Plt Gubernur Riau SF Hariyanto Buka Tradisi Petang Belimau, Momentum Bersihkan Hati Sambut Ramadan
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto secara resmi membuka agenda Petang Belimau Kota Pekanbaru pada Rabu (18/2/2026) sore. Foto: Istimewa
SABANGMERAUKE NEWS - Suasana tepian Sungai Siak di kawasan Rumah Tuan Kadi, Kecamatan Senapelan, Kota Pekanbaru, dipenuhi semangat kebersamaan ketika tradisi Petang Belimau kembali digelar menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Tradisi yang sarat nilai budaya dan spiritual ini tidak hanya menjadi agenda tahunan masyarakat, tetapi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi serta menyucikan hati sebelum memasuki bulan penuh berkah.
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto secara resmi membuka agenda Petang Belimau Kota Pekanbaru pada Rabu (18/2/2026) sore. Kegiatan tersebut dipusatkan di tepian Sungai Siak tepatnya di kawasan Rumah Tuan Kadi, salah satu kawasan bersejarah di Kota Pekanbaru yang selama ini dikenal sebagai pusat kegiatan budaya masyarakat Melayu.

Acara tersebut turut dihadiri Walikota Pekanbaru Agung Nugroho, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Pekanbaru, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta ribuan warga yang memadati lokasi acara. Kehadiran masyarakat dari berbagai kalangan menciptakan suasana hangat yang menggambarkan kuatnya ikatan sosial dalam tradisi ini.
Dalam sambutannya, Plt Gubernur Riau menyampaikan rasa syukur karena masyarakat masih diberi kesempatan untuk kembali menyambut bulan suci Ramadan. Ia menilai momentum Petang Belimau menjadi salah satu cara masyarakat mengungkapkan rasa syukur atas nikmat umur panjang, kesehatan, dan kebahagiaan yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Menurutnya, kebersamaan yang tercipta dalam tradisi ini menjadi simbol kuat bahwa masyarakat Riau senantiasa menjaga nilai-nilai budaya sekaligus memperkuat hubungan sosial. Menjelang Ramadan, masyarakat tidak hanya mempersiapkan diri secara fisik, tetapi juga mempersiapkan hati agar lebih bersih dan lapang.

Plt Gubri juga menegaskan bahwa Petang Belimau merupakan salah satu warisan budaya Melayu Riau yang memiliki makna mendalam. Tradisi ini menjadi bagian dari identitas masyarakat yang telah diwariskan secara turun-temurun dan tetap lestari hingga kini.
Ia menjelaskan bahwa Petang Belimau bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan bentuk ungkapan syukur sekaligus doa agar umat Islam dapat menjalani ibadah puasa dengan hati yang bersih dan penuh keikhlasan. Tradisi ini juga mencerminkan nilai-nilai kebersamaan yang menjadi kekuatan masyarakat Melayu.

Selain itu, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk saling berinteraksi dan mempererat silaturahmi. Dalam suasana kebersamaan ini, masyarakat dapat berkumpul, berbincang, serta saling memaafkan sebelum memasuki bulan Ramadan.
Plt Gubri menyampaikan bahwa momen seperti inilah yang membuat sekat-sekat perbedaan menjadi mencair. Kesalahan dan kekhilafan yang mungkin terjadi sepanjang tahun diharapkan dapat dilebur melalui semangat saling memaafkan.

Ia menilai bahwa menyambut Ramadan tidak hanya menjadi tanggung jawab pribadi, tetapi juga tanggung jawab sosial. Oleh karena itu, masyarakat diajak untuk membangun suasana yang harmonis dan penuh kedamaian.

Ramadan, lanjutnya, merupakan madrasah ruhani yang mengajarkan banyak hal tentang pengendalian diri, kesabaran, dan peningkatan kualitas iman. Melalui bulan suci ini, umat Islam diharapkan mampu memperbaiki akhlak dan memperkuat hubungan dengan sesama.
Tradisi Petang Belimau juga menjadi salah satu contoh bagaimana budaya lokal dapat berjalan seiring dengan nilai-nilai keagamaan. Perpaduan antara tradisi dan spiritualitas ini menjadikan kegiatan tersebut memiliki makna yang lebih mendalam bagi masyarakat.

Di sisi lain, kegiatan ini juga memiliki potensi besar dalam memperkuat identitas budaya daerah serta mendorong pariwisata budaya di Kota Pekanbaru. Banyak masyarakat yang datang tidak hanya untuk mengikuti tradisi, tetapi juga untuk menyaksikan kekayaan budaya Melayu yang masih terjaga.
Pemerintah daerah pun terus mendorong agar kegiatan-kegiatan budaya seperti Petang Belimau dapat terus dilestarikan. Tradisi ini dianggap sebagai bagian penting dari upaya menjaga nilai-nilai kearifan lokal di tengah perkembangan zaman.

Dalam kesempatan tersebut, Plt Gubernur juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga ketertiban dan memperkuat toleransi selama bulan Ramadan. Ia berharap bulan suci ini menjadi momentum untuk menghadirkan kedamaian di tengah kehidupan bermasyarakat.
Mengakhiri sambutannya, ia menyampaikan harapan agar Ramadan tahun ini membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Riau. Ia juga mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah, dengan doa agar setiap amal ibadah diterima dan membawa kebaikan bagi semua. (galeri foto Pemprov Riau)

