Kemnaker Buka Akses Tanpa Batas, Pelatihan Vokasi 2026 Disebut Dongkrak Kesehatan Mental & Karier
Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah. Foto : Istimewa
SABANGMERAUKE NEWS, Jakarta — Kebijakan populis Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menghapus batasan tahun kelulusan dalam Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 dinilai sebagai langkah strategis yang tak hanya meningkatkan peluang kerja, tetapi juga berdampak pada kesehatan mental dan kesejahteraan masyarakat usia produktif.
Program yang menargetkan 20.000 peserta ini kini terbuka bagi seluruh lulusan SMA/SMK/MA atau sederajat tanpa memandang tahun kelulusan. Kebijakan ini memperluas akses bagi masyarakat yang selama ini tertinggal dalam peningkatan keterampilan kerja.
Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah, menegaskan bahwa penghapusan batasan ini bertujuan membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat untuk meningkatkan kompetensi.
“Penghapusan batasan tahun kelulusan ini merupakan bentuk komitmen kami untuk membuka akses pelatihan seluas-luasnya bagi masyarakat,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (20/3/2026).
Dalam perspektif kesehatan masyarakat, akses terhadap pekerjaan dan keterampilan yang relevan berperan penting dalam menekan risiko stres, kecemasan, hingga gangguan kesehatan mental akibat pengangguran. Karena itu, program vokasi dinilai bukan sekadar pelatihan kerja, tetapi juga bagian dari upaya promotif dalam menjaga kesehatan psikososial masyarakat.
Sebelumnya, program ini hanya diperuntukkan bagi lulusan 2023–2025. Kini, perubahan kebijakan membuka peluang bagi lulusan lama yang belum sempat mengembangkan keterampilan kerja.
Darmawansyah menambahkan, kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang menuntut kesiapan kompetensi yang adaptif. Tanpa peningkatan keterampilan, banyak pencari kerja berisiko tertinggal dan mengalami tekanan ekonomi yang berdampak pada kualitas hidup.
Pelatihan vokasi Kemnaker dirancang berbasis kebutuhan dunia usaha dan industri (link and match), sehingga peserta tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga kesiapan kerja yang lebih matang.
Akses program juga diperluas melalui Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) atau Balai Latihan Kerja (BLK) milik pemerintah pusat dan daerah, guna menjangkau lebih banyak masyarakat di berbagai wilayah.
Program ini terbuka bagi Warga Negara Indonesia berusia minimal 17 tahun. Peserta akan mendapatkan berbagai fasilitas penunjang, seperti pelatihan gratis, makan siang, bantuan transportasi, hingga perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Selain itu, peserta juga memperoleh sertifikat pelatihan serta sertifikasi kompetensi.
Kemnaker mengimbau masyarakat segera memanfaatkan kesempatan ini dengan mendaftar melalui platform Skillhub sebelum batas akhir 24 Maret 2026.
Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan daya saing tenaga kerja, tetapi juga memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat melalui peningkatan kesejahteraan dan stabilitas ekonomi individu.(R-04)

