AS dan Iran Mendadak Akur, IHSG Langsung Terbang Tinggi Pagi Ini!
Ilustrasi: Pekerja di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (infobanksnews.com)
SABANGMERAUKE NEWS, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung tancap gas membuka perdagangan dengan senyum lebar, Kamis, 26 Maret 2026. Indeks terpantau melompat 11,54 poin ke level 7.313 tepat pada pukul 9.01 WIB pagi tadi. Kenaikan tipis 0,16% ini cukup bikin investor merasa optimis setelah melihat layar penuh warna hijau menyala.
Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan gairah pasar yang sangat membara sejak menit pertama pembukaan. Volume perdagangan menembus 817 juta saham dengan nilai transaksi mencapai Rp466 miliar dalam sekejap. Frekuensi transaksi tercatat sudah menyentuh angka 63.619 kali, yang menunjukkan aktivitas jual beli sangat sibuk.
Sebanyak 306 saham terpantau sedang gagah perkasa mendaki pada pagi yang cerah ini. Sementara itu, hanya ada 106 saham yang sedang lunglai atau mengalami penurunan harga di papan perdagangan. Sebanyak 213 saham lainnya memilih untuk duduk manis alias tidak bergerak sama sekali dari posisi awal.
Angin Segar dari AS dan Iran
Kabar gembira datang dari panggung politik dunia yang biasanya bikin pusing kepala para pelaku pasar modal. Amerika Serikat kabarnya sedang rajin merayu Iran untuk segera menurunkan tensi panas konflik yang selama ini terjadi. Proposal damai lewat Pakistan menjadi jurus jitu yang kabarnya berisi pembatasan nuklir dan pembukaan Selat Hormuz.
Meredanya ketegangan ini langsung membuat harga minyak mentah dunia terkoreksi, alias turun drastis dari level tertingginya. Kondisi tersebut menjadi vitamin kuat bagi pasar saham di Asia, termasuk indeks kebanggaan tanah air kita ini. Penurunan harga komoditas energi ini otomatis mengurangi beban fiskal negara terkait subsidi bahan bakar minyak yang mahal.
“Meredanya tensi geopolitik setelah AS menginisiasi proposal de-eskalasi konflik dengan Iran menjadi pemicu utama,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas. Penguatan ini dianggap sangat sejalan dengan arah gerak mayoritas bursa saham di kawasan Asia pagi ini. Selain itu, musim laporan keuangan dan pembagian dividen juga menjadi pemanis yang sangat dinantikan para pemburu cuan.
Target terdekat IHSG saat ini sedang berupaya keras untuk menguji titik hambatan atau resistance di level 7.340. Jika level tersebut berhasil ditembus dengan kuat, ruang kenaikan menuju angka psikologis 7.500 akan terbuka sangat lebar. Investor pun mulai berani memasang posisi beli untuk memanfaatkan momentum langka yang sedang terjadi di pasar.
Saham Pilihan yang Bikin Rekening Gendut
Banyak analis mulai menebar jaring dengan memberikan rekomendasi saham yang punya potensi naik tinggi hari ini. Phintraco Sekuritas melihat ada sinyal teknikal menarik berupa penyempitan histogram negatif pada indikator MACD yang cukup valid. Kondisi ini sering dianggap sebagai pertanda awal terjadinya pembalikan arah menuju tren penguatan yang lebih stabil.
Saham perbankan raksasa seperti BBCA, BBRI, dan BMRI tetap menjadi menu wajib bagi para pemegang modal besar. Selain itu, saham sektor agribisnis seperti DSNG dan jasa konstruksi PTRO juga masuk dalam radar pantauan utama. Investor asing terlihat mulai kembali masuk perlahan untuk mengamankan posisi di saham-saham berkapitalisasi pasar sangat besar tersebut.
CGS International Sekuritas juga memberikan pandangan senada mengenai potensi pergerakan pasar yang cenderung bervariasi, namun tetap menguat. Mereka memprediksi rentang gerak indeks akan berada di kisaran 7.156 sampai dengan level tertinggi di angka 7.546. Nama-nama seperti BRIS, MBMA, JPFA, hingga ADRO menjadi saham jagoan yang layak dikoleksi saat ini.
“Solidnya mayoritas Bursa Wall Street serta aksi beli bersih asing menjadi sentimen positif pasar,” tulis tim riset CGS International. Kabar pemerintah yang akan memangkas anggaran tertentu demi menjaga kesehatan APBN juga turut menambah kepercayaan diri pasar. Kebijakan disiplin anggaran ini dianggap sebagai sinyal positif bagi stabilitas ekonomi nasional dalam jangka panjang.
Potensi Koreksi Mengintai
Melihat ke belakang, performa indeks pada hari Rabu kemarin memang patut diacungi jempol karena naik 2,75%. Kenaikan sebesar 195,28 poin tersebut membawa IHSG mendarat dengan selamat di level 7.302 sebelum lanjut mendaki hari ini. Pencapaian ini bahkan menempatkan bursa saham Indonesia sebagai yang terbaik di seluruh kawasan Benua Asia.
Meskipun sedang dalam tren naik, MNC Sekuritas tetap memberikan peringatan dini agar para trader tidak terlalu terlena. Mereka melihat secara teknikal pergerakan indeks masih memiliki risiko untuk mengalami koreksi sehat dalam waktu dekat ini. Area koreksi yang perlu diwaspadai berada pada kisaran 6.745 sampai 6.887 jika tekanan jual tiba-tiba muncul kembali.
Namun, jika skenario terbaik terjadi, indeks diprediksi akan terus melaju kencang menuju area target baru di 7.779. Untuk menyiasati potensi koreksi tersebut, strategi belanja saham saat harga sedang turun atau buy on weakness sangat disarankan. Beberapa saham yang masuk kategori ini adalah BKSL, ENRG, INCO, dan juga perusahaan milik Sandiaga Uno, SRTG.
“Posisi BKSL diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave 4 dari wave (C),” tulis manajemen MNC Sekuritas dalam risetnya. Pergerakan saham emiten properti ini memang sedang mencuri perhatian setelah menguat cukup signifikan sebesar 6,93% kemarin sore. Volume pembelian yang tinggi menjadi bukti bahwa banyak orang mulai percaya diri menaruh uang mereka di sana.
Manuver Investor Asing
Jangan lupakan pergerakan investor luar negeri yang tercatat melakukan beli bersih atau net buy sebesar Rp103,12 miliar. Saham PT Adaro Andalan Indonesia (AADI) menjadi primadona utama yang paling banyak diborong oleh para pemodal asing tersebut. Tak tanggung-tanggung, nilai pembelian bersih pada saham tambang ini mencapai angka fantastis, yaitu sebesar Rp335,1 miliar.
Selain AADI, saham otomotif ASII dan tambang batu bara PTBA juga laku keras seperti kacang goreng di pasar. Investor asing nampaknya sangat menyukai sektor komoditas dan infrastruktur telekomunikasi seperti TLKM yang juga mencatat net buy besar. Fenomena ini menunjukkan bahwa aset-aset di Indonesia masih dianggap sangat seksi dan murah oleh pemain global.
Namun, ada hal unik yang terjadi pada saham BBRI yang justru mencatat aksi jual bersih paling deras kemarin. Meskipun asing membuang saham bank ini senilai Rp507,51 miliar, harganya tetap mampu bertahan dan malah naik 1,72%. Kekuatan investor domestik nampaknya cukup tangguh untuk menahan gempuran jual dari luar negeri pada perdagangan tengah pekan lalu.
Kini, semua mata tertuju pada layar monitor untuk melihat apakah IHSG mampu mempertahankan posisi hijaunya hingga sore nanti. Penurunan harga minyak dan damainya suasana di Timur Tengah diharapkan terus menjadi bahan bakar bagi kenaikan indeks. Mari kita pantau bersama apakah target level 7.500 bisa segera terwujud dalam waktu dekat atau justru tertunda. R-02

