PT ITA Lanjutkan Komitmen Infrastruktur, Jalan Sepanjang 3,3 Km dari Mengkikip-Kampung Balak Diperbaiki
PT Imbang Tata Alam (PT ITA) kembali melanjutkan perbaikan jalan sepanjang 3,3 kilometer dari Desa Mengkikip hingga Kampung Balak. Foto : SM News
SABANGMERAUKE NEWS, Selatpanjang - Debu tipis beterbangan ketika alat berat mulai bergerak menyisir badan jalan dari Kampung Balak, Desa Tanjung Peranap menuju Desa Mengkikip Kecamatan Tebing Tinggi Barat. Di jalur yang selama ini menjadi urat nadi penghubung antarpermukiman itu, suara mesin grader dan vibratory compactor terdengar nyaring, memecah sunyi pagi di pedalaman Kepulauan Meranti.
Setelah sebelumnya menuntaskan perbaikan jalur lintas dari perbatasan Kelurahan Teluk Belitung menuju Desa Meranti Bunting yang melintasi beberapa desa di Kecamatan Merbau dengan total penanganan mencapai 11.950 meter dan lebar enam meter, kini PT Imbang Tata Alam (PT ITA) kembali melanjutkan komitmennya. Perusahaan tersebut melakukan perbaikan jalan sepanjang 3,3 kilometer dari Desa Mengkikip hingga Kampung Balak.
Ruas jalan ini berada di wilayah ring operasional perusahaan. Namun bagi masyarakat setempat, jalan tersebut bukan sekadar akses pendukung aktivitas industri. Ia adalah jalur vital bagi anak sekolah, petani, pedagang, hingga warga yang hendak menuju pusat kecamatan.
Perbaikan dilaksanakan selama lima hari, mulai 17 hingga 21 Februari 2026. Dalam kurun waktu singkat itu, alat berat diturunkan untuk meratakan badan jalan, memperbaiki kontur, serta memadatkan permukaan agar lebih stabil. Lebar jalan ditata sekitar enam meter, memberi ruang yang cukup bagi kendaraan roda dua maupun roda empat untuk berpapasan dengan lebih aman.
Sebelum perbaikan dilakukan, kondisi jalan cukup memprihatinkan. Semak belukar tumbuh lebat di sisi kiri dan kanan, mempersempit pandangan pengendara. Permukaan jalan tidak rata, berlubang di beberapa titik, serta kerap tergenang air saat hujan turun. Situasi tersebut tak jarang menghambat mobilitas warga, bahkan berisiko bagi keselamatan pengguna jalan.
Kini, wajah jalan itu berubah. Permukaan yang semula bergelombang menjadi lebih rata dan padat. Sisi kiri dan kanan dibersihkan sehingga pandangan lebih terbuka. Kendaraan dapat melintas dengan lebih nyaman tanpa harus memperlambat laju secara ekstrem di setiap titik rusak.
Bagi warga, perubahan ini bukan sekadar perbaikan fisik infrastruktur. Ia menghadirkan rasa aman dan kepastian. Aktivitas ekonomi menjadi lebih lancar, distribusi hasil kebun dan kebutuhan pokok tidak lagi terhambat, serta waktu tempuh menuju pusat layanan publik menjadi lebih singkat.
Langkah PT ITA ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam mendukung konektivitas wilayah di sekitar area operasionalnya. Infrastruktur jalan yang layak tak hanya menunjang kelancaran aktivitas perusahaan, tetapi juga berdampak langsung pada kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.
Di tengah hamparan kebun dan perkampungan yang tersebar di Kecamatan Tebing Tinggi Barat, jalan yang lebih baik berarti harapan yang lebih dekat. Dan bagi warga Mengkikip hingga Kampung Balak, lima hari pekerjaan alat berat itu telah menghadirkan perubahan yang bisa langsung mereka rasakan.
Hamparan jalan yang kini lebih rata dan bersih itu bukan hanya menghadirkan kenyamanan, tetapi juga menyisakan rasa syukur di hati warga. Perbaikan sepanjang 3,3 kilometer dari Desa Mengkikip hingga Kampung Balak, Desa Tanjung Peranap, menjadi bukti nyata kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat yang saling membutuhkan.
Kepala Desa Tanjung Peranap, Indra, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan perusahaan terhadap kebutuhan infrastruktur di wilayahnya. Baginya, jalan bukan sekadar jalur penghubung, melainkan urat nadi kehidupan desa.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada PT ITA yang telah membantu memperbaiki jalan di wilayah kami. Manfaatnya sangat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Menurut Indra, sebelum diperbaiki, kondisi jalan kerap menyulitkan warga, terutama saat musim hujan. Aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat sempat terganggu. Kini, dengan kondisi yang lebih layak, akses menuju kebun, sekolah, dan pusat layanan publik menjadi lebih lancar.
Hal senada disampaikan Kepala Desa Mengkikip, Tarmizi. Ia berharap perhatian tersebut tidak berhenti pada satu kegiatan saja, melainkan terus berlanjut melalui program tanggung jawab sosial perusahaan yang berkelanjutan.
“Kami mendukung dan mendoakan agar operasional PT ITA berjalan lancar dan membawa kebaikan bagi masyarakat ke depan,” katanya.
Di sisi lain, Area Manager PT ITA, Bonar Ari Nindito, menegaskan bahwa perusahaan tidak semata berorientasi pada kegiatan bisnis sektor minyak dan gas. Ia menyebut keberadaan perusahaan di tengah masyarakat harus memberi dampak positif yang nyata.
“PT ITA tidak hanya menjalankan usaha minyak dan gas, tetapi juga berupaya memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Jalan ini digunakan bersama oleh warga dan perusahaan, sehingga sudah menjadi tanggung jawab kami untuk ikut menjaga dan memperbaikinya,” ujarnya.
Menurut Bonar, infrastruktur yang baik bukan hanya menunjang kelancaran operasional perusahaan, tetapi juga mendukung aktivitas sosial dan ekonomi warga. Hubungan harmonis antara perusahaan dan masyarakat, katanya, dibangun melalui langkah-langkah konkret yang dapat langsung dirasakan manfaatnya.
“Kami ingin keberadaan PT ITA memberi manfaat nyata. Ketika akses masyarakat lebih aman dan lancar, roda ekonomi juga berjalan lebih baik,” tuturnya.
Di tengah hamparan desa yang terus berkembang, jalan yang telah dirapikan itu kini menjadi simbol kerja bersama. Ia menghubungkan bukan hanya dua wilayah, tetapi juga harapan bahwa sinergi antara dunia usaha dan masyarakat mampu menghadirkan perubahan yang lebih baik bagi semua. (R-01)

