15 Hektare Lahan di Kampar Hangus, Petugas Berjibaku Lawan Bara Gambut
Petugas berjuang memadamkan api di lahan gambut di Rimbo Panjang, Kampar, Kamis, 12 Maret 2026. Selama 4 hari sudah 15 Ha lahan gambut terbakar. (ist)
SABANGMERAUKE NEWS, Kampar - Kebakaran hutan dan lahan di Desa Rimbo Panjang, Kampar, belum juga padam. Memasuki hari keempat, api masih terus menjilat kawasan Jalan Niaga. Lahan gambut yang mengering menjadi santapan empuk bagi si jago merah. Situasi di lokasi kejadian semakin mencekam bagi petugas yang berjaga.
Data sementara mencatat sekitar 15 hektare lahan hangus terbakar. Dominasi semak belukar, pakis, dan alang-alang membuat api kian buas. Hembusan angin kencang memperparah kondisi kobaran api di lapangan. Petugas harus bekerja ekstra keras setiap hari dari pagi hingga sore.
Koordinator Teknis Dalkarhut, Edwin Putra, mengakui sulitnya proses pemadaman lahan saat ini. "Air harus disuplai ke bak penampungan sebelum disemprotkan ke titik api," ujar Edwin. Keterbatasan sumber air bersih menjadi kendala utama tim di lokasi. Kondisi ini membuat strategi pemadaman harus diatur dengan sangat hati-hati.
Selain itu, tantangan terberat adalah api yang merambat di bawah permukaan tanah. Kondisi gambut yang dalam membuat bara api sulit dideteksi dengan kasatmata. Petugas harus memastikan setiap jengkal lahan benar-benar dingin dan bebas bara. Seluruh tim gabungan terus bersiaga penuh untuk mencegah api meluas kembali.
Tim gabungan terdiri dari Manggala Agni, Polri, TNI, serta BPBD. Hingga hari keempat, baru sekitar satu hektare lahan yang berhasil dijinakkan. Luasnya area yang terbakar membuat pemadaman berjalan lambat dan sangat melelahkan. Angin berhembus 11 kilometer per jam semakin menambah beban kerja lapangan.
Sumber air hanya mengandalkan kanal dengan kedalaman 70 sentimeter saja. Lebar kanal yang sempit membuat suplai air sangat terbatas saat dibutuhkan. Strategi pemadaman dilakukan melalui dua jalur utama menggunakan mesin pompa. Pompa mini strike juga dikerahkan guna mempercepat aliran air ke titik api.
Operasi pemadaman dilakukan sejak pukul 08.45 hingga 17.25 WIB setiap harinya. Peralatan berat seperti mobil Strada dan mesin pompa terus digenjot kemampuannya. Puluhan selang hisap terbentang menembus semak belukar yang masih terbakar. Semua peralatan dioptimalkan demi menuntaskan tugas besar di lahan gambut ini.
Petugas terus melakukan pemadaman lanjutan agar api tidak merambat lagi. Bara api di lapisan gambut dalam harus dipastikan benar-benar padam total. Keamanan warga sekitar menjadi perhatian utama seluruh tim gabungan di lokasi. Semoga hujan segera turun membantu proses pendinginan lahan yang masih membara.
Masyarakat diimbau tidak membakar lahan sembarangan selama musim kering ini. Bahaya kabut asap mengintai jika kebakaran tidak segera ditangani secara tuntas. Kerjasama semua pihak sangat diharapkan demi menjaga kelestarian hutan kita. Mari kita berdoa agar kebakaran ini segera berakhir tanpa ada korban jiwa.R-02

