Kabar Gembira dari Trump! Rupiah Menguat Tajam dan IHSG Balik Hijau, Pasar Mulai Tenang
SABANGMERAUKE NEWS, Jakarta - Lantai bursa hari ini benar-benar menyajikan roller coaster emosi bagi para investor di tanah air. Setelah kemarin sempat dibuat jantungan dengan kejatuhan IHSG yang cukup dalam, hari ini pasar modal menunjukkan taringnya kembali. Indeks Harga Saham Gabungan berhasil mencatatkan kenaikan impresif sebesar 1,41% atau bertambah 103 poin, menutup sesi perdagangan di level 7.440,91.
Perjalanan IHSG hari ini tidaklah mudah karena sempat menyentuh level tertinggi di angka 7.500 sebelum akhirnya sedikit memangkas penguatan saat penutupan sesi kedua. Sebanyak 534 saham sukses parkir di zona hijau, sementara 190 lainnya harus rela memerah dan 93 saham sisanya memilih diam di tempat. Nilai transaksi pun cukup fantastis, yakni menembus Rp 19,16 triliun dengan frekuensi transaksi mencapai 2,03 juta kali sepanjang hari.
Keberhasilan IHSG kembali ke zona nyaman ini tentu tidak datang dengan sendirinya, melainkan didorong oleh performa sektor energi dan barang baku yang tampil sebagai bintang lapangan. Di sisi lain, sektor infrastruktur serta teknologi justru gagal ikut berpesta dan terpaksa mencatatkan koreksi di tengah sentimen pasar yang sedang berubah cepat. Beberapa emiten raksasa seperti DSSA, BRMS, BBCA, BMRI, dan BYAN menjadi lokomotif utama yang menarik gerbong indeks ke arah positif.
Tidak ketinggalan, mata uang kebanggaan, Rupiah, ikut menunjukkan taji dengan menguat signifikan terhadap dolar Amerika Serikat. Rupiah berhasil melesat 86 poin atau terapresiasi sekitar 0,51% ke posisi 16.863 per dolar AS. Pergerakan kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) juga senada, memperkuat posisi di level 16.879 per dolar AS dari penutupan sebelumnya.
Trump Berbicara, Pasar pun Bahagia
Perubahan arah angin di pasar keuangan global tidak lepas dari komentar segar Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Ia secara terbuka menyampaikan pandangannya mengenai konflik yang melibatkan Iran, yang menurutnya sudah mendekati titik penyelesaian. Pernyataan ini menjadi oase di tengah gurun kekhawatiran investor yang sebelumnya takut akan terganggunya pasokan energi dunia melalui Selat Hormuz.
Ketegangan di Timur Tengah memang sempat membuat harga minyak dunia melonjak gila-gilaan, bahkan sempat menyentuh US$ 119 per barel bagi Brent pada sesi perdagangan sebelumnya. Namun, narasi baru yang dibawa Trump, termasuk kemungkinan pengurangan sanksi terhadap Rusia, sukses mendinginkan suasana. Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyebutkan bahwa dinamika geopolitik ini memang menjadi penggerak utama pasar belakangan ini.
Sejalan dengan pandangan tersebut, Research and Development ICDX, Muhammad Amru Syifa, menuturkan bahwa pernyataan Trump berhasil meredam kepanikan di pasar modal. "Pernyataan tersebut membantu meredakan sebagian kekhawatiran investor terhadap potensi konflik berkepanjangan yang sebelumnya dikhawatirkan dapat mengganggu pasokan energi global serta menekan prospek pertumbuhan ekonomi dunia," ujar Amru. Penguatan rupiah sendiri terjadi karena adanya koreksi pada indeks dolar AS, yang memberikan napas bagi mata uang regional untuk kembali bernapas lega.
Meskipun Trump sendiri sempat mengaku kecewa dengan naiknya Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru Iran pasca gugurnya sang ayah, pasar memilih untuk fokus pada sinyal deeskalasi. Keraguan dunia internasional akan sosok Mojtaba yang dekat dengan Garda Revolusi sempat menciptakan ketakutan akan perang yang lebih luas. Namun, sejauh ini pasar modal dan valas Indonesia lebih memilih untuk merespons positif narasi "perang akan segera berakhir" yang dilontarkan oleh Gedung Putih.
Ke depannya, volatilitas diprediksi masih akan mewarnai pasar modal dan pasar uang mengingat situasi di Timur Tengah yang sangat dinamis. Para pelaku pasar tentu akan terus memantau setiap perkembangan kebijakan internasional yang keluar dari mulut pemimpin negara-negara besar. Untuk saat ini, para investor boleh sedikit bernapas lega setelah melihat IHSG dan Rupiah sukses melewati masa-masa sulit dengan hasil yang cukup memuaskan pada Selasa ini. R-02

