Rudal Hantam Situs Bersejarah Iran, Istana Chehel Sotoun Berusia 300 Tahun Rusak Parah
Ilustrasi gambar Israel serang bangunan Chehel Sotoun. Foto : AI
SABANGMERAUKE NEWS, Iran - Serangan udara militer Israel yang menargetkan kawasan pemerintahan di kota Isfahan memicu kerusakan pada sejumlah bangunan bersejarah, termasuk Istana Chehel Sotoun yang telah berdiri sejak abad ke-17. Gelombang ledakan dari serangan tersebut merusak bagian struktur dan ornamen istana yang menjadi salah satu simbol arsitektur Persia era Safavid.
Bangunan yang telah berusia lebih dari tiga abad itu terdampak setelah serangan udara yang menyasar kantor gubernur di pusat kota. Ledakan kuat di sekitar kompleks pemerintahan menyebabkan sejumlah elemen bangunan di kawasan bersejarah ikut rusak.
Wakil Bidang Warisan Budaya Provinsi Isfahan, Rouhollah Seyyed al-Asgari, mengonfirmasi bahwa beberapa bangunan bersejarah mengalami kerusakan akibat serangan tersebut.
“Beberapa bangunan bersejarah di kota ini mengalami kerusakan akibat serangan Israel,” ujarnya seperti dikutip Iranwire News, Senin (16/3/2026).
Sejumlah Bangunan Bersejarah Terdampak
Selain Istana Chehel Sotoun, kerusakan juga dilaporkan terjadi pada beberapa bangunan lain di sekitar kompleks pemerintahan. Di antaranya Rumah Besar Rakib Khaneh, Aula Timurid, serta Aula Ashraf yang terhubung dengan kompleks administrasi provinsi.
Sementara itu, jendela-jendela di Istana Ali Qapu dilaporkan hancur akibat kuatnya gelombang ledakan yang mengguncang kawasan tersebut.
Serangan ini menimbulkan kekhawatiran baru terhadap keselamatan warisan budaya dunia yang berada di kota Isfahan, salah satu pusat sejarah dan arsitektur penting di Iran.
Interior Istana Rusak
Laporan awal menyebut struktur utama Istana Chehel Sotoun masih berdiri, namun sejumlah bagian interior mengalami kerusakan signifikan.
Video yang beredar menunjukkan beberapa jendela kaca istana hancur akibat ledakan. Selain itu, ornamen khatam yang menghiasi dinding dan langit-langit muqarnas berkubah juga dilaporkan rusak.
Gelombang ledakan bahkan menyebabkan retakan pada mural bergaya miniatur Persia yang selama ini menjadi daya tarik utama bangunan tersebut.
Kawasan Ditutup Aparat
Pasca serangan, kawasan distrik bersejarah di sekitar kompleks istana langsung ditutup oleh aparat keamanan. Jalan menuju area tersebut diblokir dan warga sipil dilarang mendekat.
Langkah ini dilakukan untuk mengamankan lokasi sekaligus melakukan penilaian kerusakan terhadap bangunan bersejarah di kawasan itu.
Warisan Dunia UNESCO
Istana Chehel Sotoun merupakan salah satu ikon sejarah Iran yang masuk dalam daftar Warisan Dunia UNESCO sejak 2011. Situs ini menjadi bagian dari sembilan taman bersejarah yang membentuk kompleks Taman Persia.
Istana tersebut dibangun pada masa pemerintahan Shah Abbas the Great dari Dinasti Safavid dan diselesaikan oleh penerusnya, Shah Abbas II pada tahun 1647.
Nama “Chehel Sotoun” yang berarti “empat puluh kolom” berasal dari pantulan 20 pilar kayu istana pada kolam besar di bagian depan bangunan, sehingga tampak seperti berjumlah empat puluh.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menegaskan bahwa istana tersebut memiliki nilai sejarah yang sangat penting, bukan hanya bagi Iran tetapi juga bagi dunia.
“Karya agung Safawi ini bukan hanya bagian dari warisan budaya dan peradaban Iran, tetapi juga harta karun budaya milik seluruh umat manusia,” ujarnya.(R-04)

