25 Tahun Penantian Berakhir: Kolaborasi Pemda dan PT ITA Bangun Harapan Baru di Batang Malas
Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, hadir langsung bersama manajemen PT Imbang Tata Alam (PT ITA) untuk meresmikan peningkatan jalan Desa Batang Malas. Foto: SM News
SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Suasana Desa Batang Malas, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Rabu pagi, 4 Maret 2026 terasa berbeda. Di bawah langit yang cerah, warga berkumpul di sisi jalan yang selama puluhan tahun menjadi saksi perjuangan mereka. Hari itu bukan sekadar seremoni, melainkan penanda perubahan yang lama dinanti.
Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, hadir langsung bersama manajemen PT Imbang Tata Alam (PT ITA) untuk meresmikan peningkatan jalan Desa Batang Malas. Di sampingnya tampak Deputi Area Manager PT ITA, Hadi Purnawan, CSR Coordinator EMP Arip Hidayatuloh beserta tim. Turut hadir Camat Tebing Tinggi Barat Muhammad Nazir, para kepala OPD terkait, kepala bagian di Sekretariat Daerah, kepala desa, serta sejumlah tokoh masyarakat.
Di hadapan warga, peresmian itu menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha dalam mempercepat pembangunan infrastruktur yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Jalan yang diresmikan merupakan bagian dari Program Percepatan Pembangunan Daerah melalui peningkatan jalan Desa Batang Malas. Proyek ini dibangun sepanjang 1.840 meter dengan lebar 4 meter, menelan anggaran sebesar Rp 2.897.000.512. Pengerjaannya dilakukan selama 60 hari, terhitung sejak 27 Desember 2025 hingga 24 Februari 2026.
Tahapan pelaksanaan dimulai dari land clearing atau pembersihan badan dan bahu jalan, dilanjutkan dengan penggalian parit di sisi kiri dan kanan. Struktur jalan diperkuat dengan pemasangan uyung dan geotextile sebagai dasar, kemudian dilakukan penimbunan menggunakan sand gravel dengan ketebalan 30 sentimeter. Setiap tahapan dirancang untuk memastikan jalan tersebut tidak sekadar bagus di awal, tetapi kokoh untuk jangka panjang.
Jalan ini bukan sekadar akses penghubung. Ia adalah urat nadi yang menghubungkan Desa Tenan ke Desa Batang Malas di Kecamatan Tebing Tinggi Barat. Membentang lebih kurang 15 kilometer, ruas ini selama bertahun-tahun berada dalam kondisi rusak parah. Lubang, genangan air, dan badan jalan yang sempit menjadi pemandangan sehari-hari. Bagi warga, melintas di atasnya bukan hanya soal perjalanan, tetapi soal keberanian dan kesabaran.
Sejarahnya panjang. Jalan ini merupakan peninggalan era Pemerintah Daerah Bengkalis pada tahun 1999, dengan lebar hanya sekitar 2,5 meter. Sejak Kepulauan Meranti resmi berdiri sebagai kabupaten sendiri sekitar 15 tahun silam, infrastruktur ini nyaris tak tersentuh perbaikan signifikan. Waktu seolah berhenti di sini, sementara kebutuhan masyarakat terus tumbuh dan aktivitas ekonomi meningkat, mobilitas bertambah, dan harapan akan akses yang layak semakin besar.
Kini, dengan pelebaran dan peningkatan kualitas jalan, warga mulai merasakan perubahan nyata. Perjalanan menjadi lebih aman, distribusi hasil kebun dan kebutuhan pokok lebih lancar, serta akses menuju pusat kecamatan semakin mudah.
Peresmian ini bukan akhir dari cerita panjang infrastruktur di Tebing Tinggi Barat, melainkan awal dari babak baru. Di atas jalan yang kini lebih lebar dan kokoh, terhampar harapan masyarakat agar pembangunan tidak lagi berjalan tertatih, tetapi melaju seiring dengan semangat kemajuan Kabupaten Kepulauan Meranti.
Di sela-sela peresmian jalan yang disambut antusias warga, Deputi Area Manager PT ITA, Hadi Purnawan, berdiri dengan nada penuh optimisme. Baginya, pembangunan jalan dari Desa Batang Malas menuju Desa Tenan bukan sekadar proyek konstruksi, tetapi cerminan nyata sinergi antara perusahaan dan pemerintah daerah melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
Hadi menjelaskan, proyek tersebut dikerjakan oleh kontraktor PT Malaka Group dengan panjang 1.840 meter dan lebar 4 meter. Selama dua bulan, sejak 25 Desember 2025 hingga inspeksi akhir pada 24 Februari 2026, proses pembangunan dilakukan secara bertahap dan terukur.
“Alhamdulillah, kegiatan ini sudah kita kerjakan selama dua bulan, mulai tanggal 25 Desember sampai kemarin sudah kita lakukan inspeksi di tanggal 24 Februari 2026. Pekerjaan ini dilakukan oleh kontraktor kami, dalam hal ini adalah PT Malaka Group dengan panjang 1.840 meter dan lebar 4 meter,” ujar Hadi.
Baginya, jalan ini harus benar-benar menjadi akses yang memberi dampak nyata bagi masyarakat Desa Batang Malas dan Kabupaten Kepulauan Meranti secara umum. Infrastruktur yang baik, menurutnya, bukan hanya mempermudah mobilitas, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan mempercepat perputaran hasil produksi masyarakat.
Hadi menegaskan, komitmen PT Imbang Tata Alam tidak berhenti pada satu proyek. Perusahaan, kata dia, terus berupaya menjaga sinergi positif dengan pemerintah daerah melalui berbagai program sosial dan pembangunan lainnya. Di antaranya Safari Ramadan di tiga kecamatan serta santunan kepada sekitar 360 anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial perusahaan.
Selain itu, PT ITA juga telah menyelesaikan sejumlah perbaikan infrastruktur di beberapa titik strategis. Mulai dari jalur tembus Mengkikip menuju Tanjung Palas, perbaikan jalan di area Kampung Saku Desa Lukit, Kecamatan Merbau, hingga akses alternatif yang menghubungkan jalur darat dari Pekanbaru menuju Meranti melalui Pulau Padang. Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat konektivitas dan mendukung geliat ekonomi daerah.
Ia pun berharap jalan yang kini berdiri kokoh itu benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Bagi perusahaan, keberadaan infrastruktur yang memadai juga menjadi bagian dari ekosistem pembangunan yang saling menguatkan antara dunia usaha dan pemerintah.
“Kami berharap seluruh kegiatan ini dapat memberi manfaat bagi masyarakat dan menjadi berkah bagi perusahaan, termasuk dalam mendukung peningkatan produksi minyak pada tahun 2026,” tambahnya.
Di balik hamparan jalan yang baru dibangun itu, terselip harapan tentang kolaborasi yang berkelanjutan bahwa pembangunan bukan hanya tentang angka dan meteran, tetapi tentang hubungan saling percaya antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat demi kemajuan Kepulauan Meranti.
Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, menyampaikan apresiasi mendalam atas kontribusi dunia usaha dalam mendukung pembangunan daerah. Baginya, kolaborasi seperti inilah yang menjadi nafas baru di tengah keterbatasan fiskal yang sedang dihadapi pemerintah daerah.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, saya merasa bangga dapat menghadiri peresmian jalan ini. Pembangunan jalan ini merupakan upaya meningkatkan mobilitas masyarakat, memperlancar distribusi logistik, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,” kata Asmar dengan nada penuh optimis.
Ia menegaskan, jalan sepanjang 1,8 kilometer yang kini telah diresmikan bukan sekadar bentangan tanah yang diperkeras. Jalan itu adalah penghubung harapan dan mempercepat akses antar desa dan kecamatan, mempersingkat waktu tempuh, serta meningkatkan keamanan bagi para pengguna jalan. Dengan akses yang lebih baik, ia yakin peluang usaha baru akan tumbuh, roda perekonomian desa akan berputar lebih cepat, dan kesejahteraan masyarakat perlahan meningkat.
Di tengah realitas keuangan daerah yang belum sepenuhnya ideal, Asmar tidak menampik adanya tantangan. Namun baginya, keterbatasan bukan alasan untuk berhenti melangkah.
“Kita mungkin menghadapi tantangan fiskal, tetapi pembangunan tetap berjalan. Kita maksimalkan potensi dan kolaborasi, termasuk melalui dukungan CSR perusahaan,” ujarnya.
Komitmen itu menjadi pesan kuat bahwa pembangunan di Kepulauan Meranti tidak hanya bergantung pada APBD semata, tetapi juga pada semangat kebersamaan antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
Tak lupa, Asmar mengajak seluruh warga untuk menjaga dan merawat jalan yang telah dibangun. Ia berharap infrastruktur tersebut dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang dan tidak kembali rusak akibat kelalaian bersama.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti berencana memperkuat koordinasi dengan PT ITA serta perusahaan-perusahaan lainnya. Fokusnya jelas: memastikan pembangunan infrastruktur prioritas, terutama jalan yang menjadi kebutuhan mendesak masyarakat, dapat direalisasikan secara bertahap dan berkelanjutan.
Di atas jalan yang baru diresmikan itu, bukan hanya kendaraan yang akan melintas. Ada cita-cita tentang daerah yang terus bergerak maju, meski langkahnya ditempa oleh keterbatasan. (R-01)

