Efek Selat Hormuz Memanas: Saham AS Anjlok, Pemerintah AS Lepas 172 Juta Barel Minyak
Ilustrasi pasar saham AS anjlok setelah setelah lonjakan harga minyak. Foto : AI
SABANGMERAUKE NEWS, New York - Pasar saham Amerika Serikat terguncang setelah lonjakan tajam harga minyak dunia memicu kepanikan investor. Indeks-indeks utama di Wall Street kompak ditutup anjlok pada perdagangan Kamis waktu setempat, menyusul kekhawatiran dampak geopolitik terhadap ekonomi global.
Data perdagangan di New York Stock Exchange menunjukkan tekanan besar pada hampir seluruh sektor. Dow Jones Industrial Average merosot 1,56 persen ke posisi 46.677,85.
Sementara itu, S&P 500 turun 1,52 persen menjadi 6.672,62 dan Nasdaq Composite jatuh lebih dalam yakni 1,78 persen ke level 22.311,98.
Lonjakan Minyak Picu Kepanikan Pasar
Tekanan pasar dipicu oleh melonjaknya harga minyak mentah dunia setelah ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman April melonjak hingga 9,72 persen ke level 95,73 dolar AS per barel.
Lonjakan tersebut dipicu pernyataan pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, yang menegaskan penutupan Selat Hormuz akan terus dilakukan sebagai langkah menekan musuh.
Selat Hormuz dikenal sebagai jalur distribusi minyak paling strategis di dunia. Setiap gangguan pada jalur ini berpotensi langsung mengguncang pasar energi dan memicu ketidakpastian ekonomi global.
Pemerintah AS Turun Tangan
Merespons lonjakan harga energi, pemerintah Amerika Serikat mengambil langkah cepat. Menteri Energi Chris Wright mengumumkan rencana pelepasan 172 juta barel minyak dari Strategic Petroleum Reserve.
Langkah ini ditujukan untuk meredam tekanan harga energi dan menenangkan pasar. Pelepasan cadangan minyak strategis tersebut diperkirakan berlangsung selama sekitar 120 hari.
Sektor Industri Paling Terpukul
Dari 11 sektor utama dalam indeks S&P 500, delapan sektor berakhir di zona merah. Penurunan dipimpin sektor industri yang jatuh 2,52 persen serta sektor barang konsumen nonesensial yang turun 2,21 persen.
Sebaliknya, sektor energi justru mencatat kenaikan 0,98 persen dan sektor utilitas naik 0,73 persen seiring kenaikan harga energi global.
Dampak ke Perusahaan Global
Gejolak pasar juga menyeret sejumlah saham perusahaan besar. Saham Honda Motor anjlok lebih dari 5 persen setelah perusahaan memperingatkan potensi kerugian hingga 2,5 triliun yen akibat evaluasi ulang strategi kendaraan listriknya.
Di sisi lain, saham Petco Health & Wellness melonjak hampir 35 persen setelah laporan kinerja perusahaan dirilis.
Sementara saham Dollar General turun 6,14 persen dan saham Adobe melemah 1,43 persen menjelang pengumuman laporan keuangan setelah penutupan pasar.
Gejolak di Wall Street ini menunjukkan bagaimana ketegangan geopolitik dan lonjakan harga energi masih menjadi faktor utama yang mampu mengguncang stabilitas pasar keuangan global.(R-03)

