Terungkap! Kejar-kejaran Fortuner dan Innova di Rokan Hilir Terkait Penangkapan Pengedar Narkoba, Video di Medsos Dihapus
Mobil Toyota Fortuner diduga milik tersangka narkoba di Rokan Hilir terbalik pada Jumat (27/2/2026) lalu. Foto: Istimewa
SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Aksi saling kejar dua mobil antara Fortuner dan Innova di Dusun Sei Kundur, Desa Pasir Putih Kecamatan Balai Jaya, pada Jumat (27/2/2026) lalu, ternyata terkait pengungkapan kasus narkoba. Video dramatis yang memperlihatkan Fortuner terbalik ke parit, sempat diunggah ke media sosial, namun beberapa waktu kemudian dihapus.
Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Kombes Pol Putu Yudha Prawira menyatakan, berdasarkan laporan masyarakat, tim Ditresnarkoba melakukan penggerebekan di lokasi yang dicurigai sebagai tempat transaksi. Dalam penggerebekan itu, petugas lebih dulu mengamankan tersangka F. Dari tangannya, polisi menyita tiga plastik bening ukuran sedang dan satu plastik kecil berisi sabu. Selain itu, ditemukan pula dua kotak putih yang berisi total 30 paket kecil sabu siap edar.
Putu Yudha menjelaskan, tim enyita satu unit mobil Toyota Fortuner, satu unit telepon genggam, sebuah tas hitam, serta uang tunai sebesar Rp600 ribu yang diduga hasil transaksi.
"Barang bukti sabu yang sudah dikemas dalam paket-paket kecil. Ini mengindikasikan barang tersebut siap untuk diedarkan," kata Kombes PutuPutu dilansir media, Rabu (4/3/2026).
Dalam interogasi awal, F mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari HM. Setiap penjualan satu ons sabu, F memperoleh keuntungan sebesar Rp 14 juta.
Tim lantas bergerak melakukan pengembangan untuk memburu HM. Namun saat hendak diamankan, HM berusaha kabur menggunakan mobilnya.
"Terjadi kejar-kejaran. Kendaraan yang digunakan tersangka terbalik. Setelah itu, HM berhasil kami amankan," jelas Kombes Putu.
Dari tangan HM, polisi menyita satu unit telepon genggam serta dana tunai sebesar Rp56.476.000 yang tersimpan di rekening bank atas nama pihak lain.
HM mengaku memperoleh sabu dari seorang pria berinisial RD yang kini masih dalam penyelidikan. Ia menyebutkan mendapat keuntungan lebih besar, yakni Rp 18 juta untuk setiap penjualan satu ons sabu
Hasil tes urine terhadap F dan HM menunjukkan keduanya positif mengandung methamphetamine, memperkuat dugaan keterlibatan mereka dalam penyalahgunaan sekaligus peredaran narkotika.
"Pengembangan terus dilakukan untuk menelusuri hingga ke atas, memutus mata rantai peredaran narkoba di Riau.
Video Viral Dihapus
Aksi kejar-kejaran antara polisi dan tersangka narkoba itu, sempat heboh di Facebook. Dari video yang berhasil diterima Sabang Merauke News, peristiwa terjadi di Desa Kencana. Dimana lokasi tersebut merupakan pemukiman warga eks transmigrasi.
Warga melihat mobil Toyota Fortuner dikejar Toyota Kijang Innova Reborn, melaju dengan kecepatan tinggi dan beberapa kali berputar di kawasan tersebut.
Aksi kejar-kejaran itu berakhir di Dusun Kencana (Dusun Seikundur), tepatnya di Gang Bukit, Desa Pasir Putih, Kecamatan Balai Jaya. Mobil Toyota Fortuner dilaporkan dalam kondisi terguling di tepi jalan kawasan yang dipenuhi semak.
Informasi mengenai kejadian tersebut turut beredar melalui unggahan akun Facebook atas nama Mxxxxx. Dalam keterangannya, ia menyebut peristiwa itu sebagai aksi kejar-kejaran antara mobil polisi dengan “mahong”.
“Telah terjadi kejar”an mobil polis vc mahong di jalan gang bukit arah Bu dan akhirnya,” tulis akun tersebut.
Istilah “mahong” sendiri kerap digunakan sebagai akronim dari “Mafia Hongkong”, yang di masyarakat identik dengan praktik jual beli mobil tanpa dokumen resmi, termasuk kendaraan hasil penggelapan rental maupun unit sitaan leasing dari debitur bermasalah.
Dalam unggahan lanjutan, akun tersebut juga memperlihatkan mobil Fortuner telah dievakuasi menggunakan mobil derek dan disebut akan dibawa ke Pekanbaru.
Video yang diunggah akun tersebut pun dihapus di hari yang sama. Belum diketahui apa penyebab dihapus.
Di sisi lain, beredar informasi bahwa aksi tersebut berkaitan dengan pengungkapan kasus narkotika. Namun hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan konfirmasi resmi.
Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Pandra Arsyad saat dikonfirmasi pada Jumat (27/2/2026) menyatakan pihaknya masih melakukan pengecekan.
“Informasi ini kami cek dulu atau bisa hubungi Dirresnarkoba,” ujarnya singkat.
Sementara itu, Direktur Reserse Narkoba Polda Riau Kombes Pol Putu Yudha Prawira kala itu belum memberikan keterangan saat dihubungi melalui pesan WhatsApp. (R-02)

