Liga Champions 2025/2026
Keajaiban Bodo/Glimt Terhenti! Sporting CP Ngamuk Balas Dendam Pakai Skor Sadis 5-0
Selebrasi pemain Sporting Lisbon seusai mengalahkan Bodo/Glimt dengan skor 5-0 di leg kedua 16 besar Liga Champions 2025/2026, Rabu, 18 Maret 2026. (AP Photo)
SABANGMERAUKE NEWS, Lisbon - Estadio Jose Alvalade menjadi saksi bisu salah satu malam paling gila dalam sejarah sepak bola Portugal, Rabu 18 Maret 2026 dini hari WIB. Sporting CP sukses melakukan misi mustahil dengan menghancurkan Bodo/Glimt lewat skor telak 5-0 melalui babak tambahan waktu yang sangat dramatis. Hasil ini memastikan armada Singa Lisbon melaju ke perempat final Liga Champions dengan agregat 5-3 setelah sempat tertinggal tiga gol pada leg pertama.
Laga dimulai dengan tensi tinggi karena tuan rumah langsung tancap gas mengejar ketertinggalan sejak peluit pertama dibunyikan wasit. Francisco Trincao tampil bak dirigen orkestra yang mengatur setiap serangan mematikan ke jantung pertahanan tim tamu. Gol pembuka yang dinanti akhirnya lahir pada menit ke-30 lewat sundulan tajam Goncalo Inacio yang memanfaatkan umpan sepak pojok akurat.
Bodo/Glimt sebenarnya sempat memberikan perlawanan sengit dan nyaris menyamakan kedudukan melalui skema serangan balik cepat. Namun, dewi fortuna sepertinya sedang memakai jersey Sporting karena dua peluang emas Odin Bjortuft hanya membentur mistar gawang dalam satu rangkaian serangan. Kegagalan lawan tersebut menjadi bahan bakar tambahan bagi mental pemain tuan rumah untuk terus menggempur tanpa henti.
"Tim menunjukkan karakter pemenang yang sesungguhnya karena tidak pernah menyerah meski dalam posisi sulit," ujar perwakilan tim teknis UEFA saat memberikan apresiasi usai pertandingan berakhir.
Sihir Francisco Trincao
Memasuki babak kedua, Sporting tidak menurunkan intensitas serangan sama sekali demi memangkas jarak agregat yang kian menipis. Harapan publik Lisbon semakin membuncah pada menit ke-61 saat Pedro Goncalves mencocor bola hasil umpan matang Luis Suarez ke pojok atas gawang. Skor 2-0 membuat atmosfer stadion semakin mendidih karena keajaiban terasa semakin dekat di depan mata para suporter.
Momen krusial yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba melalui intervensi teknologi VAR setelah terjadi pelanggaran tangan di area terlarang. Wasit menunjuk titik putih setelah bek lawan, Fredrik Bjorkan, dinilai sengaja menghalangi laju bola dengan tangan di kotak penalti. Luis Suarez yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sangat dingin untuk menyamakan agregat menjadi 3-3.
Pertandingan pun harus berlanjut ke babak tambahan waktu karena tidak ada gol lagi yang tercipta dalam waktu normal sembilan puluh menit. Di masa ekstra ini, kelelahan fisik mulai terlihat melanda para pemain Bodo/Glimt yang terus digempur dari berbagai sisi. Maximiliano Araujo menjadi pahlawan baru setelah melepaskan sepakan kaki kiri mematikan yang merobek jala gawang lawan di awal babak tambahan.
Pesta Gol Penutup
Sporting benar-benar tidak membiarkan tim tamu bernapas lega sedikit pun meskipun sudah unggul secara agregat. Dominasi Francisco Trincao di lini tengah benar-benar mematikan kreativitas lawan sekaligus menjadi jembatan bagi setiap peluang emas yang tercipta. Trincao mencatatkan statistik luar biasa dengan menciptakan banyak peluang emas serta assist penting yang meruntuhkan mental lawan sepenuhnya.
Pesta gol akhirnya ditutup secara manis oleh pemain pengganti Rafael Nel tepat pada masa injury time babak tambahan kedua. Nel dengan cerdik mengecoh satu pemain bertahan sebelum melepaskan tembakan akurat yang mengunci kemenangan bersejarah 5-0 malam itu. Seisi stadion bersorak merayakan keberhasilan tim kesayangan mereka masuk ke jajaran elit delapan besar klub terbaik di Eropa.
Kemenangan ini menjadi catatan sejarah pertama bagi Sporting sejak musim 1963/1964 dalam hal membalikkan defisit tiga gol di kompetisi UEFA. Keberhasilan ini sekaligus mengubur mimpi Bodo/Glimt untuk menjadi tim Norwegia pertama yang menembus perempat final dalam hampir tiga dekade terakhir. Perjalanan Sporting di Liga Champions musim ini resmi menjadi bahan pembicaraan hangat karena semangat pantang menyerah yang mereka tunjukkan.
Langkah berikutnya sudah menanti di babak perempat final, namun malam ini biarlah kota Lisbon berpesta merayakan keajaiban yang terjadi di Alvalade. Mentalitas baja dan kualitas teknik tinggi menjadi bukti nyata bahwa Sporting bukan sekadar pelengkap di kompetisi paling bergengsi ini. Dunia sepak bola kini harus waspada terhadap ancaman nyata dari sang Singa Lisbon yang sedang lapar prestasi. R-02
BERITA TERKAIT :
-
Liga Champions 2025/2026
Meriam London Meledak! Eberechi Eze Bikin Kiper Leverkusen Bengong di Emirates
-
Liga Champions 2025/2026
Akhir Tragis Pep Guardiola, Real Madrid Bikin Manchester City Jadi Tim Medioker di Kandang
-
Liga Champions 2025/2026
Chelsea Dipermalukan di Rumah Sendiri, PSG Pesta Tanpa Ampun

