presiden Prabowo Subianto sebesar Rp81 triliun.
Dalam struktur anggaran 2026, pemerintah mengalokasikan total Rp335 triliun untuk program MBG. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp268 triliun disalurkan melalui kementerian/lembaga, terutama BGN sebagai pelaksana, sementara Rp67 triliun atau sekitar 20 persen disiapkan sebagai dana cadangan.
Meski demikian, Purbaya menekankan bahwa pengurangan hari operasional belum menjadi keputusan final. Opsi tersebut hanya akan dijalankan jika kondisi fiskal mendesak, dengan tetap memastikan program berjalan optimal.
Keputusan akhir terkait skema MBG, lanjutnya, akan diumumkan langsung oleh Kepala BGN, Dadan Hindayana, setelah dilaporkan kepada Presiden.
Di sisi lain, pemerintah juga terus mendorong efisiensi anggaran di seluruh kementerian dan lembaga. Namun, Purbaya mengungkapkan bahwa upaya tersebut menghadapi tantangan, lantaran sejumlah instansi justru mengajukan penambahan anggaran dalam pembahasan.
Dengan berbagai opsi yang tengah dikaji, efisiensi program MBG menjadi salah satu instrumen strategis pemerintah untuk menjaga kesehatan fiskal, tanpa mengorbankan program prioritas nasional di sektor kesejahteraan masyarakat.(R-04)

