Jadi Abu! Polisi Bakar Habis 5 Rakit Naga Emas di Sungai Kuantan
Polisi membakar 5 unit rakit Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Kasang Limau Sundai dan Desa Teratak Jering, Selasa, 17 Maret 2026. (ist)
SABANGMERAUKE NEWS, Kuansing - Langit di Kuantan Hilir Seberang tampak biasa. Namun di darat dan sungai, gerak aparat mulai terasa. Targetnya jelas, jejak tambang emas ilegal yang diam-diam hidup.
Tim dari Polsek Kuantan Hilir bergerak ke Desa Rawang Ogung. Informasi beredar soal tempat penampungan dan pemurnian emas. Lokasi itu diduga jadi simpul aktivitas PETI.
Saat tim tiba, suasana justru lengang. Tidak ada aktivitas mencolok. Tidak ada suara mesin, tidak ada pekerja. “Tim sudah cek langsung, tidak ditemukan aktivitas di lokasi,” kata Kapolsek Kuantan Hilir, Iptu Edi Winoto.
Pengecekan tidak berhenti di situ. Warga sekitar ikut dimintai keterangan. Hasilnya seragam, tidak ada yang mengetahui aktivitas pemurnian emas di titik tersebut.
Meski begitu, pengawasan tetap berjalan. Area yang sempat dicurigai kini masuk radar patroli rutin. Situasi terlihat tenang, tapi jejak aktivitas lama masih terasa.
Gerak berikutnya mengarah ke dua desa lain. Desa Kasang Limau Sundai dan Desa Teratak Jering jadi titik sasaran. Di sinilah temuan mulai terlihat jelas.
Di aliran sungai, lima unit rakit PETI ditemukan. Kondisinya tidak beroperasi. Tidak ada orang di sekitar. Rakit-rakit itu seperti ditinggalkan begitu saja. Tidak ada tanda kepemilikan.
Namun bentuk dan peralatan menunjukkan fungsi yang jelas. “Ditemukan lima rakit dalam kondisi tidak aktif,” ujar Edi.
Tanpa menunggu lama, tindakan tegas langsung diambil. Mesin dirusak. Peralatan dihancurkan. Beberapa bagian dibakar agar tidak bisa dipakai lagi. Asap tipis sempat membumbung dari sisa pembakaran. Suara retakan kayu dan logam terdengar singkat. Setelah itu, sunyi kembali.
Tidak ada pelaku yang diamankan dalam operasi ini. Tidak ada penangkapan di lokasi. Namun pesan yang ditinggalkan cukup keras. Tambang ilegal tidak diberi ruang.
Ratusan Rakit Sudah Dimusnahkan
Penertiban ini bukan yang pertama. Data menunjukkan operasi serupa sudah berlangsung lama. Hasilnya cukup besar. Sepanjang 2025, aparat mengungkap 16 kasus PETI di wilayah Kuansing.
Sebagian besar sudah masuk tahap lengkap untuk proses hukum. “Mayoritas kasus sudah lengkap, satu masih berjalan,” ujar Kombes Ade Kuncoro Wahyu dari Direktorat Reskrimsus Polda Riau.
Tidak hanya penanganan kasus. Penertiban alat juga berjalan masif. Sepanjang 2025, sebanyak 695 unit rakit PETI dimusnahkan. Angka itu belum berhenti. Memasuki 2026 hingga Februari, empat kasus baru kembali terungkap. Lokasinya tersebar di beberapa kecamatan.
Barang bukti yang diamankan beragam. Mesin robin, selang, dulang, hingga karpet penyaring emas ikut disita. Semua jadi bagian dari rantai aktivitas tambang ilegal.
Di tahun yang sama, 146 unit rakit kembali dimusnahkan. Sungai-sungai yang dulu ramai perlahan berubah. Meski begitu, pola lama masih muncul. Rakit ditinggalkan saat aparat datang. Aktivitas berhenti sementara, lalu muncul lagi di titik lain.
Kabid Humas Polda Riau, Kombes Zahwani Pandra Arsyad, memberi penegasan. Penindakan tidak akan berhenti. “Penegakan hukum terus berjalan untuk lindungi lingkungan,” kata Pandra.
Selain penindakan, pendekatan ke masyarakat juga digencarkan. Sepanjang 2025, lebih dari 1.600 kegiatan sosialisasi digelar di berbagai wilayah. Pesannya sederhana. Tambang tanpa izin merusak lingkungan. Dampaknya bisa panjang.
Di Kuansing, sungai bukan sekadar aliran air. Ia jadi sumber hidup, jalur ekonomi, sekaligus saksi aktivitas ilegal. Kini, perlahan wajah sungai berubah. Rakit-rakit yang dulu ramai kini tinggal sisa. Beberapa jadi arang, sebagian hilang tanpa jejak.
Operasi seperti ini kemungkinan akan terus berulang. Lokasi berpindah, pola berubah, tapi tujuan tetap sama. Menekan tambang ilegal hingga tidak lagi punya ruang.
Di tengah sunyi sungai, pesan itu terasa jelas. Tidak semua yang hilang benar-benar pergi. Ada yang sengaja dihapus agar tidak kembali. R-02
BERITA TERKAIT :
-
Liga Champions 2025/2026
Keajaiban Bodo/Glimt Terhenti! Sporting CP Ngamuk Balas Dendam Pakai Skor Sadis 5-0
-
Liga Champions 2025/2026
Meriam London Meledak! Eberechi Eze Bikin Kiper Leverkusen Bengong di Emirates
-
Liga Champions 2025/2026
Akhir Tragis Pep Guardiola, Real Madrid Bikin Manchester City Jadi Tim Medioker di Kandang

