Musorprov Batal! KONI Pusat Resmi Perpanjang Napas Pengurus KONI Riau 6 Bulan Lagi
Ketua Umum Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Letjen TNI Purn Marciano Norman (ist)
SABANGMERAUKE NEWS, Pekanbaru - Kursi panas pengurus KONI Riau mendadak mendapat napas tambahan selama enam bulan ke depan. Harusnya masa bakti berakhir Maret ini, namun Marciano Norman selaku Ketua Umum KONI Pusat memilih jalan tengah.
Purnawirawan jenderal berbintang tiga ini menandatangani SK Nomor 37 Tahun 2026 pada Senin tanggal 16 Maret 2026 untuk mengamankan posisi pengurus lama. Keputusan ini otomatis membuyarkan rencana pemilihan ketua baru yang sempat memanas beberapa waktu lalu.
Pengurus kini punya waktu ekstra mulai April hingga September 2026 untuk menyelesaikan urusan yang tertunda. Langkah drastis ini diambil demi menjaga kesinambungan pembinaan atlet yang sedang bersiap menghadapi agenda besar.
Riau punya tanggung jawab berat menjadi tuan rumah Kejurnas Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI). Selain itu, ada gelaran PON Beladiri di Sulawesi Utara yang butuh perhatian serius tanpa gangguan konflik internal organisasi.
Drama Tim Penjaringan Picu Pembatalan Musorprov
Di balik alasan prestasi, tercium aroma perselisihan yang cukup menyengat di tubuh Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP). Lima orang anggota tim kabarnya tidak satu suara hingga terjadi perpecahan yang bikin pusing kepala.
Empat anggota nekat menandatangani hasil rapat tanpa persetujuan sang ketua tim lalu mengirimnya ke pusat. Mereka kabarnya mengabaikan arahan pusat untuk melakukan verifikasi ulang terhadap dukungan tiga KONI kabupaten kota.
KONI Pusat akhirnya bertindak tegas dengan mencabut surat nomor 183/ORG/III/2026 yang mengatur jadwal Musorprov sebelumnya. Surat sakti tersebut kini dinyatakan tidak berlaku lagi demi mendinginkan suasana yang sempat mendidih.
Langkah ini dianggap paling adil agar organisasi tetap berjalan normal tanpa terjebak dalam kisruh perebutan kekuasaan. "Surat perpanjangan sudah diterima dan segera jalankan tugas sesuai arahan," ujar Sekretaris Umum KONI Riau Edi Satria hari Selasa tanggal 17 Maret 2026.
Tugas Berat Menanti Hingga September
Edi Satria membenarkan bahwa salinan SK perpanjangan sudah mendarat di meja kerja pengurus tingkat provinsi. Dengan adanya surat ini, seluruh pengurus tetap menjalankan fungsi pokok seperti biasa tanpa perlu buru-buru mengemas barang.
Namun, perpanjangan ini adalah kesempatan terakhir yang diberikan oleh pusat kepada pengurus periode 2022-2026. Musorprov harus dilaksanakan paling lambat bulan September 2026 dan tidak ada lagi istilah perpanjangan jilid dua.
KONI Riau kini dituntut bekerja ekstra keras menyelesaikan tugas organisasi dengan penuh rasa tanggung jawab. Konflik verifikasi dukungan calon ketua umum harus segera dicarikan solusi yang sesuai aturan main organisasi.
Jangan sampai urusan internal mengganggu konsentrasi para atlet yang sedang berjuang mengharumkan nama daerah di kancah nasional. Masa enam bulan ini harus dimanfaatkan untuk membersihkan sisa-sisa perselisihan agar musyawarah nanti berjalan lancar.
Publik olahraga di Bumi Lancang Kuning berharap perpanjangan ini bukan sekadar mengulur waktu tanpa hasil nyata. Stabilitas organisasi menjadi kunci utama jika Riau ingin tetap bertaji dalam ajang PON Beladiri maupun Kejurnas Panjat Tebing.
Masyarakat tentu lebih ingin mendengar berita soal medali emas ketimbang berita soal rebutan kursi di kantor KONI. Fokus pada prestasi atlet jauh lebih mulia daripada terjebak dalam permainan politik praktis di dunia olahraga. R-02

