Niat Hati Tanam Sawit, Pria di Rohil Malah Panen Masalah Gara-Gara Kepulan Asap
ES alias Wak Bandung (54) ditangkap polisi karena membuka lahan dengan cara membakar. (ist)
SABANGMERAUKE NEWS, Rokan Hilir - Asap tebal naik perlahan dari hamparan lahan di Tanah Putih Tanjung Melawan. Api belum sepenuhnya padam saat seorang pria berdiri tidak jauh dari titik panas. Situasi itu berubah cepat jadi penangkapan.
Pria tersebut berinisial ES alias Wak Bandung, usia 54 tahun. Ia ditemukan di lokasi kebakaran di wilayah Kepenghuluan Labuhan Papan, Senin, 16 Maret 2026. Api masih aktif saat petugas tiba.
Kasus ini terungkap saat patroli rutin berlangsung sekitar pukul 15.00 WIB. Petugas melihat kepulan asap dari kawasan hutan produksi konversi. Arah patroli langsung berubah menuju sumber asap.
Setiba di lokasi, pemandangan cukup jelas. Api masih menjalar di beberapa titik. Seorang pria tampak berada di sekitar area terbakar. “Api masih hidup saat petugas tiba di lokasi,” ujar Kapolsek Tanah Putih Tanjung Melawan, Iptu Kodam Firman Sidabutar.
Pengakuan di Tempat
Petugas langsung mendekat. Pria tersebut tidak sempat menjauh. Interogasi singkat dilakukan di lokasi kejadian. Hasilnya cepat. Pelaku mengakui telah membakar lahan itu sendiri. Tidak ada orang lain yang terlibat dalam aksi tersebut.
Menurut keterangan, pembakaran dilakukan di empat titik berbeda. Api dinyalakan menggunakan mancis. Tujuannya sederhana, membuka lahan untuk ditanami kelapa sawit. “Pelaku membakar di beberapa titik untuk bersihkan lahan,” kata Kodam.
Di sekitar lokasi, petugas menemukan barang bukti. Sebuah mancis, parang, dan potongan kayu hangus diamankan. Semua menjadi petunjuk kuat dari kejadian tersebut.
Setelah diamankan, pelaku langsung dibawa ke kantor polisi sektor setempat. Proses hukum berjalan cepat. Kasus dilimpahkan ke Satreskrim Polres Rokan Hilir.
Kapolres Rokan Hilir, AKBP Isa Imam Syahroni, memberi penegasan tegas. Tindakan pembakaran lahan masuk kategori serius. Ancaman hukum tidak ringan. “Proses hukum terus berjalan dengan pemeriksaan saksi,” ujar Isa singkat.
Penyidik masih melengkapi berkas perkara. Keterangan saksi dikumpulkan satu per satu. Semua untuk memperkuat proses hukum yang sedang berjalan.
Peristiwa ini kembali mengingatkan satu hal sederhana. Membuka lahan dengan api selalu membawa risiko besar. Api kecil bisa berubah jadi bencana luas dalam waktu singkat.
Di lokasi kejadian, sisa asap masih terlihat tipis. Tanah menghitam, udara terasa berat. Jejak kebakaran tidak mudah hilang. Langkah penegakan hukum pun terus bergerak. Kasus ini jadi pengingat keras di tengah ancaman karhutla yang terus mengintai setiap musim kering. R-02
BERITA TERKAIT :
-
Liga Champions 2025/2026
Keajaiban Bodo/Glimt Terhenti! Sporting CP Ngamuk Balas Dendam Pakai Skor Sadis 5-0
-
Liga Champions 2025/2026
Meriam London Meledak! Eberechi Eze Bikin Kiper Leverkusen Bengong di Emirates
-
Liga Champions 2025/2026
Akhir Tragis Pep Guardiola, Real Madrid Bikin Manchester City Jadi Tim Medioker di Kandang
-
Liga Champions 2025/2026
Chelsea Dipermalukan di Rumah Sendiri, PSG Pesta Tanpa Ampun

