Target Baru AS-Israel: Serang 5 Pangkalan Minyak Iran, Picu Kebakaran Besar
Amerika Serikat (AS )dan Israel menyerang target baru, yaitu sejumlah fasilitas minyak di sekitar Ibu Kota Teheran, Sabtu (7/3/2026) malam hingga Minggu (8/3/2026). Foto : Istimewa
SABANGMERAUKE NEWS, Teheran - Amerika Serikat (AS )dan Israel menyerang target baru, yaitu sejumlah fasilitas minyak di sekitar Ibu Kota Teheran, Sabtu (7/3/2026) malam hingga Minggu (8/3/2026).
Serangan pertama di infrastruktur energi Iran ini menewaskan empat orang dan memicu kebakaran besar yang menyelimuti kota dengan asap tebal.
CEO Perusahaan Distribusi Produk Minyak Nasional Iran, Keramat Veyskarami, mengatakan bahwa empat depot minyak serta pusat transportasi produk minyak bumi di Teheran dan Provinsi Alborz menjadi sasaran serangan udara.
"Semalam, empat depot minyak dan pusat transportasi produk minyak bumi di Teheran dan Alborz diserang oleh pesawat musuh," kata Veyskarami kepada televisi pemerintah, dikutip dari kantor berita AFP.
Ia turut menyebutkan bahwa empat orang tewas dalam insiden tersebut, termasuk dua sopir truk tangki minyak.
Kebakaran yang terjadi semalaman menyebabkan asap tebal menyelimuti Teheran saat pagi hari. Warga melaporkan bau terbakar masih tercium di berbagai wilayah kota.
Meski demikian, Veyskarami menegaskan bahwa pasokan bahan bakar tetap aman. Ia mengatakan, depot minyak Iran memiliki cadangan BBM yang cukup.
Kementerian Perminyakan Iran juga mengonfirmasi bahwa sejumlah depot penyimpanan minyak di Provinsi Teheran dan Alborz menjadi target serangan.
Dalih Israel
Sementara itu, militer Israel mengakui menyerang beberapa kompleks gudang BBM dan energi di Teheran.
Israel berdalih fasilitas tersebut digunakan oleh angkatan bersenjata Iran.
Militer Israel menyebut operasi ini serangan signifikan yang bertujuan menghancurkan infrastruktur militer pemerintah Iran.
Kilang minyak utama Teheran berada di dekat salah satu gudang yang diserang, tepatnya di distrik Shahr Rey di selatan kota.
Rekaman video yang beredar di media sosial dan diverifikasi oleh New York Times menunjukkan kobaran api besar menerangi langit dari area yang tampak sebagai depot minyak.
Ledakan besar pada Sabtu malam juga mengguncang warga Teheran.
Peristiwa itu terjadi setelah serangan Israel pada Sabtu pagi yang menargetkan Bandara Mehrabad, pusat perjalanan domestik tersibuk di Iran.
Israel menyatakan, serangan itu menargetkan pesawat yang diparkir di landasan pacu yang mereka sebut digunakan Iran untuk mengirim uang dan senjata kepada kelompok proksinya di kawasan.
Situasi Teheran dan kesaksian warga
Penduduk mengatakan, ledakan di bandara dan depot bahan bakar terasa hingga berkilo-kilometer dari lokasi kejadian dan menyebabkan asap menyebar luas.
“Situasinya semakin memburuk hingga kami merasa tidak ada tempat yang aman, dan bahkan jalan-jalan menuju dan keluar kota pun berbahaya karena target di sekitarnya diserang,” kata Amir, seorang pengusaha yang membawa istri dan dua anaknya meninggalkan Teheran menuju pedesaan, dikutip dari New York Times.
Ia mengatakan, keluarganya mendengar ledakan dari salah satu depot minyak yang berada di dekat pegunungan.
Rekaman lain yang diambil di pinggiran utara Teheran, di jalan raya menuju kawasan Lavasan, juga menunjukkan kebakaran besar di pangkalam minyak lainnya.
Kementerian Perminyakan Iran menyatakan, tim pemadam kebakaran dan layanan darurat sedang bekerja untuk memadamkan api.
Pemerintah Iran juga menegaskan bahwa tidak akan terjadi kekurangan bahan bakar atau energi karena langkah antisipasi telah disiapkan sebelumnya.
Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Iran melancarkan gelombang serangan baru ke Israel sebagai balasan atas serangan tersebut.
Perang Iran bermula setelah pada 28 Februari AS-Israel melancarkan serangan terhadap Teheran yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, dan memicu perang terbuka di Timur Tengah.
Iran kemudian membalas dengan meluncurkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel serta kepentingan Amerika Serikat di berbagai wilayah di kawasan tersebut.(R-04)

