Dana Asing Kabur Ratusan Miliar, IHSG Berpotensi Terus Tertekan?
Pembukaan perdagangan IHSG pada Kamis, 12 Maret 2026. (ist)
SABANGMERAUKE NEWS, Jakarta - Pasar saham Indonesia pagi ini sungguh sangat dramatis bagi para investor lokal. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat mencoba tampil cantik di zona hijau. Pembukaan perdagangan tadi mencatat kenaikan tipis sebesar 0,13 persen ke level 7.398,85. Optimisme sesaat itu langsung sirna saat indeks berbalik arah menuju zona merah. IHSG kemudian meluncur turun hingga ke level 7.359 saat sesi pagi berlangsung.
Suasana perdagangan pagi ini benar-benar membuat detak jantung investor berpacu lebih kencang. Bayangkan saja, indeks sempat berfluktuasi cepat antara penguatan dan pelemahan dalam hitungan menit. Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan volume perdagangan mencapai angka 4,33 miliar saham. Nilai transaksi pun sudah menyentuh angka fantastis di kisaran Rp1,9 triliun pagi tadi. Ini bukti nyata betapa gugupnya pasar merespons sentimen global yang sedang tidak menentu.
"Pelaku pasar cenderung mengadopsi strategi trading jangka pendek," jelas analis BRI Danareksa Sekuritas.
Sentimen global memang menjadi beban berat bagi langkah kaki indeks kita hari ini. Konflik yang memanas antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran menjadi penyebab utama. Investor asing pun tampak panik dan melakukan aksi jual bersih senilai Rp730 miliar. Tidak heran jika banyak saham emiten yang akhirnya terpaksa memerah di layar monitor. Total 385 saham emiten terpantau mengalami pelemahan harga saat sesi perdagangan pagi.
Hanya ada sekitar 170 saham yang sanggup bertahan kuat di zona hijau. Sementara itu, 154 saham lainnya memilih untuk stagnan tanpa pergerakan harga berarti. Saham perbankan yang biasanya menjadi jagoan kini juga harus berjuang keras. Saham berkapitalisasi besar seperti BBCA, BBRI, dan BMRI sempat memberikan perlawanan tipis. Namun, tekanan jual yang terlalu masif membuat indeks sulit untuk kembali bangkit.
Sektor energi dan pertambangan pun terkena imbas dari ketegangan geopolitik dunia saat ini. Harga minyak dunia yang kembali merangkak naik membuat inflasi jadi bayangan menakutkan. Badan Energi Internasional berencana melepas 400 juta barel minyak ke pasar global nanti. Langkah ini dilakukan sebagai upaya darurat guna meredam dampak perang yang meluas. Sayangnya, pasar saham kita justru merespons berita tersebut dengan sikap yang cukup dingin.
Secara teknikal, pergerakan IHSG saat ini memang masih berada di bawah tekanan. Banyak indikator teknikal seperti Stochastic RSI dan MACD cenderung menunjukkan tren melemah. Level support saat ini berada di kisaran 7.300 hingga 7.350 untuk pengujian indeks. Investor disarankan agar tidak gegabah mengambil keputusan besar di tengah badai ini. Pastikan dana yang digunakan merupakan uang dingin agar Anda bisa tidur dengan nyenyak.
Bagi investor yang masih nekat mencari cuan, beberapa saham bisa jadi pilihan. Saham seperti ULTJ, UNVR, dan SCMA masuk dalam daftar pantauan banyak analis. Ada juga pilihan saham lain seperti GOTO, ADRO, hingga KLBF yang menarik dicermati. Jangan lupa pasang stop loss yang ketat jika harga tidak sesuai prediksi. Menjaga modal adalah aturan nomor satu dalam dunia saham yang bergejolak seperti sekarang.
Kondisi geopolitik yang masih panas kemungkinan besar akan terus membayangi pasar domestik. Mendekati libur panjang Lebaran, biasanya aktivitas pasar akan menjadi jauh lebih sepi. Banyak investor memilih untuk mencairkan aset dan libur dari aktivitas perdagangan saham. Hal ini tentu akan menambah tekanan bagi likuiditas indeks dalam beberapa hari ke depan. Tetaplah bijak dalam mengatur portofolio investasi Anda di situasi pasar yang sulit. R-02
BERITA TERKAIT :
-
Hari Ginjal Sedunia
Fakta Mengerikan: Gagal Ginjal Kini Menyerang Generasi Z!
-
Prakiraan Cuaca
Riau Diselimuti Kabut Tebal Hari Ini, Benarkah Berbahaya?

