Mudik 2026
Terjebak Macet 14 Jam, Nyawa Pemudik Riau Nyaris Melayang di Jalur Lintas Timur
Ilustrasi kemacetan jalur mudik di Jalan Lintas Timur Jambi-Palembang. Foto: SMNews/Create by AI
SABANGMERAUKE NEWS, Jambi - Seorang pemudik asal Riau jatuh kritis setelah terjebak kemacetan horor selama 14 jam di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Jambi-Palembang pada Selasa 17 Maret 2026. Pria paruh baya ini mendadak mengalami batuk berdarah di dalam kendaraan saat berada di kawasan Bayung Lencir, Musi Banyuasin.
Keluarga korban panik luar biasa karena mobil yang mereka tumpangi sama sekali tidak bisa bergerak akibat ribuan kendaraan lain mengunci jalan. Kondisi darurat ini terekam saat penumpang mobil berteriak histeris meminta pertolongan kepada warga sekitar dan pengendara lainnya.
Korban berencana mudik menuju Jakarta bersama anaknya yang bertindak sebagai sopir sejak keberangkatan dari Riau. "Dalam kendaraan itu terdapat seorang pria paruh baya sedang mengalami sakit parah," ujar Dani seorang warga Jambi yang berada di lokasi kejadian.
Keluarga terpaksa berupaya keras menerobos antrean kendaraan tanpa pengawalan petugas demi mencapai puskesmas terdekat. Proses evakuasi berjalan sangat dramatis dan sulit lantaran kepadatan jalan sudah mencapai titik jenuh. Kelelahan hebat akibat terjebak belasan jam diduga menjadi pemicu utama kambuhnya penyakit kronis korban. Dani menyaksikan sendiri betapa sulitnya mobil tersebut menembus barisan truk yang mengular panjang.
Kemacetan panjang ini sebenarnya sudah mulai terjadi sejak Minggu malam di wilayah Musi Banyuasin dan Banyuasin. Insiden truk patah as dan truk pengangkut besi yang terguling di badan jalan menjadi penyebab utama kelumpuhan total tersebut.
Perilaku pengendara yang nekat menerobos jalur berlawanan membuat situasi semakin semrawut dan tidak terkendali. Jalur lintas timur berubah menjadi area parkir raksasa yang sangat menyiksa bagi para pemudik.
Penyekatan dan Jalur Alternatif
Direktorat Lalu Lintas Polda Jambi mengambil langkah tegas dengan menutup akses pemudik menuju arah Palembang pagi tadi. Petugas melakukan penyekatan ketat di Tol Muaro Sebapo, Tol Pijoan, hingga jalan arteri perbatasan Jambi-Sumatera Selatan.
Langkah ini diambil untuk mencegah penumpukan kendaraan yang lebih parah di titik kemacetan utama. Pemudik diminta tidak memaksakan diri melintasi jalur timur yang sedang lumpuh total.
Petugas di lapangan mengarahkan seluruh pemudik untuk beralih melewati jalur alternatif lintas barat atau lintas tengah Sumatera. Jalur alternatif ini dianggap lebih aman meski jarak tempuh menjadi lebih jauh dari rute normal.
Penutupan akses tol bertujuan mengurai sumbatan di wilayah Bayung Lencir yang menjadi pusat masalah. Pengendara diharapkan mematuhi instruksi petugas demi menghindari terjebak dalam kemacetan yang lebih lama.
Situasi di lapangan hingga siang ini masih menunjukkan antrean kendaraan yang sangat padat dan sulit bergerak. Sejumlah kendaraan evakuasi terus berupaya menyingkirkan bangkai truk yang menutupi separuh badan jalan utama.
Polisi juga mulai menindak tegas kendaraan yang kedapatan melawan arus dan memperparah kondisi lalu lintas. Penanganan kemacetan ini memerlukan waktu cukup lama mengingat volume kendaraan mudik terus meningkat tajam.
Kisah pria asal Riau ini menjadi peringatan keras bagi seluruh pemudik agar selalu memantau kondisi kesehatan sebelum berangkat. Perjalanan jauh dengan risiko kemacetan ekstrem membutuhkan fisik yang sangat prima serta kesiapan mental.
Pastikan membawa obat-obatan pribadi dan cadangan logistik yang cukup saat melintasi jalur rawan macet. Keselamatan nyawa harus tetap menjadi prioritas utama di atas keinginan untuk cepat sampai di tujuan. R-02

