NAC Breda Ngamuk! Sebut Bek Garuda Ini Pemain Ilegal dan Minta Laga Ulang
Bek Timnas Indonesia, Dean James. (ist)
SABANGMERAUKE NEWS, Amsterdam - Liga Belanda mendadak heboh karena urusan dokumen pemain Timnas Indonesia, Dean James. NAC Breda melayangkan protes resmi setelah mereka dibantai enam gol tanpa balas oleh Go Ahead Eagles. Masalah ini mencuat ke publik pada Sabtu, 21 Maret 2026, setelah adanya dugaan pelanggaran izin kerja.
Dean James tampil selama 75 menit saat timnya menang telak pekan lalu di De Adelaarshorst. Namun, NAC Breda mencium aroma tidak beres soal status kewarganegaraan bek andalan Garuda tersebut. Mereka meminta KNVB menyelidiki apakah Dean James sah bermain atau justru berstatus pemain ilegal.
Kabarnya, masalah utama muncul karena Dean James sudah resmi menjadi WNI sejak tahun 2025. Menurut hukum di Belanda, pemain yang melepas paspor Belanda wajib mengurus izin kerja khusus non-Uni Eropa. NAC Breda meyakini ada celah hukum yang membuat pertandingan tersebut harus dinyatakan tidak sah.
Pemain Garuda Terancam?
"Pertandingan melawan Go Ahead Eagles harus dinilai ulang oleh KNVB," bunyi pernyataan resmi di situs NAC Breda. Muncul indikasi ada pemain yang tampil padahal menurut hukum Belanda dilarang bekerja tanpa izin tepat. Hal ini langsung bikin klub-klub lain yang punya pemain Indonesia jadi ikut meriang.
Klub seperti Willem II yang punya Nathan Tjoe-A-On kini mulai memantau perkembangan kasus ini. Begitu juga dengan FC Emmen tempat Tim Geypens bernaung, serta Fortuna Sittard yang memiliki Justin Hubner. Mereka semua khawatir kena getah sanksi administrasi jika prosedur izin kerja WNI tidak beres.
Pemain yang memilih membela Indonesia memang wajib melepas paspor Belanda mereka sesuai regulasi ketat di sana. Situasi ini memicu ketidakpastian besar bagi para pemain naturalisasi yang berkarir di kasta tertinggi Liga Belanda. Jika terbukti melanggar, klub bisa kena pengurangan poin atau denda yang sangat besar.
Maarten Paes Contoh Teladan
Berbeda dengan Go Ahead Eagles yang sedang pusing, Ajax Amsterdam justru terlihat sangat tenang. Laporan media menyebut sistem administrasi Ajax jauh lebih tertata rapi dan patuh aturan hukum. Saat merekrut Maarten Paes, Ajax sadar betul dengan status paspor Indonesia milik kiper jempolan itu.
Ajax sengaja menunggu waktu lebih lama agar seluruh prosedur izin kerja Maarten Paes benar-benar tuntas. Manajemen klub raksasa itu bahkan memberikan gaji di atas rata-rata standar pemain non-Uni Eropa. Langkah ini diambil agar mereka sepenuhnya mematuhi regulasi ketenagakerjaan yang berlaku di Belanda.
Direktur Go Ahead Eagles, Jan Willem Van Dop, tetap bersikeras pihaknya tidak melakukan kesalahan apapun. Ia mengklaim Dean James punya paspor Belanda yang sah saat kontrak pertama kali ditandatangani. "Itu urusan pengacara dan KNVB, kami tetap tenang menghadapi protes ini," ujar Jan Willem Van Dop.
Menanti Ketegasan KNVB
Kini semua mata tertuju pada keputusan Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) untuk mengakhiri polemik ini. Jika protes dikabulkan, hasil pertandingan 6-0 bisa dianulir dan laga kemungkinan besar harus diulang kembali. Ini tentu jadi kerugian besar bagi Go Ahead Eagles yang sudah bermain sangat apik di lapangan.
Kasus Dean James menjadi pengingat keras bagi semua pemain keturunan Indonesia yang merumput di Eropa. Administrasi paspor dan izin kerja bukan perkara sepele yang bisa diabaikan begitu saja demi karier. Kejelasan status hukum sangat penting agar perjuangan di lapangan hijau tidak sia-sia karena masalah kertas.
Hingga berita ini turun, Dean James masih bungkam dan fokus pada pemulihan fisiknya bersama tim. Banyak pihak berharap solusi terbaik segera ditemukan agar tidak mengganggu performa para pemain Timnas Indonesia lainnya. "Setelah KNVB ambil keputusan, kami akan beri kabar terbaru," tutup pernyataan resmi dari NAC Breda. R-02

