46 Titik Api, Riau Jadi Penyumbang Hotspot Terbanyak di Sumatera Hari Ini
Ilustrasi perjuangan tim Manggala Agni memadamkan kabakaran lahan di Rokan Hilir. (ist)
SABANGMERAUKE NEWS, Pekanbaru - Provinsi Riau mendominasi sebaran titik panas di seluruh wilayah Sumatera pada Selasa 17 Maret 2026. Data satelit Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi 46 hotspot aktif tersebar di berbagai kabupaten. Angka ini menjadi yang tertinggi dibandingkan provinsi tetangga seperti Aceh dan Sumatera Utara. Kondisi suhu udara panas serta hembusan angin kencang meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan secara signifikan.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru Gita Dewi menyebut total titik panas di Sumatera mencapai 117 titik pagi ini. Riau menyumbang angka terbesar disusul Aceh dengan 34 titik dan Sumatera Utara 12 titik. "Dari total 117 titik panas di Sumatera, paling banyak terpantau di Riau sebanyak 46 titik," kata Gita Dewi dalam keterangan resminya. Sebagian besar titik panas tersebut berada pada tingkat kepercayaan sedang yang memerlukan penanganan cepat.
Kabupaten Pelalawan menjadi zona paling merah dengan temuan 20 titik panas. Wilayah Bengkalis menyusul ketat pada urutan kedua melalui deteksi 18 titik panas di lahan gambut. Titik api lain juga mulai muncul di Kampar, Indragiri Hilir, hingga Kepulauan Meranti meski dalam jumlah kecil. Pemerintah daerah harus segera menggerakkan tim lapangan guna melakukan verifikasi lokasi sebelum api meluas.
Waspada Kebakaran Lahan Gambut
Sebanyak 44 titik panas di Riau memiliki tingkat kepercayaan sedang sehingga potensi kebakaran lahan sangat nyata. Satelit juga menangkap sisa energi panas di Rokan Hilir dan Rokan Hulu meski intensitasnya masih rendah. Masyarakat dilarang keras membuka lahan dengan cara membakar saat cuaca ekstrem melanda. Praktik pembersihan lahan menggunakan api sering menjadi pemicu utama bencana kabut asap tahunan.
BMKG Pekanbaru mendesak korporasi dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan dini terhadap kemunculan asap. Langkah pencegahan harus dilakukan segera melalui patroli rutin di area rawan terbakar. Koordinasi antara petugas pemadam dan relawan sangat penting untuk memutus rantai penyebaran api. "Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran lahan terutama saat cuaca panas," tegas Gita Dewi mengingatkan warga.
Bencana karhutla bukan sekadar masalah lingkungan namun juga mengancam kesehatan serta aktivitas ekonomi masyarakat luas. Wilayah pesisir Riau memiliki karakter lahan gambut dalam yang sangat sulit padam jika sudah terbakar. Semua elemen wajib bersinergi melakukan langkah antisipasi agar Riau terbebas dari horor kabut asap. Pengawasan ketat pada titik-titik koordinat satelit menjadi kunci utama dalam pengendalian situasi lapangan. R-02

