Serie A Italia
Bencana di Mapei! Jay Idzes Disorot Tajam Usai Sassuolo Tumbang 0-1
Bek Timnas Indonesia, Jay Idzes, menuai kritikan dari media Italia usai Sassuolo kalah dari Bologna. (AFP)
Laga baru berjalan enam menit laga, namun suasana Mapei Stadium langsung terasa dingin buat Sassuolo. Bologna datang tanpa banyak basa-basi. Satu gol cepat langsung menampar tuan rumah. Jay Idzes dkk pun tumbang 0-1 pada Minggu, 15 Maret 2026 malam WIB.
Kekalahan ini bukan sekadar hasil buruk. Ini seperti alarm keras yang berbunyi tepat di telinga Sassuolo. Saat tim lain sibuk menjaga posisi, Neroverdi malah terpeleset dua kali beruntun. Situasi makin panas karena jarak di klasemen makin tipis.
Sassuolo turun dengan niat membalas luka dari pekan sebelumnya. Bologna juga datang dengan beban yang sama. Namun tim tamu terlihat lebih siap sejak peluit awal. Mereka langsung menekan dan membuat pertahanan tuan rumah goyah sejak menit-menit pertama.
Jay Idzes kembali dipercaya sebagai starter di jantung pertahanan Sassuolo. Bek Timnas Indonesia itu bermain penuh selama 90 menit. Ia berusaha menjaga lini belakang tetap kokoh. Namun satu momen di awal laga berubah jadi noda yang terus dibicarakan setelah pertandingan selesai.
Gol tunggal Bologna lahir cepat dan terasa kejam. Prosesnya berawal dari situasi liar di depan kotak penalti. Jens Odgaard lebih dulu melepaskan tembakan keras. Bola mengenai pemain Sassuolo lalu memantul ke udara. Bola jatuh ke area berbahaya dan di sana Thijs Dallinga bergerak cepat.
Dallinga menguasai bola dengan tenang. Ia sedang dalam penjagaan Jay Idzes. Penyerang asal Belanda itu mengontrol bola sekali, memutar badan, lalu melepas tendangan voli yang meluncur tajam ke gawang. Gol itu mengubah arah pertandingan dan membuat Bologna unggul 1-0 saat laga baru berusia enam menit.
Sassuolo seperti tersentak. Mereka mulai mencoba merespons. Tekanan perlahan naik. Intensitas serangan juga bertambah. Namun Bologna sudah lebih dulu menemukan ritme dan memilih bermain rapi sambil menunggu celah serangan balik.
Tuan rumah sebenarnya tidak tampil pasif. Mereka berusaha mengalirkan bola dari belakang ke tengah lalu ke sisi sayap. Beberapa kali usaha itu tampak menjanjikan. Namun penyelesaian akhir terasa tumpul. Bologna juga disiplin menutup ruang dan membuat Sassuolo sulit bernapas lega di area berbahaya.
Gol Cepat Mengubah Segalanya
Laga ini seperti pelajaran singkat tentang betapa mahalnya fokus pada menit-menit awal. Sassuolo belum sempat benar-benar menata permainan. Bologna sudah lebih dulu menancapkan kuku. Gol cepat Dallinga membuat tim tamu punya pegangan kuat hingga akhir pertandingan.
Setelah tertinggal, Sassuolo memang sempat lebih hidup. Mereka mendorong garis permainan lebih tinggi. Bola lebih sering berada di kaki mereka. Sayangnya, dominasi itu tidak berubah jadi gol. Serangan datang silih berganti, namun semuanya seperti mentok di tembok.
Bologna justru terlihat nyaman dengan situasi itu. Mereka tidak perlu terburu-buru. Mereka cukup menjaga bentuk permainan, memotong aliran bola, lalu memaksa Sassuolo frustrasi. Di laga seperti ini, satu gol kadang terasa seperti tiga gol.
Jay Idzes tetap mencatat kontribusi bertahan yang cukup baik sepanjang laga. Ia membuat dua tekel sukses, tiga sapuan, dan dua blok tembakan. Catatan itu menunjukkan ia tetap bekerja keras di lini belakang. Namun sorotan tetap mengarah pada momen gol Dallinga yang dianggap terlalu mudah terjadi.
Media lokal Italia, Tutto Sassuolo, memberi nilai 5 untuk penampilan Idzes. Penilaian itu terbilang keras. Sorotan utamanya tertuju pada ruang yang muncul saat Dallinga menerima bola dan memutar badan sebelum menembak.
“Jay lalai memberikan terlalu banyak ruang kepada Dallinga,” tulis media itu dalam ulasannya. Kalimat tersebut langsung menyebar dan ikut membentuk perbincangan usai laga. Di sisi lain, laporan yang sama juga mencatat Idzes sempat membuat beberapa blok penting selama pertandingan.
Penilaian semacam ini memang akrab dalam sepak bola Italia. Detail kecil bisa dibedah habis. Satu langkah terlambat bisa jadi bahan kritik panjang. Bek hidup di wilayah paling kejam. Saat tampil bersih, pujian datang seperlunya. Saat satu celah muncul, sorotan langsung menempel.
Sassuolo Kian Tertekan
Kekalahan dari Bologna membuat Sassuolo kehilangan pijakan di papan tengah. Mereka kini mengoleksi 38 poin dari 29 pertandingan. Posisi mereka juga mulai goyah karena tim-tim di bawah terus mendekat. Situasi ini membuat setiap laga berikutnya terasa seperti ujian baru.
Bologna justru pulang dengan senyum lebar. Tambahan tiga poin membawa mereka ke posisi kedelapan dengan 42 angka. Kemenangan tipis ini terasa penting karena datang di markas lawan dan diraih lewat permainan yang efektif. Mereka tidak terlalu ramai, namun tepat sasaran.
Untuk Jay Idzes, pertandingan ini jadi paket lengkap yang pahit. Ia tampil penuh, tetap aktif dalam duel bertahan, namun tetap terseret dalam kritik. Begitulah nasib bek tengah. Satu momen bisa menutupi kerja keras selama 90 menit. Apalagi saat momen itu berujung gol penentu kekalahan.
Sejak bergabung dari Venezia pada musim panas 2025, Idzes memang jadi pemain inti di lini belakang Sassuolo. Musim ini ia sudah tampil dalam 29 laga Serie A dan nyaris selalu jadi starter. Posisi itu menunjukkan kepercayaan besar dari tim pelatih. Namun kepercayaan itu juga datang bersama tuntutan yang tidak kecil. R-02

